ESG OCBC Indonesia (NISP): Menjahit Keberlanjutan dari Sisa Kain Seragam
Sulit tidur belakangan jadi pengalaman baru bagi Endang Suprihatin, pemilik konveksi pakaian anak Papinka. Bukan karena pesanan yang menumpuk, melainkan ia tengah mempelajari sesuatu yang selama ini asing dalam bisnisnya, mengolah sisa kain atau waste produksi menjadi bahan baku untuk produk baru.
Sejak 2019, alur bisnis konveksi Endang sebenarnya sederhana. Ia membeli kain di pasar, memproduksinya menjadi pakaian anak, lalu menjualnya secara grosiran.
