Exxon Mobil Gets Guyana's Approval for Fourth Offshore Oil Project

Sabtu, 02 April 2022 | 16:34 WIB
Exxon Mobil Gets Guyana's Approval for Fourth Offshore Oil Project
[ILUSTRASI. FILE PHOTO: A logo of the Exxon Mobil Corp is seen at the Rio Oil and Gas Expo and Conference in Rio de Janeiro, Brazil September 24, 2018. REUTERS/Sergio Moraes/File Photo]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - HOUSTON, April 1 (Reuters) - Exxon Mobil Corp on Friday received approval to begin work on its fourth offshore oil project in Guyana from the South American country's Environmental Protection Agency.

The permit will allow Exxon to begin construction and operation of its Yellowtail project, the latest of up to 10 expected to be producing oil this decade. A final decision by Exxon on funding the project is pending.

An Exxon spokesperson confirmed the approval.

Since Exxon and partners Hess Corp and CNOOC Ltd started exploring off the coast of the Guyana in 2015, they have found more than 10 billion barrels of oil and gas.

Yellowtail was the consortium's 13th discovery in the Stabroek block, an area covering 6.6 million acres (26,800 square kilometers) and one of the largest oil finds in South America.

Baca Juga: Australia-India Trade Deal to Open Biggest Economic Door

When output begins in 2025, the project would pump up to 250,000 barrels of oil and gas per day, the company has said. Exxon has proposed a development plan for Yellowtail that would require up to three ships drilling up to 67 wells.

The Guyana EPA permit prohibits routine flaring and venting of natural gas during operation and requires Exxon to keep an undersea device, called a capping stack, that can seal a well in event of an accident, according to a statement by the Guyana EPA.

It also required that the partners have insurance to cover any environmental damages and provide a guarantee that indemnifies Guyana in event the consortium fails to meet their obligations, the EPA said.

Earlier this year, Exxon started up a new floating production, storage and offloading vessel that will bring the group's oil production capacity this year to more than 340,000 bpd.

Bagikan

Berita Terbaru

Saham BRMS Terjerembap 33%! Sekuritas Malah Tebar Target Harga Tinggi, Ini Katalisnya
| Minggu, 05 April 2026 | 09:05 WIB

Saham BRMS Terjerembap 33%! Sekuritas Malah Tebar Target Harga Tinggi, Ini Katalisnya

Pergerakan saham BRMS masih tertahan di bawah garis rata-rata pergerakan 20 hari (MA20) pada level Rp 800.

Investasi Perhiasan: Simbol Cinta atau Diversifikasi Portofolio Ideal?
| Minggu, 05 April 2026 | 07:00 WIB

Investasi Perhiasan: Simbol Cinta atau Diversifikasi Portofolio Ideal?

Perhiasan berlian disebut 'beauty investment' yang bisa diwariskan. Simak bagaimana perhiasan bisaberi keuntungan dan jadi aset berharga.

Menyimpan Cuan dari Bisnis Gudang Mini Pribadi
| Minggu, 05 April 2026 | 06:00 WIB

Menyimpan Cuan dari Bisnis Gudang Mini Pribadi

Di tengah keterbatasan ruang hunian perkotaan, kebutuhan gudang pribadi meningkat dan membuka peluang bisnis baru yang m

Mereka yang Kewalahan Melayani Permintaan Keping Emas
| Minggu, 05 April 2026 | 05:50 WIB

Mereka yang Kewalahan Melayani Permintaan Keping Emas

Lonjakan permintaan emas terjadi usai Lebaran dan membuat stok emas menipis di pasar. Kilau logam mulia itu masih diminati oleh investor.

 
Mendulang Cuan dari Ride-Hailing Khusus Perempuan
| Minggu, 05 April 2026 | 05:45 WIB

Mendulang Cuan dari Ride-Hailing Khusus Perempuan

Perempuan butuh rasa aman dan nyaman saat berkendara. Aplikasi transportasi online khusus perempuan hadir menjemput pasar. Bagaimana peluangnya?

 
Ladang Basah Bernilai Triliunan
| Minggu, 05 April 2026 | 05:40 WIB

Ladang Basah Bernilai Triliunan

​Bisnis parkir bukan sekadar urusan tempat mobil dan waktu semata, bisnisnya berkembang sehingga bisa menjadi ladang ekonomi bercuan besar.

Dari Lahan Parkir Berkembang Menjadi Charging Station
| Minggu, 05 April 2026 | 05:30 WIB

Dari Lahan Parkir Berkembang Menjadi Charging Station

Parkir tak lagi sekadar menepikan kendaraan, ia bertransformasi menjadi simpul mobilitas modern dengan beragam layanan.

Ruwetnya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih
| Minggu, 05 April 2026 | 05:05 WIB

Ruwetnya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih

Pelimpahan operasional dari Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih kepada Agrinas Pangan, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Strategi Petronella Soan: Perhiasan Bukan Sekadar Investasi, Tapi Penanda Hidup
| Sabtu, 04 April 2026 | 11:38 WIB

Strategi Petronella Soan: Perhiasan Bukan Sekadar Investasi, Tapi Penanda Hidup

Perhiasan itu beauty investment, bisa bisa dijual kembali dan bisa mendapat keuntungan. Perhiasan itu bisa jadi legacy, bisa diturunkan ke anak.

Pesona Labubu Mulai Luntur?
| Sabtu, 04 April 2026 | 07:41 WIB

Pesona Labubu Mulai Luntur?

Dalam lima hari perdagangan terakhir hingga Selasa, saham Pop Mart International Group Ltd. anjlok lebih dari 30%.               

INDEKS BERITA

Terpopuler