Fiskal Memburuk, BI Sulit Pangkas Suku Bunga: Gimana Nasib IHSG?

Senin, 04 Mei 2026 | 07:00 WIB
Fiskal Memburuk, BI Sulit Pangkas Suku Bunga: Gimana Nasib IHSG?
[]
Reporter: Yuliana Hema | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan harga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan ini, di antaranya akan bergantung pada rilis sejumlah data ekonomi Indonesia, mulai dari angka inflasi, neraca perdagangan dan Produk Domestik Bruto (PDB). 

Adapun IHSG menutup perdagangan April 2026 dengan melemah 2,03% atau turun 144,42 poin ke level 6.956,80 pada perdagangan Kamis (30/5). Investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 1,48 triliun.  

Pengamat Pasar Modal & Co-Founder Pasardana Hans Kwee mencermati, dengan banyak rilis data ekonomi Indonesia pada pekan ini, IHSG berpotensi konsolidasi menguat dengan support  di level 6.876 dan resistance di level 7.109.

Adapun inflasi Indonesia pada April 2026 diproyeksikan naik ke level 3,5%. Menurut Hans, ini akan memperkecil ruang bagi Bank Indonesia (BI) untuk memangkas suku bunga acuan. 

“Selain itu, imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia terlihat meningkat di tengah penguatan yield obligasi Amerika Serikat (AS) yang mendorong tekanan pada arus dana asing yang keluar dari Indonesia,” kata Hans, Minggu (3/6). 

Masih dari sentimen dalam negeri, Hans menilai kondisi fiskal Indonesia yang diperkirakan memburuk juga akan menambah tekanan di pasar keuangan, termasuk pasar obligasi. 

Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memproyeksi, IHSG masih akan cenderung terkoreksi dengan area support di level 6.838 dan resistance di 7.022 pada perdagagan Senin (4/5)

“IHSG masih rawan didominasi oleh tekanan jual, di tengah rilis data inflasi dan neraca perdagangan Indonesia,” katanya akhir pekan lalu. 

Untuk Senin (4/5), Herditya merekomendasikan buy on weakness pada ANTM di area Rp 3.550–Rp 3.710. Ia juga merekomendasikan trading buy CPIN di kisaran Rp 3.900–Rp 4.000. 

Herditya  juga menyarankan buy on weakness DEWA di area Rp 458 -  Rp 486. Lalu, buy on weakness MAPI di rentang Rp 1.180–Rp 1.125 dengan batas stop loss di bawah Rp 1.125. 
 

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Manufaktur Keluar dari Zona Kontraksi, Tapi Ancaman Margin Belum Reda
| Kamis, 04 Juni 2026 | 07:27 WIB

Manufaktur Keluar dari Zona Kontraksi, Tapi Ancaman Margin Belum Reda

PMI manufaktur Indonesia kembali ekspansi, sinyal positif bagi sektor riil. Cek daftar emiten yang berpotensi diuntungkan jika tren ini berlanjut.

Fokus Bisnis Inti, Telkom Indonesia (TLKM) Lepas AdMedika
| Kamis, 04 Juni 2026 | 07:24 WIB

Fokus Bisnis Inti, Telkom Indonesia (TLKM) Lepas AdMedika

Telkom resmi lepas AdMedika ke Fullerton Health. Analis sebut strategi ini bagian penataan portofolio. Cari tahu dampak divestasi pada saham TLKM.

Saham AKRA Tertekan Lagi Usai Relief Rally, Fundamental yang Solid Masih Jadi Kunci
| Kamis, 04 Juni 2026 | 07:22 WIB

Saham AKRA Tertekan Lagi Usai Relief Rally, Fundamental yang Solid Masih Jadi Kunci

Laju produksi batubara domestik yang tersendat dapat menekan permintaan solar industri yang selama ini menjadi lumbung pasar utama AKRA.

Perkuat Bisnis Nikel, HRUM Siapkan Capex US$310 Juta
| Kamis, 04 Juni 2026 | 07:22 WIB

Perkuat Bisnis Nikel, HRUM Siapkan Capex US$310 Juta

Harum Energy alokasikan US$310 juta untuk capex 2026, mayoritas ke nikel. Cari tahu rencana bisnis dan rekomendasi saham HRUM

Defisit Transaksi Berjalan Berisiko Makin Menganga
| Kamis, 04 Juni 2026 | 07:19 WIB

Defisit Transaksi Berjalan Berisiko Makin Menganga

Dalam skenario berat, CAD berpotensi mendekati 2% jika harga minyak dan impor melonjak              

Rupiah Loyo, Trade Finance Tetap Melaju
| Kamis, 04 Juni 2026 | 07:10 WIB

Rupiah Loyo, Trade Finance Tetap Melaju

​Rupiah melemah ke level terendah, tapi bisnis trade finance perbankan justru tetap tumbuh dan jadi peluang baru di tengah tekanan impor

Kualitas Aset Membaik, Pembentukan Pencadangan Bank Susut
| Kamis, 04 Juni 2026 | 07:00 WIB

Kualitas Aset Membaik, Pembentukan Pencadangan Bank Susut

Beban pemulihan kerugian penurunan nilai aset keuangan atau impairment sejumlah bank beraset besar tercatat menyusut hingga April 2026. ​

Krisis Kepercayaan Serius Terhadap Pasar Indonesia, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Kamis, 04 Juni 2026 | 06:57 WIB

Krisis Kepercayaan Serius Terhadap Pasar Indonesia, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Di tengah bursa Asia yang mayoritas menguat, membuktikan tekanan terhadap IHSG lebih banyak berasal dari faktor internal.  

Simpanan Rupiah Susut, Dollar Semakin Diminati
| Kamis, 04 Juni 2026 | 06:50 WIB

Simpanan Rupiah Susut, Dollar Semakin Diminati

​Simpanan rupiah di bank mengalami penurunan, sementara dollar makin diminati di tengah pelemahan kurs dan ketidakpastian pasar.

Rupiah Anjlok ke 17.967 per Dolar AS, Apa Pemicu Pelemahan Terburuk Ini?
| Kamis, 04 Juni 2026 | 06:30 WIB

Rupiah Anjlok ke 17.967 per Dolar AS, Apa Pemicu Pelemahan Terburuk Ini?

Rupiah mencetak rekor terburuk sepanjang sejarah di Rp 17.967 per dolar AS. Pahami penyebab dan antisipasi dampaknya sekarang.

INDEKS BERITA

Terpopuler