Volume Ekspor Nikel Bisa Menciut hingga 5 Juta Ton
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekspor produk nikel Indonesia berpotensi terpangkas hingga 5 juta ton pada tahun ini akibat pengetatan produksi bijih nikel dan terbatasnya pasokan bahan baku untuk smelter dan refinery. Proyeksi tersebut merupakan hasil kajian Strategic Response Meeting (SRM), forum yang mempertemukan anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, pengusaha dan asosiasi.
Ketua Umum Forum Industri Nikel Indonesia (FINI) Arif Perdana Kusumah mengatakan sejumlah smelter nikel mengalami penghentian atau pengurangan produksi. Kondisi ini dipicu sejumlah persoalan, mulai masalah keuangan internal perusahaan hingga ketatnya pasokan bahan baku dan bahan penunjang.
Baca Juga: Terselamatkan Tingginya Harga Batubara dan Nikel
