Berita Special Report

Fitch Kembali Sematkan Rating BBB- untuk Surat Utang Paiton Energy

Jumat, 07 Desember 2018 | 22:17 WIB

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Fitch Ratings menegaskan kembali peringkat surat utang milik PT Paiton Energy di BBB-. Surat utang senilai US$ 2,1 miliar ini diterbitkan oleh SPV Paiton, Minejesa Capital BV. Outlook obligasi tersebut stabil. 

Surat utang yang dijamin oleh Paiton ini terdiri dari notes US$ 1,2 miliar dengan kupon 4,625% dan jatuh tempo pada 2030 mendatang. Lalu, notes US$ 900 juta dengan kupon 5,625% yang jatuh tempo pada 2037.

Dalam laporannya Jumat (7/12), Fitch menilai Paiton cukup stabil lantaran punya perjanjian jual beli listrik atau power purchase agreement (PPA) dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) hingga tahun 2042. 

Peringkat ini juga didukung oleh alokasi biaya bahan bakar yang cenderung efektif, rekam jejak operasional Paiton yang cukup lama, dan penggunaan teknologi yang terbukti secara komersial. 

Notes 2030 memiliki  debt-service coverage ratio (DSCR) sebesar 1,42 kali yang berada di atas ambang batas investment grade, yakni 1,3 kali. Sementara itu, notes yang jatuh tempo pada 2037 punya profil DSCR 1,34 kali. 

Menurut Fitch, perjanjian jual beli listrik jangka panjang yang dimiliki Paiton, membuat keuangan perusahaan cukup kuat. Pendapatan Paiton sesuai PPA, sudah termasuk pembayaran berdasarkan kapasitas pembangkit yang tersedia, sehingga bisa menutup utang dan biaya operasional pembangkit.

Karena itulah, Paiton tidak terekspos risiko permintaan listrik ataupun risiko dari merchant, dan kontrak yang diteken melampaui jangka waktu utang.

Perjanjian jual beli listrik ini juga mencakup pembayaran untuk menutupi biaya energi yang dihasilkan Paiton, termasuk biaya bahan bakar. Sehingga, arus kas Paiton terlihat cukup kuat. 

Di sisi lain, sebagian besar pembayaran untuk Unit P3 menggunakan mata uang Yen Jepang. Perjanjian ini berlaku sampai 2029. Nah, Fitch menilai ada ketidakcocokan antara pendapatan yang diterima Paiton, untuk menutup utang obligasi tahun 2030. 

Ketidakcocokan mata uang ini pun dinilai bisa menjadi kelemahan perusahaan, meskipun eksposur mata uang yen hanya terbatas hingga tahun 2030, dan menyumbang 13% dari total pembayaran kapasitas yang diterima perusahaan. 

Di sisi lain, Fitch menilai dari sisi operasional, potensi risiko perusahaan ini tak terlalu besar. Apalagi,unit pembangkit listrik tenaga batubara Paiton menggunakan teknologi konvensional yang terbukti secara komersial dan memiliki sejarah operasi yang cukup panjang.

Reporter: Narita Indrastiti
Editor:


Baca juga