Ford Recall 737.000 Mobil di AS, Sebut Potensi Kebocoran Oli dan Kesalahan Software

Jumat, 01 April 2022 | 21:07 WIB
Ford Recall 737.000 Mobil di AS, Sebut Potensi Kebocoran Oli dan Kesalahan Software
[ILUSTRASI. Ford menyebut ada bagian mobil yang dapat menyebabkan kebocoran oli dan kesalahan perangkat lunak sehinga bisa menghambat pengereman. REUTERS/Brendan McDermid]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Anastasia Lilin Yuliantina

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Ford Motor Co menarik (recall) 737.000 kendaraan di Amerika Serikat. Perusahaan itu menyebutkan ada bagian mobil yang dapat menyebabkan kebocoran oli dan kesalahan perangkat lunak sehinga bisa menghambat pengereman.

Ford menarik 345.451 kendaraan Ford Escape keluaran tahun 2020-2022 dan Ford Bronco Sport keluaran tahun 2021-2022 dengan mesin 1,5L. Pertimbangannya ruang pemisah oli mesin dapat retak dan menyebabkan kebocoran oli. Situasi itu berpotensi menyebabkan kebakaran mesin.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Pengembang Meminta Tambahan Insentif Properti
| Senin, 29 Juni 2026 | 05:25 WIB

Pengembang Meminta Tambahan Insentif Properti

Realestat Indonesia (REI) mengusulkan adanya pemangkasan terhadap BPHTB demi mendongkrak penjualan rumah.

Pemerintah Pangkas BUMN Menjadi 250 Perusahaan
| Senin, 29 Juni 2026 | 05:20 WIB

Pemerintah Pangkas BUMN Menjadi 250 Perusahaan

Pemangkasan BUMN dilakukan untuk memangkas biaya operasional perusahaan negara yang selama ini dinilai tidak efisien.​

Jejak Tiga Masjid di Madinah
| Senin, 29 Juni 2026 | 05:00 WIB

Jejak Tiga Masjid di Madinah

Di balik megahnya Masjid Nabawi, terdapat tiga masjid berukuran kecil yang kerap luput dari perhatian jemaah Indonesia.

Orang Tajir Naik, Kelas Menengah Susut
| Senin, 29 Juni 2026 | 05:00 WIB

Orang Tajir Naik, Kelas Menengah Susut

Indonesia diprediksi jadi jawara pertumbuhan orang super kaya dunia.                                     

Ketika Pabrik Memilih Pergi
| Senin, 29 Juni 2026 | 04:45 WIB

Ketika Pabrik Memilih Pergi

Negara akan jatuh miskin ketika para pencipta lapangan kerja mulai kehilangan alasan untuk bertahan.

Hindari Risiko, Industri Penjaminan Geser Fokus Pasar
| Senin, 29 Juni 2026 | 04:35 WIB

Hindari Risiko, Industri Penjaminan Geser Fokus Pasar

Segmen penjaminan kredit produktif masih mendominasi portofolio industri yakni mencapai 70,32% dari total outstanding penjaminan 

BI Rate, Yield, dan Harga SBN: Memetakan Peluang Investor Hingga Akhir Tahun
| Senin, 29 Juni 2026 | 04:00 WIB

BI Rate, Yield, dan Harga SBN: Memetakan Peluang Investor Hingga Akhir Tahun

Meski tetap menerima kupon secara rutin, sebagian investor justru melihat nilai investasinya di SBN menyusut akibat penurunan harga.

Genjot Ekspansi Bisnis, Multi Medika (MMIX) Bangun Pabrik Popok di Tangerang
| Senin, 29 Juni 2026 | 03:52 WIB

Genjot Ekspansi Bisnis, Multi Medika (MMIX) Bangun Pabrik Popok di Tangerang

Dalam jangka panjang, kapasitas produksi pabrik tersebut berpotensi naik hingga 18 miliar popok per tahun jika seluruh lini produksi beroperasi.

Pembangunan Jaya Ancol (PJAA) Membidik Momentum 500 Tahun Jakarta
| Senin, 29 Juni 2026 | 03:28 WIB

Pembangunan Jaya Ancol (PJAA) Membidik Momentum 500 Tahun Jakarta

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) memperkuat daya tarik wisata menjelang HUT ke-500 Jakarta pada tahun depan.

Kebijakan Fiskal Penentu: Nasib Investasi RI di Semester II 2026 Diuji
| Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Kebijakan Fiskal Penentu: Nasib Investasi RI di Semester II 2026 Diuji

Persepsi risiko investasi Indonesia menanjak akhir Juni 2026. Pasar minta kompensasi lebih mahal, membebani biaya utang pemerintah dan korporasi. 

INDEKS BERITA

Terpopuler