Sempat Bullish, Saham Bukalapak.com (BUKA) Patut Dicermati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham emiten teknologi dan e-commerce ternama PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) sempat terlihat melesat dalam beberapa waktu terakhir. Penguatan saham emiten satu ini sebenarnya sudah terlihat sejak 9 Juli 2026, dan masih dinamis pergerakannya hingga kini.
Pada penutupan pasar Kamis (30/7), BUKA kembali ditutup menguat terparkir di Rp 117 dan menguat 1,74%. Selama seminggu, pergerakan saham BUKA terkoreksi sudah 1,68% namun sepanjang sebulan belakangan sudah menguat 18,18%. Pada periode sepanjang tahun berjalan 2026 atau year to date (YtD), saham BUKA sendiri sudah terjerembab sedalam 25,95%.
Melihat pergerakan saham BUKA akhir-akhir ini, Analis BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi Arman menyampaikan agar tidak hanya terpaku pada kenaikan harga saham, melainkan memastikan apakah penguatan tersebut benar-benar ditopang oleh perbaikan fundamental perusahaan.
Baca Juga: Sudah Menyerap Seluruh Dana IPO, Kinerja Bukalapak (BUKA) Masih Loyo
Menurutnya, lonjakan harga saham BUKA dalam sebulan terakhir memang menarik untuk dicermati. Tetapi, perlu dipastikan pula apakah momentum tersebut berasal dari transformasi bisnis yang mulai membuahkan hasil atau sekadar rebound teknikal setelah sebelumnya mengalami tekanan cukup dalam.
“Investor perlu mencermati konsistensi pertumbuhan pendapatan, arah menuju profitabilitas operasional, serta realisasi strategi pivot bisnis sebagai indikator utama sebelum menambah posisi secara lebih agresif,” ujarnya kepada Kontan, belum lama ini.
Dia pun berpendapat bahwa sepertinya ada katalis utama yang mendorong penguatan saham BUKA belakangan ini. Pertama, adalah selesainya realisasi penggunaan seluruh dana hasil penawaran umum perdana (IPO) senilai Rp 21,32 triliun hingga Juni 2026.
Kepastian penggunaan kas tersebut dinilai mengurangi ketidakpastian yang selama ini menjadi perhatian investor.
Lalu yang kedua, sentimen pertumbuhannya berasal dari transformasi bisnis perusahaan yang mulai tercermin dalam kinerja operasional.
Asal tahu saja, setelah menghentikan layanan marketplace produk fisik dan mengalihkan fokus ke bisnis gaming, investasi digital, serta layanan online to offline (O2O), BUKA berhasil mencatat pertumbuhan pendapatan kuartal I-2026 sebesar 63% secara tahunan.
Capaian tersebut menjadi sinyal awal bahwa strategi pivot perusahaan mulai menghasilkan perbaikan bisnis.
