Sempat Bullish, Saham Bukalapak.com (BUKA) Patut Dicermati

Jumat, 31 Juli 2026 | 08:00 WIB
Sempat Bullish, Saham Bukalapak.com (BUKA) Patut Dicermati
[ILUSTRASI. BUKALAPAK (BUKA). (Dok/Bukalapak)]
Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham emiten teknologi dan e-commerce ternama PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) sempat terlihat melesat dalam beberapa waktu terakhir. Penguatan saham emiten satu ini sebenarnya sudah terlihat sejak 9 Juli 2026, dan masih dinamis pergerakannya hingga kini.

Pada penutupan pasar Kamis (30/7), BUKA kembali ditutup menguat terparkir di Rp 117 dan menguat 1,74%. Selama seminggu, pergerakan saham BUKA terkoreksi sudah 1,68% namun sepanjang sebulan belakangan sudah menguat 18,18%. Pada periode sepanjang tahun berjalan 2026 atau year to date (YtD), saham BUKA sendiri sudah terjerembab sedalam 25,95%.

Melihat pergerakan saham BUKA akhir-akhir ini, Analis BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi Arman menyampaikan agar tidak hanya terpaku pada kenaikan harga saham, melainkan memastikan apakah penguatan tersebut benar-benar ditopang oleh perbaikan fundamental perusahaan.

Baca Juga: Sudah Menyerap Seluruh Dana IPO, Kinerja Bukalapak (BUKA) Masih Loyo

Menurutnya, lonjakan harga saham BUKA dalam sebulan terakhir memang menarik untuk dicermati. Tetapi, perlu dipastikan pula apakah momentum tersebut berasal dari transformasi bisnis yang mulai membuahkan hasil atau sekadar rebound teknikal setelah sebelumnya mengalami tekanan cukup dalam.

“Investor perlu mencermati konsistensi pertumbuhan pendapatan, arah menuju profitabilitas operasional, serta realisasi strategi pivot bisnis sebagai indikator utama sebelum menambah posisi secara lebih agresif,” ujarnya kepada Kontan, belum lama ini.

Dia pun berpendapat bahwa sepertinya ada katalis utama yang mendorong penguatan saham BUKA belakangan ini. Pertama, adalah selesainya realisasi penggunaan seluruh dana hasil penawaran umum perdana (IPO) senilai Rp 21,32 triliun hingga Juni 2026.

Kepastian penggunaan kas tersebut dinilai mengurangi ketidakpastian yang selama ini menjadi perhatian investor.

Lalu yang kedua, sentimen pertumbuhannya berasal dari transformasi bisnis perusahaan yang mulai tercermin dalam kinerja operasional.

Asal tahu saja, setelah menghentikan layanan marketplace produk fisik dan mengalihkan fokus ke bisnis gaming, investasi digital, serta layanan online to offline (O2O), BUKA berhasil mencatat pertumbuhan pendapatan kuartal I-2026 sebesar 63% secara tahunan.

Capaian tersebut menjadi sinyal awal bahwa strategi pivot perusahaan mulai menghasilkan perbaikan bisnis.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

Ekonomi RI Melambat dan Kualitas Menurun, Bansos Beras & BSU Relevan Jadi Penyelamat?
| Senin, 12 Oktober 2026 | 10:00 WIB

Ekonomi RI Melambat dan Kualitas Menurun, Bansos Beras & BSU Relevan Jadi Penyelamat?

Pemerintah menghadapi pelemahan momentum pertumbuhan pada saat kemampuan APBN untuk memberikan dorongan tambahan juga semakin terbatas.

PACK Serap Dana Rights Issue  Rp 2,8 Triliun
| Senin, 12 Oktober 2026 | 09:34 WIB

PACK Serap Dana Rights Issue Rp 2,8 Triliun

PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) telah merealisasikan penggunaan dana hasil rights issue Rp 2,87 triliun hingga 30 Juni 2026.​

Lonjakan Harga Batubara Memacu Prospek Emiten Alat Berat
| Senin, 12 Oktober 2026 | 09:28 WIB

Lonjakan Harga Batubara Memacu Prospek Emiten Alat Berat

Tren kenaikan harga batubara global diproyeksi bakal menopang pertumbuhan bisnis emiten-emiten yang bergerak di sektor distributor alat berat.​

Dana Asing Terus Lari, Bursa Saham Semakin Sepi
| Senin, 12 Oktober 2026 | 09:21 WIB

Dana Asing Terus Lari, Bursa Saham Semakin Sepi

Investor global mengurangi eksposur ke emerging market, kompetisi alokasi dana ke bursa saham semakin ketat​.

Transisi Energi di Industri Bisa Terganjal Kapasitas PLTU Mandiri yang Masih Tinggi
| Senin, 12 Oktober 2026 | 08:48 WIB

Transisi Energi di Industri Bisa Terganjal Kapasitas PLTU Mandiri yang Masih Tinggi

Kebutuhan PLTU Mandiri masih tinggi, tantangan bagi pemerintah dan PLN untuk bisa memasok listrik yang andal ke kawasan industri​

RUU Ketransmigrasian Membuka Peluang PNPB
| Senin, 12 Oktober 2026 | 08:47 WIB

RUU Ketransmigrasian Membuka Peluang PNPB

RUU Ketransmigrasian untuk membuka peluang penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari pemanfaatan lahan transmigrasi oleh perusahaan swasta.

Indonesia-Mesir Bidik Nilai Perdagangan US$ 5 Miliar
| Senin, 12 Oktober 2026 | 08:44 WIB

Indonesia-Mesir Bidik Nilai Perdagangan US$ 5 Miliar

Target perdagangan Indonesia - Mesir ini dua kali lipat dari pencapaian 2025, yang hanya tumbuh 6% per tahun.

Penjualan Mobil Sulit Tembus 1 Juta Unit
| Senin, 12 Oktober 2026 | 08:42 WIB

Penjualan Mobil Sulit Tembus 1 Juta Unit

Gaikindo memproyeksikan penjualan mobil nasional tahun ini masih di bawah angka 1 juta unit, yakni sekitar 850.000 unit.

Imbas Bea Masuk 50% di AS Hingga Eropa, Margin Emiten Sektor Baja Diproyeksi Tertekan
| Senin, 12 Oktober 2026 | 08:40 WIB

Imbas Bea Masuk 50% di AS Hingga Eropa, Margin Emiten Sektor Baja Diproyeksi Tertekan

Proteksionisme berupa pengenaan tarif bea masuk hingga 50% di Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Inggris mengikis daya saing emiten baja nasional.

Modernland (MDLN) Menguasai Cadangan Lahan 1.664 Hektare
| Senin, 12 Oktober 2026 | 08:38 WIB

Modernland (MDLN) Menguasai Cadangan Lahan 1.664 Hektare

Cadangan lahan tersebut menjadi modal bagi emiten properti ini untuk melanjutkan pengembangan sejumlah proyek prioritas. 

INDEKS BERITA

Terpopuler