Gawat! Nasabah Tidak Bisa Mencairkan Dana di Reksadana Besutan Emco Asset Management

Minggu, 26 Januari 2020 | 18:03 WIB
Gawat! Nasabah Tidak Bisa Mencairkan Dana di Reksadana Besutan Emco Asset Management
[ILUSTRASI. Ilustrasi foto Reksadana. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/15/09/2019]
Reporter: Yuwono Triatmodjo | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nasib sial menimpa investor produk reksadana PT EMCO Asset Management. Investasi mereka pada empat produk reksadana besutan EMCO, terancam tidak bisa di-redemption atau dicairkan.

Berawal dari satu berkas surat bagi para nasabah yang ditandatangani Eddy Kurniawan Direktur Utama EMCO Asset Management, KONTAN memperoleh informasi terkait persoalan EMCO. Surat tertanggal 27 November 2019 itu, menceritakan kondisi pengelolaan dana reksadana EMCO terkini.

Di awal surat, manajemen mengucapkan terima kasih kepada investor empat reksadana besutannya. Keempat reksadana itu terdiri dari Reksadana EMCO Mantap, Reksadana EMCO Growth Fund, Reksadana Syariah EMCO Saham Barokah Syariah Reksadana EMCO Pesona. Keempatnya merupakan reksadana berkategori reksadana saham.

Baca Juga: Terlilit utang, Hanson International (MYRX) tawarkan konversi utang ke saham

Selanjutnya, manajemen EMCO mulai bicara soal penurunan kinerja saham, yang berpengaruh pada penurunan nilai aktiva bersih (NAB) reksadana sahamnya. EMCO pun meminta dukungan nasabahnya.

"Dukungan tersebut dapat berupa tidak melakukan transaksi penarikan dana (redemption) untuk sementara waktu sampai dengan NAB membaik," tulis Eddy, dalam suratnya, yang diperoleh KONTAN, pertengahan Januari 2019.

Janji imbal hasil tetap

Eddy menambahkan, pihaknya memohon maaf atas ketidaknyamanan tersebut.

Hingga akhirnya seorang agen pemasar produk reksadana EMCO yang tidak ingin disebutkan namanya, bercerita kepada KONTAN. Dia sedang berupaya me-redemption dana nasabah yang berhasil dihimpunnya pada empat produk, bernilai tidak kurang dari Rp 100 miliar.

Pihaknya kebingungan saat manajemen EMCO tidak lagi dapat mencairkan dana pada keempat produk tersebut. Apalagi, empat produk reksadana itu dijual dengan iming-iming return tetap atau imbal hasil pasti (fix return).

"Return yang ditawarkan berkisar 10% hingga 10,5% per tahun, periode investasi berkisar mulai dari 3 bulan hingga 12 bulan," tutur sang agen yang mengaku sudah mulai menjual produk reksadana EMCO tersebut sejak kuartal II 2017.

Rekasadana yang dijual itu sebenarnya bersifat terbuka (open end). Namun EMCO membungkus tawaran investasi dalam periode mulai dari 3 bulan hingga 12 bulan. Imbal hasil akan dibayar kepada investor per tiga bulan.

Awalnya, dana pokok investasi dan imbal hasil selalu tepat dibayar pada waktunya. "Hingga akhir tahun 2019, reksadana tidak lagi bisa di-redemption," ujar sang agen penjual.

KONTAN pun sudah berupaya menghubungi Eddy. Lewat pesan singkat, Eddy sempat menjanjikan akan memberikan keterangan kepada KONTAN. "Setelah pertemuan dengan direksi, saya hubungi bapak. Saya usahakan hari ini," tulis Eddy, Selasa (21/1) siang.

Karena tak kunjung memberi kejelasan, KONTAN menyambangi kantor EMCO Asset Management di Menara Imperium Lantai 23 Jalan HR. Rasuna Said, Jakarta, keesokan harinya, Rabu (22/1) siang.

Sayang sekretaris Eddy Kurniawan yang mengaku bernama Endah menyatakan atasannya tidak ada kantor. Jajaran direksi EMCO Asset Management lainnya, yakni Sastra Winata Karta dan R. Sonny Prakoso pun tidak berada di kantor.

Namun di kantor itu, KONTAN mendapati sejumlah investor yang berusaha menghubungi manajemen menanyakan nasib dananya.

Hingga berita ini diturunkan, Eddy tidak kunjung mengklarifikasi gagal bayar investasi nasabah pada keempat reksadana saham EMCO.

Sekadar mengingatkan EMCO Asset Management berdiri sebagai hasil pemisahan kegiatan usaha manajer investasi PT Makinta Securities tahun 2011 silam.

Merujuk data di website Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pemegang saham EMCO Asset Management terdiri dari PT Petrada Artha Investama dengan porsi kepemilikan 95% saham. Sedangkan Makmur Widjaja menjadi pemegang sisa saham EMCO Asset Management sebesar 5%.

KONTAN yang mencoba memperoleh keterangan dari OJK sejak 23 Januari lalu, hingga kini tidak memperoleh hasil apa-apa. Ketua Komisioner OJK, Wimboh Santoso dan Kepala Eksekutif Pasar Modal OJK Hoesen, tidak berkomentar apa-apa terkait tawaran imbal hasil pasti atau fix return dan gagal bayar reksadana besutan EMCO Asset Management.

Bahkan hingga berita ini ditulis, tidak ada tindakan apa pun dari OJK kepada EMCO, meski nasabah sudah menjadi korban. Tidak ada peringatan dalam website OJK kepada publik, mengenai aktivitas reksadana EMCO yang sedang bermasalah. Apakah OJK tidak mengetahui kasus ini?

Bagikan

Berita Terbaru

Ramai-Ramai Menteri Minta Penambahan Anggaran
| Kamis, 11 Juni 2026 | 05:35 WIB

Ramai-Ramai Menteri Minta Penambahan Anggaran

Mulai dari Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, Kementerian Agama hingga Kementerian Sosial minta tambah anggaran di 2027.

Kerugian Kejahatan Hutan Tembus Rp 120 Triliun
| Kamis, 11 Juni 2026 | 05:30 WIB

Kerugian Kejahatan Hutan Tembus Rp 120 Triliun

Selain deforestasi, Kementerian Kehutanan mencatat tindak kejahatan perburuan satwa liar di Indonesia yang masih berlangsung masif.

Firm Splitting Ancam Penerimaan Pajak
| Kamis, 11 Juni 2026 | 05:30 WIB

Firm Splitting Ancam Penerimaan Pajak

Direktorat Jenderal Pajak temukan 93.260 WP diduga pecah usaha. Potensi kehilangan PPN capai puluhan triliun rupiah.

Mengail Cuan Dari Unitlink Pasar Uang
| Kamis, 11 Juni 2026 | 05:25 WIB

Mengail Cuan Dari Unitlink Pasar Uang

Kenaikan suku bunga, dibarengi volatilitas pasar modal, menjadi peluang tersendiri bagi unitlink pasar uang untuk menarik perhatian.

Harga Telur Dijaga di Level Rp 26.500
| Kamis, 11 Juni 2026 | 05:20 WIB

Harga Telur Dijaga di Level Rp 26.500

Kemtan menetapkan HAP telur ayam ras di tingkat peternak dan mengerahkan Satgas Pangan Polri untuk mengawasi implementasi di lapangan.

Usai Berganti Pengendali, Emiten Raffi Ahmad (VISI) Menyiapkan Lini Bisnis Baru
| Kamis, 11 Juni 2026 | 05:10 WIB

Usai Berganti Pengendali, Emiten Raffi Ahmad (VISI) Menyiapkan Lini Bisnis Baru

Terkait dengan perubahan pengendali, manajemen VISI masih akan berdiskusi lebih lanjut mengenai arah bisnis perusahaan ke depan.

Penyaluran Bansos Bakal Menerapkan Teknologi AI
| Kamis, 11 Juni 2026 | 05:10 WIB

Penyaluran Bansos Bakal Menerapkan Teknologi AI

Pemerintah berencana mengubah bantuan sosial yang selama ini diguyur dalam bentuk barang ke uang tunai.

Konsumen Mulai Rem Belanja Rumah Tangga
| Kamis, 11 Juni 2026 | 05:00 WIB

Konsumen Mulai Rem Belanja Rumah Tangga

Optimisme konsumen melemah, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) turun menjadi 120,9​.                        

Operasional Penuh Klinik Kesehatan
| Kamis, 11 Juni 2026 | 05:00 WIB

Operasional Penuh Klinik Kesehatan

PPIH Arab Saudi 2026 menyiapkan klinik satelit di setiap sektor wilayah kerja Madinah yang terdiri atas lima sektor.

IHSG Menguat: Peluang Emas Uji Level Psikologis 6.000?
| Kamis, 11 Juni 2026 | 04:50 WIB

IHSG Menguat: Peluang Emas Uji Level Psikologis 6.000?

Meski naik tajam dua hari, IHSG turun tipis 0,65% dalam lima hari perdagangan terakhir. IHSG melemah 31,74% sejak awal tahun.

INDEKS BERITA