Geliat Kinerja Bumi Resources

Jumat, 29 Maret 2019 | 07:57 WIB
Geliat Kinerja Bumi Resources
[]
Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) telah merilis kinerja keuangan tahun 2018. Terlepas dari urusan pembukuan, kinerja emiten ini terbilang membaik.

Standar akuntansi yang diterapkan BUMI, anggota indeks Kompas100 ini membuat kinerja keuangan PT Arutmin Indonesia dan ekuitas PT Kaltim Prima Coal (KPC) terkonsolidasi ke keuangan BUMI sejak awal 2018. Sebelumnya, BUMI sempat tidak memasukkan kinerja kedua anak usaha tersebut ke laporan keuangan konsolidasi.

Kepemilikan BUMI di dua entitas usaha tersebut cukup besar. Kepemilikan di Arutmin dan KPC masing-masing 90% dan 51%, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Adapun total pendapatan Arutmin dan KPC tahun lalu turun 2% menjadi US$ 4,92 miliar karena penjualan Arutmin dan KPC masing-masing turun sebesar 4%. Rinciannya, penjualan Arutmin turun menjadi 25,5 juta ton. Sementara penjualan batubara KPC hanya sebesar 55,2 juta ton.

Beruntung, harga jual rata-rata atawa average selling price (ASP) meningkat seiring masih tingginya permintaan. Total ASP batubara Arutmin dan KPC naik sekitar 2% menjadi US$ 59,2 per ton.

Pada saat bersamaan, cash cost kedua anak usaha BUMI ini jika dikonsolidasikan naik 11%, di tengah rata-rata harga minyak dunia US$ 71 per barel tahun lalu. Sehingga, BUMI mencatatkan laba bersih US$ 220,97 juta tahun lalu.

Angka ini memang turun dibanding realisasi 2017. Tapi laba bersih tersebut memasukkan faktor laba dari amnesti pajak dan revaluasi aset Arutmin. Jika kedua faktor ini dipisahkan, BUMI memiliki laba inti US$ 128 juta, naik 7% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. "Sehingga, BUMI sebenarnya mencatat kenaikan kinerja," kata Dileep Srivastava, Direktur BUMI.

BUMI optimistis kinerja tahun ini positif. ASP dari Arutmin bisa naik 18% menjadi US$ 50 per ton. Tapi untuk KPC justru diperkirakan turun 9% menjadi US$ 61 per ton.

Namun produksi totalnya diperkirakan mencapai 90 juta ton, naik 8% dibanding realisasi tahun lalu sebesar 83,3 juta ton. "Arutmin akan memproduksi batubara kalori lebih tinggi. Permintaan dari pemerintah diperkirakan meningkat tahun ini," jelas Dileep.

Analis Samuel Sekuritas Todd Showalter menilai, Arutmin akan menjadi andalan BUMI tahun ini. Naiknya ASP mendorong EBITDA Arutmin tahun ini naik 115% menjadi US$ 213 juta. "Ini akan mengompensasi turunnya EBITDA KPC akibat penurunan ASP," tulis Todd dalam riset.

Bagikan

Berita Terbaru

IHSG Anjlok: Net Sell Asing Terjadi 3 Pekan Beruntun, SOHO & UNVR Malah Naik
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 16:47 WIB

IHSG Anjlok: Net Sell Asing Terjadi 3 Pekan Beruntun, SOHO & UNVR Malah Naik

Pada periode 2-6 Februari 2026, IHSG tumbang 4,73% dan ditutup pada level 7.935,26. Pekan sebelumnya, IHSG telah turun 6,94%.

Anomali Pergerakan Saham BRIS, Diprediksi Nafasnya Kuat Hingga Tembus 3.000
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 13:00 WIB

Anomali Pergerakan Saham BRIS, Diprediksi Nafasnya Kuat Hingga Tembus 3.000

Saham Bank Syariah Indonesia (BRIS) naik 5,78% dalam sepekan melebihi kinerja IHSG yang turun -4,47%, efek euforia pasca spin off dari BMRI.

PTPP dan Anak Usaha WIKA Digugat PKPU, Begini Kata Manajemen
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 11:00 WIB

PTPP dan Anak Usaha WIKA Digugat PKPU, Begini Kata Manajemen

WIKON diajukan PKPU oleh PT Pratama Widya Tbk (PTPW), sedangkan PTPP diajukan PKPU oleh PT Sinergi Karya Sejahtera.

 Penonaktifan PBI JK Merugikan Rakyat Miskin
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:00 WIB

Penonaktifan PBI JK Merugikan Rakyat Miskin

BPJS Kesehatan tidak memiliki kewenangan menonaktifkan kepesertaan PBI JK karena menjadi kewenangan Kemensos

Danantara Hilirisasi US$ 7 Miliar, Duet Emiten Mind Id, ANTM dan PTBA Ketiban Berkah
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:58 WIB

Danantara Hilirisasi US$ 7 Miliar, Duet Emiten Mind Id, ANTM dan PTBA Ketiban Berkah

Danantara melaksanakan groundbreaking enam proyek hilirisasi di 13 lokasi di Indonesia. Total nilai mencapai US$ 7 miliar. 

 Revolusi Melalui Teladan
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:56 WIB

Revolusi Melalui Teladan

Perjalanan karier Joao Angelo De Sousa Mota dari dunia konstruksi ke pertanian, hingga menjadi Dirut Agrinas

Waspada Potensi Lonjakan Biaya Utang Jangka Pendek
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:37 WIB

Waspada Potensi Lonjakan Biaya Utang Jangka Pendek

Jika pemangkasan outlook membuat tekanan terhadap pasar SBN berlanjut dan mempengaruhi nilai tukar rupiah, maka imbal hasil berisiko naik

Cadangan Devisa Amblas Terseret Depresiasi Rupiah
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:28 WIB

Cadangan Devisa Amblas Terseret Depresiasi Rupiah

Penerbitan global bond oleh pemerintah belum mampu menyokong cadangan devisa Indonesia              

Prospek Industri Multifinance Diprediksi Lebih Cerah
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 07:25 WIB

Prospek Industri Multifinance Diprediksi Lebih Cerah

Prospek industri multifinance diperkirakan akan lebih cerah tahun ini setelah tertekan pada 2025.​ Piutang pembiayaan diprediksi tumbuh 6%-8%

Mewaspadai Risiko Gugatan Iklim
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 07:05 WIB

Mewaspadai Risiko Gugatan Iklim

Ilmu pengetahuan kini sudah bisa menjadi penghubung antara adanya emisi gas rumah kaca dan bencana alam.

INDEKS BERITA

Terpopuler