Gelombang IPO Startup Global Belum Surut

Rabu, 21 Juli 2021 | 07:30 WIB
Gelombang IPO Startup Global Belum Surut
[]
Reporter: Adrianus Octaviano, Ferrika Sari | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - NEW YORK.  Gelombang penawaran saham perdana startup  teknologi di bursa saham Amerika Serikat belum surut. Nilai valuasi yang menjadi incaran juga tetap tinggi.   

Perusahaan rintisan yang hendak initial public offering  (IPO) seperti Robinhood Markets Inc. Startup ini menargetkan valuasi hingga US$ 35 miliar melalui IPO. Robinhood menawarkan 55 juta saham dengan kisaran harga US$ 38 hingga US$ 42 per saham. 

 

Alhasil, anak usaha penyedia perangkat lunak Salesforce.com Inc di sektor investasi ini diproyeksi mendapat dana segar hingga US$ 2,3 miliar jika menggunakan batas atas dari kisaran harga IPO. 

 

Salesforce Ventures akan menjadi salah satu pembeli saham Kelas A senilai US$ 150 juta. Harga yang ditawarkan pun sesuai dengan harga IPO perusahaan yang melayani jasa brokerage saham itu.

 

Robinhood mengalokasikan sekitar 20% hingga 35% dari saham IPO untuk para penguna aplikasinya. Namun, angka alokasi itu masih bisa berubah bergantung pada permintaan dari pengguna aplikasinya serta investor lain

 

Banyak negara

 

Perusahaan rintisan yang hendak IPO tak harus berurusan dengan jasa keuangan. Ambil contoh Duolingo Inc. Pemilik aplikasi pendidikan bahasa itu bermaksud menggelar IPO, dengan mengincar valuasi lebih dari US$ 3 miliar. Dana hasil IPO dialokasikan untuk pengembangan fitur baru aplikasi tersebut. 

 

Mengutip Reuters, Selasa (20/7) perusahaan ini menawarkan 5,1 juta saham melalui IPO. Dengan kisaran harga antara US$85 dan US$ 95, perusahaan berpotensi mengumpulkan dana segar lebih dari US$ 485 juta.

 

Jika dihitung berdasar saham yang terdilusi secara penuh, yang mencakup sekuritas seperti opsi saham dan unit saham terbatas, Duolingo akan mencatatkan valuasi hingga US$ 4,38 miliar.

 

Duolingo memiliki sekitar 40 juta pengguna aktif bulanan. Sebanyak 40 bahasa bisa dipelajari melalui Dualingo. 

 

Rencana dua startup ini memperpanjang daftar perusahaan teknologi yang bakal melantai di bursa saham di berbagai negara. Ambil contoh, AirAsia

Group Bhd yang ingin mengantarkan lini bisnis digitalnya, AirAsia Super App atau AirAsia Digital, untuk melantai di bursa AS.  

 

AirAsia Digital berencana masuk ke bursa AS melalui proses merger dengan perusahaan SPAC. Tony Fernades CEO Grup AirAsia mengatakan, sudah banyak SPAC yang meminati lini usahanya itu.  “Kami telah menggandeng akuntan untuk rencana ini," ungkap dia.

 

Selain AirAsia, sejumlah perusahaan teknologi juga telah menyiapkan rencana IPO jumbo. Termasuk juga dari Indonesia seperti Traveloka, Bukalapak, dan GoTo. Lalu dari Korea Selatan, ada Krafton Inc dan Kakao Bank. Sementara dari negara Singapura, ada Grab Holding.    

Bagikan

Berita Terbaru

Siapkan Aturan Soal Nasib Proyek Whoosh
| Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57 WIB

Siapkan Aturan Soal Nasib Proyek Whoosh

Kementerian Keuangan, Kementerian Perhubungan, BP BUMN dan BPI Danantara sedang menyiapkan rancangan Perpres yang mengatur keberlanjutan Whoosh

2027, Siap Pungut Cukai Minuman Berpemanis
| Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:47 WIB

2027, Siap Pungut Cukai Minuman Berpemanis

Dirjen Bea dan Cukai Djaka Budi Utama menargetkan pungutan cukai minuman berpemanis berlaku semester II-2026

Menyoal Risiko Penyaluran Kredit dan Transparansi Bank Mandiri
| Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:23 WIB

Menyoal Risiko Penyaluran Kredit dan Transparansi Bank Mandiri

Kredit jumbo Bank Mandiri ke Jhonlin Group milik Haji Isam dengan jaminan saham menjadi sorotan karena nilai pinjaman dan risikonya belum jelas.

Pemerintah Percepat Restitusi Pajak
| Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:19 WIB

Pemerintah Percepat Restitusi Pajak

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menginstruksikan Ditjen Pajak untuk mempercepat restitusi pajak, khususnya untuk industri padat karya dan UMKM

Suntik Rp 20 Triliun ke BPJS Kesehatan
| Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:07 WIB

Suntik Rp 20 Triliun ke BPJS Kesehatan

Suntikan dana tersebut diatur melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 73 Tahun 2026. Pencairan dana tersebut dilakukan bertahap.​

Upaya Mengejar Setoran Pajak hingga Akhir Tahun
| Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:53 WIB

Upaya Mengejar Setoran Pajak hingga Akhir Tahun

Pemerintah masih harus mengumpulkan penerimaan sekitar Rp 750 triliun dalam tiga bulan              

Dibayangi Sentimen AS, IHSG Sepekan Naik 0,94%
| Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:54 WIB

Dibayangi Sentimen AS, IHSG Sepekan Naik 0,94%

Jumat (9/10), IHSG naik 1,04% atau 62,48 poin ke level 6.093,76. Dalam sepekan terakhir, IHSG tercatat menguat 0,94%.

Ecocare Indo Pasifik (HYGN) Siapkan Ekspansi Demi Kejar Target Kinerja
| Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:51 WIB

Ecocare Indo Pasifik (HYGN) Siapkan Ekspansi Demi Kejar Target Kinerja

PT Ecocare Indo Pasifik Tbk (HYGN) memperluas sumber pendapatan baru di bisnis layanan higienitas terintegrasi

Tertekan Aksi Jual Paksa, Bitcoin dan Ethereum Kompak Turun
| Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Tertekan Aksi Jual Paksa, Bitcoin dan Ethereum Kompak Turun

Pergerakan aset kripto masih berada dalam tekanan, akibat gelombang aksi jual paksa yang melanda berbagai platform aset digital

Review Sepekan: Otot Rupiah Masih Rapuh
| Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Review Sepekan: Otot Rupiah Masih Rapuh

Sempat melemah ke Rp 17.917 per dolar Amerika Serikat (AS) di awal pekan, rupiah menguat tipis di akhir perdagangan pekan ini.

INDEKS BERITA