Golden Agri-Resources Mengakuisisi Perusahaan Jasa Konsultasi dan Perdagangan

Rabu, 20 Maret 2019 | 19:06 WIB
Golden Agri-Resources Mengakuisisi Perusahaan Jasa Konsultasi dan Perdagangan
[]
Reporter: Herry Prasetyo | Editor: A.Herry Prasetyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lini bisnis perkebunan kelapa sawit Grup Sinarmas, Golden Agri-Resources Limited, mengakuisisi sebuah perusahaan jasa konsultasi dan perdagangan.

Mengutip keterbukaan informasi di Singapore Exchange, Golden Agri telah mengakuisisi 4.900 saham PT Wahana Agung Persada dengan nilai nominal Rp 1.000 per saham. 

Jumlah saham yang Golden Agri beli itu mewakili 49% dari total saham Wahana Agung Persada. Nilai transaksi akuisisi ini sebesar Rp 4,9 miliar. 

Executive Director and Chief Financial Officer Golden Agri Rafael Buhay Concepcion mengatakan, sumber dana akuisisi berasal dari kas internal. Dengan akuisisi ini, Wahana Agung Persada menjadi perusahaan asosiasi Golden Agri.

Belum jelas perusahaan apa Wahana Agung Persada ini. Golden Agri hanya menyebutkan, Wahana Agung Persada bergerak di bidang jasa konsultasi dan perdagangan.

Penelusuran KONTAN, Wahana Agung Persada beralamat di Jalan Riau Nomor 1, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat. Alamat tersebut sama persis dengan alamat kantor Sinar Mas Digital Venture (SMDV), perusahaan modal ventura milik Grup Sinarmas. 

Golden-Agri Resources merupakan lengan bisnis Grup Sinarmas di bidang perkebunan kelapa sawit. Golden Agri adalah induk usaha PT Smart Tbk (SMAR) melalui PT Purimas Sasmita. 

 

Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Industri Gadai Pertebal Pendanaan Menjelang Ramadan
| Minggu, 01 Februari 2026 | 04:40 WIB

Industri Gadai Pertebal Pendanaan Menjelang Ramadan

Untuk mengimbangi naiknya permintaan pembiayaan, perusahaan gadai berancang-ancang menyiapkan sokongan pendanaan.

Kurang dari 24 Jam, Friderica Widyasari Ditetapkan Isi Posisi Ketua & Wakil Ketua OJK
| Sabtu, 31 Januari 2026 | 20:46 WIB

Kurang dari 24 Jam, Friderica Widyasari Ditetapkan Isi Posisi Ketua & Wakil Ketua OJK

Mahendra Siregar sebelum pengunduran dirinya, menegaskan bahwa OJK akan melakukan reformasi secara keseluruhan secara cepat, tepat dan efektif.

Indikator RSI dan MACD Melemah, Tren Bullish CITA Masih Terjaga?
| Sabtu, 31 Januari 2026 | 11:00 WIB

Indikator RSI dan MACD Melemah, Tren Bullish CITA Masih Terjaga?

Pergerakan saham PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA) pada perdagangan hari ini menunjukkan tekanan jangka pendek di tengah dinamika pasar.

Dian Swastatika Sentosa (DSSA) Akan Stock Split Saham di Rasio 1:25
| Sabtu, 31 Januari 2026 | 08:33 WIB

Dian Swastatika Sentosa (DSSA) Akan Stock Split Saham di Rasio 1:25

Untuk stock split, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)  akan meminta persetujuan dari para pemegang saham melalui RUPSLB pada 11 Maret 2026.​

Rogoh Kocek Rp 200 Miliar, RMK Energy (RMKE) Siap Buyback Saham
| Sabtu, 31 Januari 2026 | 08:28 WIB

Rogoh Kocek Rp 200 Miliar, RMK Energy (RMKE) Siap Buyback Saham

PT RMK Energy Tbk (RMKE) mengumumkan rencana untuk pembelian kembali (buyback) saham sebesar Rp 200 miliar. 

Menutup Celah yang Sering Dianggap Sepele dengan Asuransi Perjalanan
| Sabtu, 31 Januari 2026 | 08:00 WIB

Menutup Celah yang Sering Dianggap Sepele dengan Asuransi Perjalanan

Membeli asuransi perjalanan saat ke luar negeri jadi hal biasa. Tapi, apakah tetap butuh asuransi buat perjalanan di dalam negeri?

Pasar Saham Semakin Suram
| Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:51 WIB

Pasar Saham Semakin Suram

Tekanan yang dialami pasar saham Indonesia semakin besar setelah para petinggi OJK dan bos bursa mengundurkan diri.

Diversifikasi IFSH: Ini Rencana Bisnis Baru Saat Nikel Global Tertekan
| Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:30 WIB

Diversifikasi IFSH: Ini Rencana Bisnis Baru Saat Nikel Global Tertekan

Harga nikel global terus anjlok, manajemen IFSH beberkan cara jaga profit. Temukan langkah konkret IFSH untuk amankan laba di 2026

Harga Bitcoin Anjlok: Strategi DCA Bisa Selamatkan Investor Kripto?
| Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:30 WIB

Harga Bitcoin Anjlok: Strategi DCA Bisa Selamatkan Investor Kripto?

Bitcoin anjlok 7% dalam sepekan, memicu likuidasi besar-besaran. Investor wajib tahu penyebabnya dan langkah mitigasi. 

Masih Rapuh
| Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:10 WIB

Masih Rapuh

Pengaturan ulang kembali bursa dengan standar dan tata kelola yang lebih jelas menjadi kunci penting.

INDEKS BERITA

Terpopuler