Harga Minyak dan Gas Membumbung, BP Cetak Laba Tertinggi Selama Delapan Tahun

Selasa, 08 Februari 2022 | 18:18 WIB
Harga Minyak dan Gas Membumbung, BP Cetak Laba Tertinggi Selama Delapan Tahun
[ILUSTRASI. Logo BP pada stasiun pengisian listrik untuk kendaraan di London, Inggris, 30 Januari 2021. REUTERS/Toby Melville]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - LONDON. Lonjakan harga minyak mentah dan gas alam di dunia mengangkat laba BP untuk tahun 2021 hingga level tertinggi dalam delapan tahun terakhir. Raksasa energi itu pun mendorong pembelian kembali saham dan mempercepat rencana untuk mengurangi emisi dengan peningkatan capital expenditure untuk bisnis energi rendah karbon.

Setelah mengalam kerugian besar di tahun 2020, BP mencetak laba tahunan US$ 12,85 miliar sepanjang tahun lalu. Peningkatan laba itu kemungkinan akan memperkuat seruan publik agar Inggris mengerek tarif pajak atas produsen energi, untuk membantu mengurangi tagihan energi konsumen.

"Ini semua karena satu hal saja, yaitu mengeksekusi strategi yang kami susun. Itu berhasil," kata Kepala Eksekutif BP Bernard Looney kepada Reuters.

Baca Juga: Nilai Portofolio Tertekan, Laba Softbank Tergerus hingga 97%

Pada kuartal keempat tahun 2021, laba biaya penggantian dasar yang merupakan definisi perusahaan untuk laba bersih, mencapai US$ 4,1 miliar, melebihi ekspektasi analis, yaitu US$ 3,93 miliar. Itu merupakan laba terbesar yang dicatat BP sejak awal 2013.

Saham BP menguat 1,4% pada perdagangan hari ini pukul 15:45 WIB, dibandingkan dengan penguatan indeks energi emiten di Eropa sebesar 1%. 

Kinerja cemerlang itu didukung oleh harga dan produksi minyak dan gas yang lebih tinggi, menutupi hasil perdagangan minyak yang lebih lemah dan dampak dari biaya energi yang lebih tinggi pada kegiatan operasi seperti penyulingan, kata perusahaan.

Harga gas alam dan listrik di seluruh dunia telah melonjak sejak pertengahan tahun lalu karena pasokan gas yang ketat dan permintaan yang lebih tinggi, seiring dengan pemulihan ekonomi dari masa lockdown.

Baca Juga: Rencana Penjualan ke Nvidia Batal, Arm Bersiap Mencatatkan Saham di Wall Street

Sepanjang tahun lalu, BP mencetak laba US$ 12,85 miliar dibandingkan dengan kerugian US$ 5,7 miliar pada 2020, ketika BP menghapus nilai aset minyak dan gasnya sebesar US$ 6,5 miliar menyusul penurunan permintaan energi. 

Utang BP turun menjadi US$ 30,6 miliar per akhir tahun lalu, dibandingkan US$ 8,3 miliar pada akhir tahun sebelumnya.

BP mempertahankan dividennya pada 5,46 sen per saham dan meningkatkan target pembelian kembali sahamnya menjadi US$ 1,5 miliar per kuartal dari US$ 1,25 miliar.

Belanja modal akan tumbuh pada 2022 ke kisaran US$ 14 miliar hingga US$ 15 miliar, naik dari US$ 12,8 miliar pada 2021.

Pekan lalu, Shell meningkatkan pembelian kembali saham dan dividennya setelah laba kuartal keempat mencapai tertinggi dalam delapan tahun, dibantu oleh kinerja perdagangan gas yang kuat.

Looney pada tahun 2020 mengumumkan rencana BP mengurangi emisi karbon selama beberapa dekade mendatang. Itu dilakukan melalui peningkatan kapasitas energi terbarukan 20 kali lipat pada tahun 2030 dan pengurangan produksi minyak hingga 40%, atau lebih dari 1 juta barel per hari.

Dalam pembaruan strateginya yang diumumkan pada Selasa, BP berniat mempertahankan rencana untuk membelanjakan US$ 14 miliar hingga US$ 16 miliar per tahun. BP juga bermaksud meningkatkan pengeluaran untuk energi rendah karbon, yang mencakup pengisian kendaraan ritel dan listrik, menjadi 40% dari total pengeluaran pada tahun 2025 dan 50% pada tahun 2030.

Baca Juga: Pasar Saham Global Kompak Terkoreksi Setelah The Fed Berikan Sinyal Lebih Hawkish

Bisnis ini diharapkan menghasilkan pendapatan US$ 9 miliar hingga US$ 10 miliar pada tahun 2030, kata BP, yang berusaha meredakan kekhawatiran investor atas pengembalian bisnis rendah karbon dalam jangka panjang.

BP juga mempercepat rencana pengurangan emisi karbonnya, yang sekarang bertujuan untuk memangkas semua emisi gas rumah kaca dari operasi, produksi, dan penjualannya menjadi nol pada tahun 2050, mengejar para pesaingnya termasuk Shell dan Equinor dari Norwegia.

"Kami mempercepat penghijauan BP. Keyakinan kami tumbuh pada peluang yang ditawarkan transisi energi," kata Looney.

Bagikan

Berita Terbaru

Harga Pangan Turun, Benarkah Mampu Redam Lonjakan Inflasi?
| Senin, 02 Februari 2026 | 04:50 WIB

Harga Pangan Turun, Benarkah Mampu Redam Lonjakan Inflasi?

Meskipun inflasi tahunan tinggi, harga pangan justru turun drastis. Cari tahu komoditas apa yang jadi penyeimbang di awal 2026.

Rasaio Klaim Asuransi Kesehatan Masih Tinggi, Industri Perkuat Pengelolaan Risiko
| Senin, 02 Februari 2026 | 04:45 WIB

Rasaio Klaim Asuransi Kesehatan Masih Tinggi, Industri Perkuat Pengelolaan Risiko

Tingginya rasio klaim asuransi kesehatan masih dialami baik oleh perusahaan asuransi umum maupun asuransi jiwa.

Serapan APBN Awal 2026 Masih Seret
| Senin, 02 Februari 2026 | 04:40 WIB

Serapan APBN Awal 2026 Masih Seret

Serapan belanja APBN awal 2026 kembali melambat, menahan daya dorong fiskal. Ketahui penyebab struktural dan dampaknya pada ekonomi Q1.

Kurs Rupiah Terjepit Krisis Kepercayaan
| Senin, 02 Februari 2026 | 04:30 WIB

Kurs Rupiah Terjepit Krisis Kepercayaan

Rupiah diprediksi tertekan di Februari 2026. Simak langkah cerdas mengamankan aset Anda dari potensi pelemahan kurs.

Kelesuan Pasar Membayangi Bisnis Hexindo Adiperkasa (HEXA)
| Senin, 02 Februari 2026 | 04:30 WIB

Kelesuan Pasar Membayangi Bisnis Hexindo Adiperkasa (HEXA)

Sejumlah tantangan yang membayangi industri alat berat, terutama pada sektor pertambangan, konstruksi dan kehutanan.

Pebisnis Siap Meraup Berkah Ramadan
| Senin, 02 Februari 2026 | 04:20 WIB

Pebisnis Siap Meraup Berkah Ramadan

Kemenperin memotret bahwa kenaikan produksi merupakan respons dari perusahaan industri untuk menyambut permintaan saat momentum Ramadan - Lebaran.

Jamu Pahit Pasar Saham Indonesia
| Senin, 02 Februari 2026 | 04:12 WIB

Jamu Pahit Pasar Saham Indonesia

Pasar saham yang kuat tak dibangun dari euforia sesaat, melainkan dari aturan yang jelas, tata kelola transparan dan investor jangka panjang.

Puluhan Juta dari Gerobak Padang yang Berkeliling
| Minggu, 01 Februari 2026 | 21:10 WIB

Puluhan Juta dari Gerobak Padang yang Berkeliling

Menu kuliner Padang jadi kesukaan banyak orang. Usaha Padang keliling pun laris manis. Cuannya bisa sampai puluhan juta loh!

 
 
Ekosistem AI Mengubah Peta Pasar Bisnis Cip Dunia
| Minggu, 01 Februari 2026 | 21:09 WIB

Ekosistem AI Mengubah Peta Pasar Bisnis Cip Dunia

Pesat kemajuan artificial intelligence membuat repot industri ponsel pintar. Mereka harus antre agar sama-sama mendapatkan cip semikonduktor.

 
Jejak Hijau Kampus Indonesia di Peta Dunia
| Minggu, 01 Februari 2026 | 21:09 WIB

Jejak Hijau Kampus Indonesia di Peta Dunia

Kampus-kampus di Indonesia makin serius menerapkan konsep kampus hijau. Mereka kini bersaing dengan kampus berkelanjutan

 
 
INDEKS BERITA

Terpopuler