Hebat, Penguatan Kurs Rupiah Hari Ini yang Tertinggi Kedua di Asia

Selasa, 22 Oktober 2019 | 22:46 WIB
Hebat, Penguatan Kurs Rupiah Hari Ini yang Tertinggi Kedua di Asia
[ILUSTRASI. Petugas merapikan mata uang rupiah di sebuah bank di Jakarta, Rabu (4/7).]
Reporter: Anna Suci Perwitasari, Intan Nirmala Sari | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kombinasi eksternal dan internal membuat rupiah melanjutkan penguatan. Kurs rupiah hari ini di pasar spot menguat 0,28% menjadi Rp 14.041 per dolar Amerika Serikat (AS).

Segendang sepenarian, kurs tengah rupiah di Bank Indonesia (BI) pun terapresiasi 0,52% ke level Rp 14.058 per dolar AS. Alhasil, rupiah menjadi mata uang dengan penguatan tertinggi kedua di Asia.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, sentimen eksternal yang menyokong kurs rupiah datang dari perang dagang AS-China. Terlebih, Presiden AS Donald Trump menegaskan optimismenya terhadap kesepakatan fase pertama bulan depan.

Baca Juga: Ada Peluang BI Pangkas Bunga Acuan, Kurs Rupiah Hari Ini Menguat 0,28%

Kedua raksasa ekonomi duania itu kabarnya bakal menandatangani kesepakatan dagang sebelum pertemuan APEC di Cile bulan depan. "Optimisme pasar menguat terkait perang dagang dan membuat rupiah ikut mendapatkan angin segar," kata Josua.

Sementara dari dalam negeri, penyokong pergerakan rupiah adalah ekspektasi pasar terhadap hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pekan ini. Josua menilai, peluang BI kembali memangkas suku bunga acuan sebesar 25 bps terbuka lebar.
 
"Rupiah juga mendapat keuntungan dari rally di pasar obligasi yang sudah berlangsung sejak pekan lalu," imbuh dia.

Posisi rupiah sebenarnya sempat menguat tajam. Salah satunya berkat konfirmasi Sri Mulyani kembali menduduki pos menteri keuangan. Alhasil, pasar pun lebih tenang lantaran pengelolaan fiskal lebih terjaga dalam lima tahun ke depan.

Baca Juga: Perang dagang dan penantian RDG BI menyokong rupiah

"Tetapi jelang penutupan, rupiah cenderung tertekan sehingga penguatannya tidak terlalu signifikan lagi setelah terseret pelemahan yuan China," ujar Josua.

Senada, Analis Asia Trade Point Futures Deddy Yusuf Siregar menuturkan, pelaku pasar mengapresiasi calon menteri yang Presiden Jokowi panggil sejak awal pekan ini. Posisi rupiah semakin kuat setelah Sri Mulyani Indrawati kembali menjabat sebagai menteri keuangan.

Untuk pergerakan besok, Josua optimistis rupiah kembali terapresiasi. Terlebih, jika pos menteri di jajaran ekonomi lebih jelas dan sesuai prediksi pasar. Dia menebak, rupiah ada di kisaran Rp 13.980-Rp 14.080 per dolar AS.

Baca Juga: Rupiah menembus Rp 13.999 per dolar, pasar respon positif nama-nama calon menteri

Deddy sepakat. Terlebih, tidak ada data dari eksternal yang cukup kuat untuk menggerakkan rupiah. Ia memprediksikan, rupiah bergerak dalam rentang Rp 13.920-13.960 per dollar AS.

Bagikan

Berita Terbaru

BRIS Makin Tertekan Usai Muncul Kabar Rencana Rights Issue 6,8 Miliar Saham
| Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:10 WIB

BRIS Makin Tertekan Usai Muncul Kabar Rencana Rights Issue 6,8 Miliar Saham

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 6,8 miliar saham Seri B untuk memperkuat permodalan.

Laba TAPG Masih Kencang, Tapi El Niño dan Biaya Pupuk Menguji 2027
| Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Laba TAPG Masih Kencang, Tapi El Niño dan Biaya Pupuk Menguji 2027

Produksi yang lebih rendah oleh TAPG dapat tetap diimbangi oleh volume penjualan yang lebih tinggi melalui pelepasan persediaan.

Akhir Tahun Trafik Bakal Naik, Prospek Emiten Jalan Tol JSMR dan CMNP Kian Menarik
| Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:30 WIB

Akhir Tahun Trafik Bakal Naik, Prospek Emiten Jalan Tol JSMR dan CMNP Kian Menarik

Selain trafik yang akan naik seiring mobilitas masyarakat yang meninggi jelang pergantian tahun, kenaikan tarif tol juga memberi angin segar.

Percepatan Penyaluran FLPP Menjadi Katalis Pendorong Kinerja BBTN
| Jumat, 09 Oktober 2026 | 20:50 WIB

Percepatan Penyaluran FLPP Menjadi Katalis Pendorong Kinerja BBTN

Prospek BBTN masih cukup positif, tetapi akan bergantung pada percepatan FLPP, kondisi pendanaan, dan kualitas aset.

Indeks Keyakinan Konsumen Menurun, Pola Konsumsi Jadi Faktor Penentu Sektor Ritel
| Jumat, 09 Oktober 2026 | 16:21 WIB

Indeks Keyakinan Konsumen Menurun, Pola Konsumsi Jadi Faktor Penentu Sektor Ritel

Penurunan tipis Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) September 2026 ke level 118,1 dari 118,5 menempatkan persepsi masyarakat di zona optimistis.

Perdagangan Obat di Minimarket Diperketat, Bagaimana Dampaknya ke Emiten Farmasi?
| Jumat, 09 Oktober 2026 | 15:45 WIB

Perdagangan Obat di Minimarket Diperketat, Bagaimana Dampaknya ke Emiten Farmasi?

Emiten farmasi besar seperti KLBF, KAEF, SIDO dan TPSC masih memiliki banyak pilihan kanal distribusi sehingga tidak bergantung dengan minimarket.

Ada Perpindahan Dana, Total Kelolaan Industri Reksadana Turun pada September 2026
| Jumat, 09 Oktober 2026 | 12:02 WIB

Ada Perpindahan Dana, Total Kelolaan Industri Reksadana Turun pada September 2026

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total dana kelolaan reksadana pada September 2026 tercatat sebesar Rp 641,10 triliun.

Pengembangan Industri Pusat Data di Kawasan Barelang
| Jumat, 09 Oktober 2026 | 08:46 WIB

Pengembangan Industri Pusat Data di Kawasan Barelang

Industri ini membutuhkan dukungan utilitas dan konektivitas yang kuat, mulai dari pasokan listrik, air, jaringan telekomunikasi,

11 Proyek Hilirisasi  Rp 180 Triliun Diresmikan
| Jumat, 09 Oktober 2026 | 08:38 WIB

11 Proyek Hilirisasi Rp 180 Triliun Diresmikan

Presiden Prabowo Subianto menyebut realisasi investasi di Kawasan IWIP mencapai lebih dari US$ 20 miliar

Beragam Respons Parpol di Parlemen
| Jumat, 09 Oktober 2026 | 08:28 WIB

Beragam Respons Parpol di Parlemen

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menuturkan, tindak lanjut putusan MK akan berada di ranah politik

INDEKS BERITA

Terpopuler