Hingga Pertengahan Juni Waskita Beton (WSBP) Raih Kontrak Rp 2,39 triliun

Sabtu, 22 Juni 2019 | 07:50 WIB
Hingga Pertengahan Juni Waskita Beton (WSBP) Raih Kontrak Rp 2,39 triliun
[]
Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mengantongi kontak baru sebesar Rp 2,39 triliun hingga pertengahan Juni ini. Adapun untuk sepanjang 2019 emiten anggota indeks Kompas100 ini, menargetkan kontrak baru sebesar Rp 10,39 triliun.

Jarot Subana, Direktur Utama WSBP, mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya telah mendapatkan beberapa proyek besar seperti proyek Tol Cibitung–Cilincing, Cimanggis–Cibitung, Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Jakarta–Cikampek II, Bogor–Ciawi, dan Sukabumi Seksi II. "Nilai kontrak baru hingga pertengahan Juni Rp 2,39 triliun," ungkapnya kepada KONTAN, Jumat (21/6).

Pencapaian ini menurun jika dibandingkan dengan nilai kontrak baru yang diraih Waskita Beton hingga Mei tahun lalu. Adapun hingga Mei 2018, nilai kontrak baru yang diraih WSBP sebesar Rp 2,78 triliun.

Sepanjang tahun ini manajeman Waskita Beton membidik nilai kontrak baru hingga Rp 10,39 triliun. Dari catatan KONTAN, WSBP masih optimistis sepanjang semester II-2019 mampu meraih kontrak baru senilai Rp 5 triliun.

Sementara untuk progres proyek-proyek yang tengah digarap, Jarot menuturkan, saat ini rata-rata pengerjaan mencapai 74,3%. Jarot menyebutkan, proyek-proyek yang sedang digeber penyelesaiannya itu, antara lain ruas tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM) di Jawa Timur.

Yang terang, jalan bebas hambatan ini dibangun sepanjang 38,29 kilometer (km) dengan proyeksi investasi sebesar Rp 12,22 triliun. Perkiraan awal, tol yang dibangun untuk mengurai kemacetan dan memperlancar arus logistik nasional ini beroperasi pada akhir Juli 2019.

WSPB juga tengah menyelesaikan pembangunan tol Bekasi Cawang Kampung Melayu (Becakayu) seksi I, tol Cibitung–Cilincing, tol Cimanggis–Cibitung (CCTW) seksi II, tol Depok-Antasari, dan tol Kayu Agung-Betung.

Di luar itu, Jarot menambahkan, masih ada dua proyek tol lainnya yang sedang dituntaskan perusahaan. "Ada tol PIK 2 dan Jembatan Patimban," sebutnya.

Nah, dari proyek-proyek utama yang sedang digarap tersebut, Waskita Beton hingga kuartal pertama tahun ini telah menggelontorkan dana belanja modal sebesar Rp 1,81 triliun. "Lebih jelasnya, dana tersebut untuk proyek tol KBLM dan tol Cimanggis–Cibitung," rinci Jarot.

Bagikan

Berita Terbaru

Tower Bersama Infrastructure (TBIG) Menyiapkan Belanja Modal Rp 4 Triliun
| Rabu, 10 Juni 2026 | 04:20 WIB

Tower Bersama Infrastructure (TBIG) Menyiapkan Belanja Modal Rp 4 Triliun

Untuk rencana ekspansi, TBIG tetap fokus pada pertumbuhan organik, baik melalui pembangunan menara, fiber optik, maupun konektivitas

Sinyal Positif bagi Pebisnis Alat Berat
| Rabu, 10 Juni 2026 | 04:10 WIB

Sinyal Positif bagi Pebisnis Alat Berat

Pemerintah akan melakukan relaksasi RKAB batubara secara terukur dengan mempertimbangkan perkembangan harga komoditas global.

Rupiah Jeblok, Bank Indonesia Mengerek BI Rate ke Angka 5,50% Hari Ini (9/6)
| Selasa, 09 Juni 2026 | 15:03 WIB

Rupiah Jeblok, Bank Indonesia Mengerek BI Rate ke Angka 5,50% Hari Ini (9/6)

Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuannya atau BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,50% dalam RDG Mingguan pada 9 Juni 2026.

Kilau Emiten Emas Meredup Akibat Sentimen Global dan Domestik
| Selasa, 09 Juni 2026 | 14:00 WIB

Kilau Emiten Emas Meredup Akibat Sentimen Global dan Domestik

Meskipun bukan termasuk komoditas yang ekspornya diatur oleh PT DSI, namun emiten emas tetap ikut terseret isu ekspor satu pintu.

TLKM Sempat Tertekan di Tengah Kabar Dividen Rp 222 per Saham & Buyback Rp 4 Triliun
| Selasa, 09 Juni 2026 | 12:57 WIB

TLKM Sempat Tertekan di Tengah Kabar Dividen Rp 222 per Saham & Buyback Rp 4 Triliun

Pelemahan saham TLKM dipicu sentimen negatif dari kabar penyelidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan korupsi di TLKM dan BRI.

Saham Batubara Terdiskon Dalam, Saatnya Berburu atau Menunggu?
| Selasa, 09 Juni 2026 | 12:36 WIB

Saham Batubara Terdiskon Dalam, Saatnya Berburu atau Menunggu?

Valuasi sektor batubara memang sudah jauh lebih murah dari rata-rata historis, tetapi belum mencapai level krisis seperti periode 2015-2016.

Timbang-Timbang Rencana Berobat ke Luar Negeri saat Rupiah Keok
| Selasa, 09 Juni 2026 | 12:31 WIB

Timbang-Timbang Rencana Berobat ke Luar Negeri saat Rupiah Keok

Fluktuasi nilai tukar rupiah bisa membuat biaya berobat ke luar negeri membengkak. Apakah berobat ke luar negeri tetap jalan?

Rapor Apik Obligasi Butuh Lebih dari Sekadar Intervensi
| Selasa, 09 Juni 2026 | 12:15 WIB

Rapor Apik Obligasi Butuh Lebih dari Sekadar Intervensi

Intervensi negara melalui Bond Stabilization Framework (BSF) hanya solusi jangka pendek untuk menahan gejolak di pasar obligasi.

Sentimen Negatif Dalam Negeri Terus Menaungi Pasar, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Selasa, 09 Juni 2026 | 08:35 WIB

Sentimen Negatif Dalam Negeri Terus Menaungi Pasar, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Dari dalam negeri, tekanan juga berasal dari derasnya arus keluar modal asing dan rupiah yang melemah hngga Rp 18.200 per dolar AS.

Itama Ranoraya (IRRA) Memperluas Jaringan Bisnis Alat Kesehatan
| Selasa, 09 Juni 2026 | 08:10 WIB

Itama Ranoraya (IRRA) Memperluas Jaringan Bisnis Alat Kesehatan

Pertumbuhan pesat industri alkes saat ini mencerminkan optimisme menuju kemandirian sektor kesehatan nasional.

INDEKS BERITA