Hiruk-Pikuk Danantara

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:10 WIB
Hiruk-Pikuk Danantara
[ILUSTRASI. Yuwono Triatmodjo (KONTAN/Steve GA)]
Yuwono Triatmodjo | Redaktur Pelaksana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harapan besar bertumpu pada Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) sejak awal pendiriannya. Menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi, merupakan frasa yang disematkan bagi sovereign wealth fund (SWF) ini.

Ragam kejadian unik menyertai perjalanan badan yang dinakhodai Rosan Perkasa Roeeslani yang juga menjabat Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) tersebut. Diawali dari pelantikan Muliaman Darmansyah Hadad dan Kaharuddin Djenod Daeng Manyambeang sebagai Kepala dan Wakil Kepala BPI Danantara oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada 22 Oktober 2024 silam.

Pelantikan tersebut ramai diberitakan oleh banyak media di Tanah Air, kala itu. Namun tanpa alasan yang jelas, berselang 4 bulan kemudian, Muliaman Hadad di geser dari posisi Kepala Danantara menjadi Wakil Ketua Dewan Pengawas Danantara. Sementara Kaharuddin Djenod kembali menjadi Direktur Utama PT PAL Indonesia.

Hingga akhirnya resmi dibentuk tanggal 24 Februari 2025, Danantara terus menjadi sorotan. Belum lama ini publik mempertanyakan pengungkapan laporan keuangan tahunan Danantara. Maklum saja, sebagai pengelola aset kekayaan negara senilai US$ 1 triliun, publik ingin tahu, bagaimana pengelolaan dan kinerjanya di bawah Danantara?

Namun publik masih harus bersabar. Hal ini karena Danantara menyebut dirinya sebagai lembaga independen yang berstatus sui generis alias memiliki karakteristik khusus.

Kini kegaduhan kembali muncul dengan kehadiran PP Nomor 19 Tahun 2026 tentang Perubahan atas PP No.10 Tahun 2025 Organisasi dan Tata Kelola BPI Danantara. Dalam PP tersebut, pemerintah memberikan peluang pemberian Penyertaan Modal Negara (PMN) dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kepada Danantara.

Alasannya, pemerintah tetap perlu menyediakan dukungan fiskal bagi entitas yang menjalankan tugas pelayanan publik. PP 19/2026 membolehkan Danantara membentuk lebih dari 1 holding investasi, salah satunya yakni holding investasi yang fokus pada pembangunan nasional dan pelayanan publik yang memberikan dampak sosial ekonomi.

Masih segar dalam ingatan, pada acara peringatan satu tahun Danantara Maret kemarin, Presiden menginginkan Danantara setor US$ 50 miliar saban tahun ke kas negara. Lah kok kini malah bicara PMN?

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

Rumor Dual Listing AMMN di Hong Kong Mencuat, Agoes Projosasmito: Belum Ada Rencana
| Senin, 13 Juli 2026 | 11:30 WIB

Rumor Dual Listing AMMN di Hong Kong Mencuat, Agoes Projosasmito: Belum Ada Rencana

PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) lebih dulu menggelar dual listing di Papan Utama HKEX dan melantai pada 26 Juni 2026.

Menakar Efek Mandatori Bioetanol E20 Terhadap Emiten Produsen Etanol
| Senin, 13 Juli 2026 | 10:30 WIB

Menakar Efek Mandatori Bioetanol E20 Terhadap Emiten Produsen Etanol

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan bahwa pada tahun depan program mandatori bioetanol E20 akan berlaku. 

Smelter HPAL SLNC Bakal Beroperasi, Prospek MDKA Makin Berseri
| Senin, 13 Juli 2026 | 09:30 WIB

Smelter HPAL SLNC Bakal Beroperasi, Prospek MDKA Makin Berseri

Salah satu katalis positif bagi MDKA berasal dari akan beroperasinya smelter HPAL milik PT Sulawesi Nickel Cobalt (SLNC).

Biaya Energi Menyusut, Margin Emiten Tambang Mineral Bisa Pulih
| Senin, 13 Juli 2026 | 09:18 WIB

Biaya Energi Menyusut, Margin Emiten Tambang Mineral Bisa Pulih

Biaya energi turun, profitabilitas emiten tambang diprediksi membaik di paruh kedua 2026. AMMN dan INCO paling sensitif terhadap perubahan ini.

Penguatan Dolar Amerika Masih Menekan Mata Uang Asia
| Senin, 13 Juli 2026 | 08:45 WIB

Penguatan Dolar Amerika Masih Menekan Mata Uang Asia

Rupiah melemah 0,58% pekan lalu, mencapai Rp 18.065 per dolar AS. Ketegangan geopolitik dan suku bunga AS jadi pemicu. Simak proyeksi selengkapnya

Sudah Saatnya KPI Direksi BEI Diperluas
| Senin, 13 Juli 2026 | 08:24 WIB

Sudah Saatnya KPI Direksi BEI Diperluas

Target ambisius BEI Rp 30.000 triliun terancam. Peningkatan kualitas IPO dan daya tarik emiten asing jadi kunci agar dana global masuk.

Produksi dan Penjualan Emas BRMS Mengalami Kenaikan di Kuartal II-2026
| Senin, 13 Juli 2026 | 08:14 WIB

Produksi dan Penjualan Emas BRMS Mengalami Kenaikan di Kuartal II-2026

Kenaikan volume penjualan emas sekitar 50% dibandingkan kuartal sebelumnya akan mampu mengimbangi pelemahan harga jual rata-rata.

Keyakinan Investor Anjlok, Net Sell Deras, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Senin, 13 Juli 2026 | 08:08 WIB

Keyakinan Investor Anjlok, Net Sell Deras, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Investor belum memiliki keyakinan kuat untuk meningkatkan eksposur risiko. Di sisi lain, investor asing terus mencetak net sell. 

Prospek Harga Emas Pekan Ini: Geopolitik, Inflasi, hingga Bank Sentral Jadi Penentu
| Senin, 13 Juli 2026 | 07:47 WIB

Prospek Harga Emas Pekan Ini: Geopolitik, Inflasi, hingga Bank Sentral Jadi Penentu

Arah pergerakan emas tetap sangat bergantung pada hasil berbagai data ekonomi Amerika Serikat yang akan dirilis pekan ini.

Persib Bandung Mau IPO, Sepakbola Domestik Sudah Jadi Industri?
| Senin, 13 Juli 2026 | 07:43 WIB

Persib Bandung Mau IPO, Sepakbola Domestik Sudah Jadi Industri?

Rencana PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) untuk melantai di Bursa Efek Indonesia belakangan ini menyedot perhatian publik.

INDEKS BERITA

Terpopuler