IHSG Rawan Aksi Ambil Untung, Ini Rekomendasi Saham yang Bisa Dilirik
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan dipengaruhi oleh sejumlah sentimen pada perdagangan Senin (25/7). Salah satunya, dari dalam negeri, yaitu respons pasar terhadap langkah Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan tingkat suku bunga, di tengah tren kenaikan bunga di belahan dunia lain.
Analis Panin Sekuritas Christian Anderson Yuwono mengatakan, keputusan BI ini menghapus kekhawatiran pencarian sumber dana berbasis bunga, khususnya untuk saham-saham teknologi. Sebagai kilas balik, BI memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI 7 day reverse repo rate (BI7DRR) di level 3,5%. Sementara itu, bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve diperkirakan menaikkan lagi bunga acuan sebesar 75 basis poin pada pertemuan FOMC 26-27 Juli.
"Untuk sentimen luar negeri yang perlu diperhatikan adalah pengumuman keputusan suku bunga Amerika Serikat (AS) yang akan diumumkan minggu depan," terang Anderson, Minggu (24/7).
Proyeksi dia, IHSG akan bergerak di level support 6.761 dan resistance di level 6.893 pada perdagangan Senin (25/7). Investor bisa mencermati saham berbasis teknologi dan juga saham perbankan digital.
Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova menilai, pekan depan pasar saham akan minim sentimen dari data ekonomi. Pasar masih menanti rilis data inflasi di awal Agustus 2022.
Melihat pergerakan indeks saham di kawasan Asia yang cenderung bergerak mixed, serta bursa saham Eropa yang menguat terbatas cenderung fluktuatif pekan lalu, diperkirakan IHSG menguat terbatas pada perdagangan saham Senin (25/7). Indeks saham akan lebih rawan terkena aksi ambil untung.
"Menjelang FOMC, ada kemungkinan terjadi aksi profit taking, mengingat volatilitas pasar saham tahun ini cukup tinggi," kata Ivan, Minggu (24/7). Namun, selama IHSG masih bertahan di atas level 6.560, skenario terbaik adalah IHSG hanya berkonsolidasi sementara.
Proyeksi Ivan, IHSG hari ini bergerak di level support 6.810, sementara resistance di level 6.961. Saham yang menurut Ivan bisa dicermati berikut target jangka pendeknya yakni BBRI dengan target Rp 4.380, INCO Rp 6.050, BBNI Rp 8.000, dan WIRG dengan target harga Rp 670.
Sebagai gambaran, IHSG berhasil menguat 0,33% ke level 6.886,962 pada perdagangan Jumat (22/7). Penguatan ini mendorong indeks naik 3,53% dalam sepekan lalu.
