Triple Deficit

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:06 WIB
Triple Deficit
[ILUSTRASI. TAJUK - Khomarul Hidayat (KONTAN/Indra Surya)]
Khomarul Hidayat | Redaktur Pelaksana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tiga indikator penting ekonomi Indonesia mencatatkan defisit. Triple deficit ini layak diperhatikan lantaran muncul pada saat bersamaan. Tiga defisit tersebut jika makin membesar angkanya bisa menimbulkan persepsi yang buruk tentang stabilitas dan fundamental ekonomi Indonesia mengingat ketiganya merupakan sinyal kesehatan makroekonomi kita.

Triple deficit yang tengah dihadapi Indonesia tersebut; pertama, defisit transaksi berjalan. Data terbaru Bank Indonesia (BI) yang dirilis, Jumat (21/8), mencatat defisit transaksi berjalan Indonesia makin melebar pada kuartal II 2026. 

Defisit transaksi berjalan tercatat US$ 12,5 miliar atau 3,3% dari produk domestik bruto (PDB). Defisit transaksi berjalan tersebut meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencapai US$ 3,6 miliar atau 1,0% dari PDB.  Menurut data LSEG yang dikutip Reuters, defisit transaksi berjalan Indonesia periode April hingga Juni 2026 itu merupakan yang terlebar sejak kuartal keempat tahun 2018. Defisit yang melebar dapat menambah tekanan pada rupiah dan memengaruhi keputusan pengetatan moneter bank sentral. 

Kedua, defisit Neraca Pembayaran Indonesia (NPI). Catatan BI, NPI pada triwulan II 2026 defisit US$ 0,9 miliar. Kabar baiknya, angka ini memang sudah jauh lebih kecil dibandingkan dengan defisit pada triwulan I 2026 sebesar US$ 9,1 miliar. Defisit NPI ini mencerminkan arus modal keluar lebih besar dibandingkan arus masuk.

Ketiga, defisit fiskal. Dalam pidato kenegaraan beberapa waktu lalu, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa hingga Juli 2026 Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 mencatatkan defisit sebesar 0,91% dari PDB.

Defisit ini terjadi karena realisasi pendapatan negara masih lebih rendah dibandingkan kebutuhan belanja negara yang meningkat cukup signifikan. Pendapatan negara pada periode tersebut tumbuh tinggi sebesar 21,3% secara tahunan. Sementara itu, belanja negara tercatat naik 18,2%. 

Kombinasi triple deficit tersebut mungkin salah satu yang membebani pasar keuangan kita beberapa waktu lalu. Bahkan, sampai membuat kurs rupiah jatuh hingga menembus Rp 18.000 per dolar AS kendati belakangan ini berangsur menguat.

Dus, fenomena triple deficit harus menjadi perhatian pemerintah walau diperkirakan tekanan bakal mereda. Dari sisi fiskal, menjaga defisit anggaran tidak jauh melebar menjadi kunci penting. Lalu, menggenjot kinerja ekspor juga kunci lain agar defisit transaksi berjalan tidak semakin membesar. Syukur-syukur bisa mencetak surplus.

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Menyasar Investor Ritel, SR025 Mengejar Target Rp 20 Triliun
| Sabtu, 22 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Menyasar Investor Ritel, SR025 Mengejar Target Rp 20 Triliun

Kupon yang ditawarkan 6,80% per tahun untuk SR025 tenor 3 tahun. Sementara, kupon untuk SR025 tenor 5 tahun sebesar 6,9%.

Triple Deficit
| Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:06 WIB

Triple Deficit

Kombinasi triple deficit tersebut mungkin salah satu yang membebani pasar keuangan kita beberapa waktu lalu.

Rupiah Sepekan Menguat, Berpeluang Lanjut Naik di Pekan Depan
| Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Rupiah Sepekan Menguat, Berpeluang Lanjut Naik di Pekan Depan

 Pelemahan imbal hasil US Treasury menjadi salah satu katalis yang menopang pergerakan rupiah sepekan ini.

WINS Intip Peluang dari Proyek Migas Baru
| Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:00 WIB

WINS Intip Peluang dari Proyek Migas Baru

Untuk itu WINS berencana untuk menambah jumlah armadanya hingga dua tahun ke depan menjadi 22 armada.

Investasi Asuransi Syariah Ambles
| Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:45 WIB

Investasi Asuransi Syariah Ambles

Perusahaan asuransi syariah hanya mengumpulkan hasil investasi sebanyak Rp 117,13 miliar selama semester I-2026. 

Bea Keluar Emas dan Jebakan Tarif Progresifnya
| Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:32 WIB

Bea Keluar Emas dan Jebakan Tarif Progresifnya

Mengejar penyelundup satu demi satu di bandara itu hanya mengobati gejala, bukan penyakit yang sesungguhnya.

Mitra Pinasthika Mustika (MPMX) Jaga Peluang Pasar Mobil Bekas di Semester II-2026
| Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:19 WIB

Mitra Pinasthika Mustika (MPMX) Jaga Peluang Pasar Mobil Bekas di Semester II-2026

Di tengah tantangan daya beli, PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) berharap bisnis mobil bekas membaik di semester kedua.

Kunci Prinsip Investasi Bryan David Emil: Cerdas Mengelola Risiko
| Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:19 WIB

Kunci Prinsip Investasi Bryan David Emil: Cerdas Mengelola Risiko

Mengupas stretegi berinvestasi dan keranjang investasi Bryan David Emil, Direktur Utama PT Martina Berto Tbk (MBTO)

BI Minta Bank Dorong Penyaluran Kredit UMKM
| Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:30 WIB

BI Minta Bank Dorong Penyaluran Kredit UMKM

Pertumbuhan kredit ke sektor tersebut hingga pertengahan 2026 masih tipis, hanya 1,2% secara tahunan

Purbaya Tambah Rp 31 Triliun untuk PPPK Jadi PNS
| Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:11 WIB

Purbaya Tambah Rp 31 Triliun untuk PPPK Jadi PNS

Menkeu Purbaya memastikan tambahan anggaran tersebut tidak menambah defisit anggaran tahun depan    

INDEKS BERITA

Terpopuler