IHSG Rawan Terkoreksi, Valbury Sekuritas Merekomendasikan Saham-Saham Ini

Jumat, 19 Juli 2019 | 11:45 WIB
IHSG Rawan Terkoreksi, Valbury Sekuritas Merekomendasikan Saham-Saham Ini
[]
Reporter: Yuwono Triatmodjo | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Valbury Sekuritas Indonesia menyebutkan keputusan Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) 25 bps menjadi 5,75% kemungkinan besar telah direspon oleh pelaku pasar sampai akhir perdagangan Kamis (18/7) kemarin. Tudingan Google telah disusupi oleh intelijen China, justru menjadi sentimen eksternal yang bisa menekan IHSG.

Hari ini, Jumat (19/7) Valbury mematok titik support IHSG berturut-turut di level 6384, 6364, dan 6352. Adapun titik resistance IHSG berada di posisi 6415,6427 dan 6447.

Untuk hari ini, Valbury Sekuritas merekomendasikan trading buy untuk beberapa saham. Diantaranya adalah ASII, INTP, PTBA, ADRO, ANTM, dan JPFA.

Untuk saham PT Astra International Tbk (ASII), rekomendasi beli ada di level Rp 7.075-Rp 7.150 per saham. Titik resistance saham ASII ada di level Rp 7.325 dan support di posisi Rp 7.075 per saham. Batasi resiko Anda di level Rp 7.000 per saham.

Sedangkan saham Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) memiliki titik resistance di level Rp 22.125 dan support di posisi Rp 21.375 per saham. Saran beli jika harga saham INTP bergerak di kisaran Rp 21.375 hingga Rp 21.825 per saham. Titik cutloss ada di level Rp 21.225 per saham.

Berikutnya adalah saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Jika tertarik membeli saham perusahaan tambang pelat merah ini, Anda disarankan membeli saat harganya di Rp 2.830-Rp 2.870 per saham. Target harga saham PTBA hari ini berada di level Rp 2.910 per saham. Adapun titik support di posisi Rp 2.830 per saham. Batasi resiko Anda saat harga saham PTBA turun ke level Rp 2.800 per saham.

Sedangkan untuk saham PT Adaro Energy (ADRO), Titik support berada di level Rp 1.270 dan resistance di posisi Rp 1.335 per saham. Target harga saham ADRO berada di posisi Rp 1.335 per saham. Beli jika saham ADRO berada di kisaran Rp 1.270-Rp 1.300. Namun batasi resiko Anda jika harga saham perusahaan tambang ini turun ke level Rp 1.255 per saham. 

Selanjutnya adalah saham ANTM. Target harga saham ini ada di level Rp 985 per saham. Anda disarankan membeli saat harganya berada di kisaran Rp 920-Rp 950 per saham. Jangan lupa, batasi resiko Anda jika harga saham ANTM turun ke posisi Rp 905 per saham.

Yang terakhir adalah saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA). Hari ini saham JPFA memiliki target harga di posisi Rp 1.655 per saham. Anda disarankan membeli saat harganya ada di kisaran Rp 1.615 hingga Rp 1.630 per saham. Batasi resiko Anda saat harga saham JPFA ada di posisi Rp 1.600 per saham.

Bagikan

Berita Terbaru

Manuver EMTK Serok Saham BUKA & SAME Bak Sinyal ke Pasar, Investor Ritel bisa Ikutan?
| Jumat, 20 Februari 2026 | 10:30 WIB

Manuver EMTK Serok Saham BUKA & SAME Bak Sinyal ke Pasar, Investor Ritel bisa Ikutan?

Langkah EMTK mencerminkan strategi portofolio jangka panjang yang terukur, alih-alih sekadar aksi spekulatif sesaat.

Terbang Tinggi Bak Tanpa Rem, Analis Wanti-Wanti Euforia Saham INDS
| Jumat, 20 Februari 2026 | 09:50 WIB

Terbang Tinggi Bak Tanpa Rem, Analis Wanti-Wanti Euforia Saham INDS

Risiko koreksi saham PT Indospring Tbk (INDS) tinggi karena kenaikan harga sebelumnya yang signifikan.

Saham UNTR Ditopang Agresivitas Vanguard Hingga FIM di Tengah Penantian Vonis Martabe
| Jumat, 20 Februari 2026 | 09:30 WIB

Saham UNTR Ditopang Agresivitas Vanguard Hingga FIM di Tengah Penantian Vonis Martabe

Pemulihan status Martabe menjadi faktor krusial yang bisa merombak total peta proyeksi laba PT United Tractors Tbk (UNTR).

Meroket Paling Tinggi, Saham SOCI Masih Punya Tenaga Menuju Level Rp 800?
| Jumat, 20 Februari 2026 | 09:30 WIB

Meroket Paling Tinggi, Saham SOCI Masih Punya Tenaga Menuju Level Rp 800?

Faktor geopolitik yang tak menentu serta kebijakan pemerintah memoles prospek PT Soechi Lines Tbk (SOCI).

Penjualan Otomotif Ngebut di Awal 2026, Roda Bisnis AUTO & DRMA Menggelinding Kencang
| Jumat, 20 Februari 2026 | 08:35 WIB

Penjualan Otomotif Ngebut di Awal 2026, Roda Bisnis AUTO & DRMA Menggelinding Kencang

PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) dan PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) memiliki posisi kuat di pasar aftermarket.

Saham HRUM Kian Harum Seiring Transformasi Bisnis yang Kian Matang, Laba bisa Meroket
| Jumat, 20 Februari 2026 | 08:00 WIB

Saham HRUM Kian Harum Seiring Transformasi Bisnis yang Kian Matang, Laba bisa Meroket

Tren naik saham PT Harum Energy Tbk (HRUM) tetap terjaga sepanjang bisa bertahan di atas level 1.100.

Beban Berkurang Seiring Tekanan Jual CIC Mereda, Gerak Saham BUMI Bakal Lebih Enteng?
| Jumat, 20 Februari 2026 | 07:25 WIB

Beban Berkurang Seiring Tekanan Jual CIC Mereda, Gerak Saham BUMI Bakal Lebih Enteng?

Kunci utama BUMI dalam menghadapi siklus normalisasi harga batubara terletak pada struktur biaya produksi dan pengelolaan tumpukan beban utang.

Kebijakan Pemerintah Tentukan Arah Rupiah
| Jumat, 20 Februari 2026 | 05:30 WIB

Kebijakan Pemerintah Tentukan Arah Rupiah

BI menahan suku bunga, tapi rupiah terus melemah. Apa saja faktor global dan domestik yang membuat upaya bank sentral belum berhasil?

Gencar Ekspansi Bisnis, Prospek Sejahtera Anugrahjaya (SRAJ) Semakin Sehat
| Jumat, 20 Februari 2026 | 05:05 WIB

Gencar Ekspansi Bisnis, Prospek Sejahtera Anugrahjaya (SRAJ) Semakin Sehat

Kontribusi fasilitas baru PT Sejahtera Anugrahjaya Tbk (SRAJ) bisa mendorong pendapatan perusahaan tumbuh 10%–15% secara tahunan pada 2026.

Jelang Libur Akhir Pekan, IHSG Ambrol, Rupiah Ambruk, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini
| Jumat, 20 Februari 2026 | 04:43 WIB

Jelang Libur Akhir Pekan, IHSG Ambrol, Rupiah Ambruk, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

Tekanan jual meningkat seiring pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), yang kemarin hampir menjebol Rp 17.000. 

INDEKS BERITA