Incar Pertumbuhan Kinerja 10% Tahun Ini, Ancol (PJAA) Getol Menggaet Mitra Bisnis

Rabu, 15 April 2026 | 04:19 WIB
Incar Pertumbuhan Kinerja 10% Tahun Ini, Ancol (PJAA) Getol Menggaet Mitra Bisnis
[]
Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Sandy Baskoro

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelaku bisnis pariwisata menatap optimisme prospek kinerja di sepanjang tahun ini. Salah satu pemain, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) menyiapkan sejumlah strategi agar kinerja keuangan 2026 tumbuh 10% dibandingkan realisasi 2025. 

Berdasarkan laporan keuangan full year 2025, Ancol membukukan pendapatan sebesar Rp 1,12 triliun. Jumlah ini menyusut 11,81% dibandingkan pendapatan usaha 2024 di posisi Rp 1,27 triliun. Namun dari sisi bottom line, laba bersih PJAA tumbuh tipis 1,34% secara tahunan atau year-on-year (yoy) menjadi Rp 180,19 miliar.

Baca Juga: Harga Amonia serta Proyek SAF dan Blue Amonia Menyengat Saham ESSA

Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Syahmudrian Lubis mengatakan, untuk meningkatkan kinerja pada tahun ini, pihaknya akan mengoptimalkan aset-aset Ancol dan ekosistemnya. "Dengan begitu, kami mengharapkan bisa memberikan pengalaman-pengalaman baru kepada pengunjung," ujar pria yang akrab disapa Ian, dalam konferensi pers seusai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PJAA di Ancol, Jakarta Utara, kemarin.

Agenda kerja sama

Manajemen PJAA pada tahun ini juga akan menjalin beberapa kemitraan strategis dengan sejumlah pihak, baik di tingkat lokal maupun global. Langkah ini perlu ditempuh dalam upaya memperkuat daya saing di bisnis rekreasi. 

Baca Juga: Asing Akumulasi ASII, Tekanan Otomotif Dinilai Masih Wajar

Salah satu rencana Ancol adalah mengaktivasi kembali hiburan malam hari (night entertainment). Dus, Ian membeberkan, PJAA tengah bekerja sama dengan mitra bisnis untuk pembangunan dan pengembangan beach club di kawasan Ancol. 

Selain itu, dalam waktu dekat Ancol dengan mitra lokal akan membangun pusat gaya hidup baru di lokasi yang sebelumnya restoran sekaligus pantai Segarra. "Lokasi itu akan menjadi kombinasi antara tempat padel, ada semi beach club juga, dan lain-lain. Jadi pengunjung bisa berolahraga padel sambil menikmati pantai dan lainnya," ujar Ian.

Baca Juga: Daya Beli Tercekik, Emiten Consumer Staples Dihantui Ancaman Pertumbuhan Semu!

Proyek lainnya, PJAA juga bakal melakukan reklamasi pantai dengan mitra global. Menurut Ian, saat ini ada 16 perusahaan dari mancanegara, mulai dari Eropa, China, Korea Selatan, hingga beberapa mitra bisnis dari dalam negeri. "Semua (kerja sama) akan melalui beauty contest. Kami akan melihat siapa yang memberikan nilai terbaik bagi Ancol. Jika hasilnya hampir sama, maka prosesnya akan kami ulang lagi," ucap Ian.

Dengan langkah ini, manajemen PJAA berharap para mitra dapat memberikan kontribusi yang menguntungkan bagi perusahaan untuk mengoptimalkan wahana di Ancol.

Baca Juga: Emiten Siap Membayar Dividen, Investor Bisa Mengalap Cuan

Adapun pada tahun ini, Ancol mengalokasikan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp 70 miliar untuk keperluan infrastruktur dan lainnya.

Dalam kesempatan yang sama, Komisaris Utama PJAA Irfan Setiaputra menambahkan, pihaknya optimistis dapat menumbuhkan kinerja keuangan pada tahun ini sebesar 10%. 

Kendati demikian, Irfan membeberkan bahwa kuartal pertama tahun ini merupakan periode yang cukup menantang bagi PJAA. Hal tersebut disebabkan cuaca hujan yang cukup sering mengguyur Jakarta pada awal tahun ini. "Tentu bukan alasan. Namun memang agak menantang beberapa bulan kemarin. Cuaca hujan dan banjir rob sangat berdampak kepada kami secara langsung," imbuh Irfan. 

Baca Juga: Penjualan Alat Berat dan Batubara UNTR Merosot di Dua Bulan Pertama 2026

Dalam RUPS kemarin, PJAA resmi mengangkat Syahmudrian Lubis sebagai Direktur Utama PJAA. Ian sebelumnya menjadi Direktur Komersial Pembangunan Jaya Ancol sejak 2025. "Dengan menerima amanah ini, saya juga harus sadar bahwa banyak PR (pekerjaan rumah) yang harus dilakukan, harapan-harapan yang diminta Pak Gubernur, juga yang diminta Komisaris di sini untuk segera memberikan refreshment terhadap Ancol," kata Ian. Sebelumnya, PJAA telah menerima surat pengunduran diri Winarto selaku Direktur Utama pada 13 April 2026.

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Membedah Diversifikasi Bisnis PGEO ke Data Center dan Hidrogen
| Kamis, 16 April 2026 | 18:38 WIB

Membedah Diversifikasi Bisnis PGEO ke Data Center dan Hidrogen

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mengumumkan rencana menambah lini bisnis ke hidrogen dan data center.

Menakar Nasib Investasi BUMN di Saham Emiten Pailit yang Bakal Delisting
| Kamis, 16 April 2026 | 17:42 WIB

Menakar Nasib Investasi BUMN di Saham Emiten Pailit yang Bakal Delisting

Dari sisi laporan keuangan, akan ada impairement yang signifikan karena perusahaan harus melakukan write-off atas nilai investasinya.

Kuota RKAB Disunat Pemerintah, INCO Kebut Revisi Demi Amankan Pasokan Smelter
| Kamis, 16 April 2026 | 09:46 WIB

Kuota RKAB Disunat Pemerintah, INCO Kebut Revisi Demi Amankan Pasokan Smelter

Kendati dibayangi pemangkasan kuota, para analis masih memandang positif prospek kinerja keuangan dan saham INCO.

Harga Timah Global Melesat, TINS Kebut Produksi dan Siap Eksekusi Proyek Tanah Jarang
| Kamis, 16 April 2026 | 09:25 WIB

Harga Timah Global Melesat, TINS Kebut Produksi dan Siap Eksekusi Proyek Tanah Jarang

TINS akan menyuplai bahan baku mineral tanah jarang dari Sisa Hasil Produksi timah ke fasilitas produksi bersama Perminas. 

Bidik Dana Rp 159,9 Miliar, Royaltama Mulia Kontraktorindo (RMKO) Gelar Rights Issue
| Kamis, 16 April 2026 | 08:57 WIB

Bidik Dana Rp 159,9 Miliar, Royaltama Mulia Kontraktorindo (RMKO) Gelar Rights Issue

Saham baru ini dipatok dengan harga Rp 350 per saham. Dus, dari rights issue, RMKO berpotensi meraup dana segar maksimal Rp 159,9 miliar.​

Berkah Blokade Hormuz, ADMR Siap Panen Cuan dari Smelter Aluminium Baru di Kaltara
| Kamis, 16 April 2026 | 08:55 WIB

Berkah Blokade Hormuz, ADMR Siap Panen Cuan dari Smelter Aluminium Baru di Kaltara

Letak geografis yang relatif aman dari zona konflik membuat ADMR dalam kondisi yang pas untuk menyuplai pasar Asia Timur.

Kinerja 2025 Masih Kuat, Laba Metrodata Electronics (MTDL) Pada 2026 Bisa Melesat
| Kamis, 16 April 2026 | 08:50 WIB

Kinerja 2025 Masih Kuat, Laba Metrodata Electronics (MTDL) Pada 2026 Bisa Melesat

Prospek PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) pada 2026 diproyeksi masih cerah. Ini berkaca pada pertumbuhan kinerja MTDL pada 2025.

Rupiah Melemah, Laba Mayora Indah (MYOR) Bisa Tak Bergairah
| Kamis, 16 April 2026 | 08:41 WIB

Rupiah Melemah, Laba Mayora Indah (MYOR) Bisa Tak Bergairah

Pelemahan rupiah dalam jangka menengah bisa menekan margin emiten konsumer, termasuk PT Mayora Indah Tbk (MYOR). ​

Adaro Andalan (AADI) Divestasi Aset Batubara di Australia Senilai US$ 1,85 Miliar
| Kamis, 16 April 2026 | 08:32 WIB

Adaro Andalan (AADI) Divestasi Aset Batubara di Australia Senilai US$ 1,85 Miliar

PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) berencana menjual seluruh saham tambang batubara Kestrel Coal Group Pyt Ltd di Australia.

Modal Asing Bikin Utang Luar Negeri Naik
| Kamis, 16 April 2026 | 08:11 WIB

Modal Asing Bikin Utang Luar Negeri Naik

Posisi utang luar negeri Indonesia melonjak pada Februari 2026. Kenaikan drastis ini didorong bank sentral.    

INDEKS BERITA

Terpopuler