Indeks FTSE Punya Penghuni Baru, Simak Rekomendasi Sahamnya

Senin, 26 Mei 2025 | 06:33 WIB
Indeks FTSE Punya Penghuni Baru, Simak Rekomendasi Sahamnya
[ILUSTRASI. Dua saham dari Bursa Efek Indonesia (BEI) masuk ke dalam Indeks FTSE, yakni PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dan PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ). KONTAN/Cheppy A. Muchlis/08/05/2025]
Reporter: Rashif Usman | Editor: Narita Indrastiti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. FTSE Russell merilis hasil tinjauan kuartalan untuk FTSE Global Equity Index Series edisi Juni 2025. Dalam pembaruan tersebut, dua saham dari Bursa Efek Indonesia (BEI) masuk ke dalam jajaran konstituen indeks global ini, yakni PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dan PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ).

Saham AADI tercatat sebagai bagian dari kategori small cap, yaitu emiten dengan kapitalisasi pasar kecil. Sementara itu, DAAZ masuk ke dalam kelompok micro cap atau perusahaan dengan kapitalisasi pasar sangat kecil. Pemilihan kedua saham ini akan berlaku efektif pada 23 Juni 2025 mendatang.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Pendapatan Berulang Masih Jadi Tumpuan Summarecon Agung Tbk (SMRA)
| Rabu, 20 Mei 2026 | 06:00 WIB

Pendapatan Berulang Masih Jadi Tumpuan Summarecon Agung Tbk (SMRA)

Meskipun laba bersih SMRA anjlok 20%, pendapatan perusahaan justru tumbuh solid. Cari tahu penyebab penurunan laba dan bagaimana proyeksi analis.

Leasing Susun Siasat Menjaga Biaya Dana
| Rabu, 20 Mei 2026 | 05:35 WIB

Leasing Susun Siasat Menjaga Biaya Dana

Pergerakan suku bunga akan memengaruhi biaya pendanaan multifinance, yang hingga kini masih banyak bergantung pada sektor perbankan.

Koreksi Rupiah Mengerek Biaya Produksi Pertanian
| Rabu, 20 Mei 2026 | 05:30 WIB

Koreksi Rupiah Mengerek Biaya Produksi Pertanian

Dampak pelemahan rupiah sudah mulai terasa lewat kenaikan harga untuk produk-produk pendukung pertanian.

Data Fiskal Membaik, Tapi Risiko Tetap Mengintai
| Rabu, 20 Mei 2026 | 05:30 WIB

Data Fiskal Membaik, Tapi Risiko Tetap Mengintai

Defisit APBN mengecil, namun tekanan akibat subsidi energi masih terus membayangi.                      

Produksi Batubara 229 Juta Ton di Kuartal I 2026
| Rabu, 20 Mei 2026 | 05:25 WIB

Produksi Batubara 229 Juta Ton di Kuartal I 2026

Jumlah tersebut setara 38,17% dari target pemerintah yang membatasi produksi batubara di sepanjang 2026 di level 600 juta ton.​

Mitra Angksa sejahtera (BAUT) Bidik Penjualan Tumbuh 30%
| Rabu, 20 Mei 2026 | 05:20 WIB

Mitra Angksa sejahtera (BAUT) Bidik Penjualan Tumbuh 30%

Manajemen BAUT akan mengidentifikasi dan mengeksekusi proyek-proyek strategis guna mendorong pertumbuhan pendapatan yang berkualitas.

Ancaman Mengadang Jika BI Mengerek Bunga Acuan
| Rabu, 20 Mei 2026 | 05:15 WIB

Ancaman Mengadang Jika BI Mengerek Bunga Acuan

Kenaikan BI rate diproyeksi bisa menekan harga obligasi, sebabkan capital loss. Investor perlu tahu selisih yield yang mengintai.

Melindungi Pekerja dan Menjaga Dunia Usaha
| Rabu, 20 Mei 2026 | 05:15 WIB

Melindungi Pekerja dan Menjaga Dunia Usaha

Penyusunan Rancangan Undang Undang (RUU) Ketenagakerjaan mesti memberikan kepastian usaha dan perlindungan pekerja.

Menyulap Tumpukan Sampah Menjadi Energi
| Rabu, 20 Mei 2026 | 05:10 WIB

Menyulap Tumpukan Sampah Menjadi Energi

Pemerintah bakal menggunakan dua teknologi yakni pirolisis dan incinerator untuk menghasilkan energi dari sampah.

IHSG Anjlok 6 Hari Berturut, Masih Adakah Peluang Cuan Hari Ini (20/5)?
| Rabu, 20 Mei 2026 | 05:00 WIB

IHSG Anjlok 6 Hari Berturut, Masih Adakah Peluang Cuan Hari Ini (20/5)?

IHSG mengakumulasi pelemahan 8,59% dalam lima hari perdagangan terakhir. Sedangkan sejak awal tahun, IHSG sudah anjlok 26,32%.

INDEKS BERITA