Independensi OJK

Rabu, 22 April 2026 | 05:48 WIB
Independensi OJK
[ILUSTRASI. Yuwono Triatmodjo (KONTAN/Steve GA)]
Yuwono Triatmodjo | Redaktur Pelaksana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tak ada asap tanpa api. Usulan penghapusan pungutan atau iuran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dari industri jasa keuangan lewat revisi UU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK), memunculkan spekulasi.

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Fauzi Amro seperti diberitakan kontan.co.id 9 April menyebut, langkah tersebut bertujuan untuk memperkuat independensi OJK. Namun kenyataanya, kejadian-kejadian yang terjadi belakangan ini memunculkan spekulasi yang menarik untuk dicermati.

Sebut saja kehadiran draf Rancangan Peraturan OJK (RPOJK) tentang Rencana Bisnis Bank Umum (RBB) yang merupakan revisi POJK No.5/POJK.03/2016 tentang RBB. Dalam draf tersebut, OJK menyematkan ketentuan bagi bank untuk mencantumkan perencanaan penyaluran kredit bagi program pemerintah.

Klausul tersebut, menurut Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, merupakan bentuk dukungan terhadap program-program strategis pemerintah.

Sudah jadi rahasia umum, program-program seperti makan bergizi gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdeskel Merah Putih), hingga program 3 juta rumah, merupakan strategi bottom up pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi 8%.

Sebelumnya, revisi UU P2SK juga memberikan mandapat lain kepada Bank Indonesia (BI) untuk aktif mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja. Nah, kini, giliran perbankan diminta untuk berkomitmen mendukung program pemerintah, lewat kewenangan OJK menyusun ketentuan rencana bisnis bank.

Pertanyaannya, apakah benar jika OJK tak lagi dibiayai oleh iuran pelaku industri jasa keuangan, dan beralih dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menyebabkan independensi lembaga ini menjadi lebih kuat? Sementara, revisi POJK tentang RBB sendiri justru terkesan melayani hasrat pemerintah. Apakah tidak mungkin, saat OJK dapat asupan dari APBN, kendali pemerintah justru malah semakin kuat?

Jangan sampai, kewajiban itu, menjadi bomerang bagi industri perbankan. Baru-baru ini, lembaga pemeringkat internasional seperti Fitch Ratings, sudah memangkas prospek sejumlah bank menjadi negatif. Jangan sampai, aturan baru kelak menjadi celah lembaga pemeringkat, kembali men-downgrade prospek perbankan kita.

Bagikan

Berita Terbaru

Dipicu Kenaikan Harga Timah, Laba Bersih TINS Lampaui Target
| Jumat, 24 April 2026 | 11:55 WIB

Dipicu Kenaikan Harga Timah, Laba Bersih TINS Lampaui Target

PT Timah (TINS) bukukan laba bersih Rp 1,31 triliun di 2025, 119% dari target. Kenaikan harga timah global jadi pendorong utama. 

Bayang-Bayang Lonjakan NPL, Rapuhnya UMKM, dan Peringatan Keras bagi Perbankan RI
| Jumat, 24 April 2026 | 10:10 WIB

Bayang-Bayang Lonjakan NPL, Rapuhnya UMKM, dan Peringatan Keras bagi Perbankan RI

Alarm kewaspadaan berdering keras di segmen UMKM, dengan rasio non-performing loan (NPL) yang sudah menyentuh 4,60%.

Rupiah Terpuruk, Fiskal Makin Tertekan
| Jumat, 24 April 2026 | 09:30 WIB

Rupiah Terpuruk, Fiskal Makin Tertekan

Nilai tukar rupah sempat melampaui level Rp 17.300 per dolar Amerika Serikat (AS) pada KAmis (23/4) 

Kinerja Investasi Melemah Meski Capai Target
| Jumat, 24 April 2026 | 09:21 WIB

Kinerja Investasi Melemah Meski Capai Target

Realisasi investasi pada kuartal I-2026 mencapai Rp 498,8 triliun, hanya tumbuh 7,2%                

Prospek Cerah Saham MORA Usai Merger dengan MyRepublic dan Rapor Hijau Kuartal I-2026
| Jumat, 24 April 2026 | 08:53 WIB

Prospek Cerah Saham MORA Usai Merger dengan MyRepublic dan Rapor Hijau Kuartal I-2026

Investor diminta jangan lengah lantaran masih ada tekanan yang membayangi prospek MORA dalam jangka pendek.

Prospek Saham EMAS Melesat, Simak Sentimen Tambang Pani dan Rekomendasi Beli Analis
| Jumat, 24 April 2026 | 08:18 WIB

Prospek Saham EMAS Melesat, Simak Sentimen Tambang Pani dan Rekomendasi Beli Analis

Saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) jadi yang paling banyak diborong investor asing sepekan terakhir.

Rugi Bersih Waskita Karya (WSKT) Menyusut 45,58% Pada Kuartal I-2026
| Jumat, 24 April 2026 | 08:17 WIB

Rugi Bersih Waskita Karya (WSKT) Menyusut 45,58% Pada Kuartal I-2026

Rugi bersih emiten BUMN Karya itu pada kuartal I-2026 sebesar Rp 678,03 miliar, turun 45,58% secara tahunan.

Proses Penawaran Selesai, Petrosea (PTRO) Siap Akuisisi Saham Tambang di Papua Nugini
| Jumat, 24 April 2026 | 08:12 WIB

Proses Penawaran Selesai, Petrosea (PTRO) Siap Akuisisi Saham Tambang di Papua Nugini

PT Petrosea Tbk (PTRO) telah menyelesaikan proses penawaran atau binding offer dengan Tolu Minerals Limited pada 20 April 2026. ​

Lini Bisnis Jasa Keuangan Bakal Menopang Kinerja Astra (ASII) Pada 2026
| Jumat, 24 April 2026 | 08:07 WIB

Lini Bisnis Jasa Keuangan Bakal Menopang Kinerja Astra (ASII) Pada 2026

Kontribusi dari lini jasa keuangan bakal jadi salah satu penopang utama kinerja Astra. Salah satunya, dari kinerja jasa pembiayaan.

Saham Valuasi Murah Mulai Bergairah
| Jumat, 24 April 2026 | 08:01 WIB

Saham Valuasi Murah Mulai Bergairah

Di tengah kondisi pasar saham domestik yang terus bergejolak, kinerja indeks IDX Value30 masih perkasa di sepanjang tahun berjalan​ ini.

INDEKS BERITA

Terpopuler