Indonesia Kendaraan Terminal (IPCC) Incar Pertumbuhan Dua Digit

Selasa, 31 Maret 2026 | 05:40 WIB
Indonesia Kendaraan Terminal (IPCC) Incar Pertumbuhan Dua Digit
[]
Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Fahriyadi .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) kembali mengejar pertumbuhan kinerja dengan level dobel digit pada tahun ini. IPCC optimistis bisa menjaga tren positif pasca mencetak rekor laba tertinggi (all time high) pada tahun 2025.

IPCC membukukan laba bersih sebesar Rp 256,51 miliar hingga akhir 2025. Laba emiten Pelindo Group melalui subholding PT Pelindo Multi Terminal ini meningkat 20,87% dibandingkan raihan tahun 2024, yang kala itu tercatat sebesar Rp 212,21 miliar.

Pertumbuhan laba tersebut sejalan dengan kenaikan pendapatan operasi yang mendaki 12,77% secara tahunan atau year-on-year (yoy) dari sebelumnya Rp 824,59 miliar menjadi Rp 929,96 miliar.

Baca Juga: Indonesia Kendaraan Terminal (IPCC) Bidik Pertumbuhan Bisnis 15%

Kinerja IPCC ditopang oleh Branch Tanjung Priok yang berkontribusi sebesar Rp 842,55 miliar atau mencapai sekitar 91% dari total pendapatan.

Kontribusi dari Branch Tanjung Priok dibarengi dengan penguatan peran terminal satelit di berbagai wilayah yang menyumbang Rp 85,15 miliar atau sekitar 9% dari pendapatan IPCC.

Dari sisi komposisi bisnis, segmen completely built up (CBU) tetap menjadi kontributor utama dengan pendapatan sebesar Rp 697,66 miliar, diikuti segmen alat berat Rp 82,67 miliar serta truck/bus sebesar Rp 77,31 miliar.

Direktur Utama Indonesia Kendaraan Terminal, Sugeng Mulyadi menjelaskan bahwa struktur pendapatan tersebut mencerminkan posisi kuat IPCC sebagai pemain kunci dalam rantai logistik otomotif nasional, sekaligus menunjukkan diversifikasi portofolio bisnis yang semakin solid.

Sugeng menyoroti, pertumbuhan kinerja IPCC juga didorong oleh akselerasi kendaraan listrik atau battery electric vehicle (BEV) yang menjadi salah satu katalis utama pertumbuhan pada tahun 2025.

Sepanjang tahun lalu, IPCC melayani lebih dari 101.731 unit kendaraan listrik, dengan dominasi merek asal China yang menyumbang lebih dari 80.000 unit.

Sorotan lainnya, pada tahun 2025 IPCC menerapkan full single billing dan pada triwulan keempat resmi meluncurkan inovasi bisnis in-land transportation sebagai perwujudan tagline baru yaitu integrated auto solutions.

"IPCC berhasil memperluas layanan melalui penambahan kapasitas melalui pre-delivery center (PDC), integrasi layanan logistik, in-land transportation dan optimalisasi lahan-lahan idle di sekitar perusahaan untuk menampung lonjakan kargo di terminal kami," ungkap dia kepada KONTAN, Senin (30/3).

Susun strategi

Tak hanya dari sisi operasional dan bisnis, IPCC juga menggelar strategi penciptaan nilai tambah dari sisi keuangan. Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia dan Manajemen Risiko IPCC, Wing Megantoro menambahkan bahwa perusahaan melakukan efisiensi biaya yang tidak berhubungan langsung dengan pendapatan serta penggunaan sistem pembayaran yang terintegrasi melalui digitalisasi seperti PRAYA dan PTOS-C.

Strategi ini memungkinkan pengguna jasa dapat mengetahui tagihan atas layanan secara realtime, mengurangi proses tatap muka serta berhasil mengurangi average collection period (ACP) IPCC dari 31,74 pada 2024 menjadi 29,05 pada 2025.

"Sebagai salah satu entitas bisnis di Pelindo Grup yang memiliki fundamental solid, kami tidak memiliki kewajiban dalam bentuk hutang kepada perbankan maupun pihak lain (debt free company) sehingga memberikan ruang gerak yang lebih prudent serta independensi pengelolaan keuangan untuk pengembangan Perseroan," terang Wing.

Pasca mencetak rekor laba bersih, IPCC kembali membidik level pertumbuhan dobel digit, namun dengan pendekatan yang moderat, yakni sekitar 10%–15% dibandingkan tahun lalu.                           

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Respons Pemodal Asing di BBCA & BBRI, Banyak yang Lepas Tapi Ada Juga yang Akumulasi
| Rabu, 10 Juni 2026 | 05:57 WIB

Respons Pemodal Asing di BBCA & BBRI, Banyak yang Lepas Tapi Ada Juga yang Akumulasi

Derasnya arus dana asing yang keluar juga turut menjadi faktor penurunan nilai saham dua bank ke rekor terendah lima tahun terakhir.

Industri Belum Mengubah Target Penjualan Mobil
| Rabu, 10 Juni 2026 | 05:55 WIB

Industri Belum Mengubah Target Penjualan Mobil

Meski tren penjualan meningkat, Gaikindo tetap membidik penjualan roda empat  sebanyak 850.000 unit pada 2026

Ramai Tekanan, Leasing Dorong Efisiensi Bisnis
| Rabu, 10 Juni 2026 | 05:40 WIB

Ramai Tekanan, Leasing Dorong Efisiensi Bisnis

BOPO multifinance melandai ke level 79,21% pada April 2026, dibanding periode yang sama di tahun lalu yang masih sebesar 80,25%.

Rencana OPEC+ Tambah Pasokan Minyak Diprediksi Belum Berikan Dampak Ke Pasar
| Rabu, 10 Juni 2026 | 05:37 WIB

Rencana OPEC+ Tambah Pasokan Minyak Diprediksi Belum Berikan Dampak Ke Pasar

Konflik yang berkepanjangan dan penutupan Selat Hormuz yang sedang berlangsung telah memutus pasokan energi dari Teluk Persia.

Kenaikan BI Rate Bisa Menekan Prospek Kredit
| Rabu, 10 Juni 2026 | 05:30 WIB

Kenaikan BI Rate Bisa Menekan Prospek Kredit

Kenaikan BI rate akan meningkatkan tekanan biaya dana, terutama dari deposito dan dana korporasi besar. ​

Metrodata Electronics (MTDL) Bidik Pendapatan Tumbuh 10% Tahun ini
| Rabu, 10 Juni 2026 | 05:20 WIB

Metrodata Electronics (MTDL) Bidik Pendapatan Tumbuh 10% Tahun ini

Salah satu fokus utama MTDL adalah pengembangan lini bisnis solusi dan konsultasi digital, yakni menata ulang arsitektur solusi.

Bank Perkuat Payroll demi Menjaga Dana Murah Saat BI Rate Naik
| Rabu, 10 Juni 2026 | 05:00 WIB

Bank Perkuat Payroll demi Menjaga Dana Murah Saat BI Rate Naik

Di tengah tren kenaikan bunga deposito, keberadaan CASA menjadi semakin krusial karena mampu menekan biaya dana atau cost of fund (CoF) 

Simak Prediksi IHSG Hari Ini (10/6) Setelah Melonjak 404 Poin
| Rabu, 10 Juni 2026 | 04:50 WIB

Simak Prediksi IHSG Hari Ini (10/6) Setelah Melonjak 404 Poin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak 404,51 atau 7,57% menjadi 5.746,65 pada perdagangan Selasa (9/6) setelah turun 4 hari beruntun.

Aturan Ekspor SDA Seret Sederet Lini Usaha Asuransi
| Rabu, 10 Juni 2026 | 04:45 WIB

Aturan Ekspor SDA Seret Sederet Lini Usaha Asuransi

Perubahan tata kelola ekspor menyisakan pekerjaan rumah bagi perusahaan asuransi akibat banyaknya kontrak yang perlu disesuaikan.

Tower Bersama Infrastructure (TBIG) Menyiapkan Belanja Modal Rp 4 Triliun
| Rabu, 10 Juni 2026 | 04:20 WIB

Tower Bersama Infrastructure (TBIG) Menyiapkan Belanja Modal Rp 4 Triliun

Untuk rencana ekspansi, TBIG tetap fokus pada pertumbuhan organik, baik melalui pembangunan menara, fiber optik, maupun konektivitas

INDEKS BERITA