Indonesia Looks to Export Chickens to Shortage-Hit Singapore

Senin, 20 Juni 2022 | 15:37 WIB
Indonesia Looks to Export Chickens to Shortage-Hit Singapore
[ILUSTRASI. Pedagang ayam potong melayani pembeli di Pasar Jaya Tanjung Duren, Jakarta Barat, Minggu (21/11/2021). (KONTAN/Fransiskus Simbolon)]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - SINGAPORE/JAKARTA, June 20 (Reuters) - Indonesian authorities hope to reach an agreement with Singapore to start exporting chickens within weeks, officials said, as the city-state scrambles to find alternative supply sources after another neighbour Malaysia restricted sales.

In a further sign of growing global food shortages and supply chain issues, Malaysia halted chicken exports this month until local production and soaring costs stabilise.

The move had a knock-on impact in Singapore with restaurants and street stalls hiking prices of its de-facto national dish, chicken rice.

Susiwijono Moegiarso, a senior official at Indonesia's Coordinating Ministry of Economic Affairs, said authorities had conducted "technical discussions" with Singapore and hoped exports could start this month.

Baca Juga: Incoming Philippine Central Bank Chief Signals Series of Rate Hikes to Tame Prices

The Singapore Food Agency (SFA) said in a statement it was "working closely" with Indonesian authorities over accreditation of the country as a potential source of chicken imports.

Indonesia, Southeast Asia's biggest and most populous country with more than 270 million people, currently has a surplus in chicken production.

Indonesia produces 55 million to 60 million birds per week, with a surplus of around 15% to 20% after domestic consumption, Achmad Dawami, the chairman of the Indonesian Poultry Breeders' Association, told Reuters.

Exports to Singapore, which has an estimated demand of 3.6 million to 4 million birds per month, could help close the gap, Dawami said.

Singapore wanted to import live chickens in order to keep their domestic slaughterhouses operational, Dawami said, noting Indonesian producers preferred exporting slaughtered chicken since they lacked experience in shipping live poultry.

Baca Juga: Bitcoin Recovers, Climbs 7.6% to Pass $20,400

"Hopefully within the next two weeks there would be realisation, if we have to wait for months we will miss the momentum," Dawami said.

Malaysia moved to partially lift its export ban on certain premium chickens last week.

But a ban on exporting commercial broiler chicken - which makes up the majority of Singapore's chicken imports from Malaysia - and other types of chicken products will remain.

Prices of chicken, one of Malaysia's cheapest sources of protein, have soared in recent months as a global feed shortage exacerbated by the Russia-Ukraine war disrupts production.

Bagikan

Berita Terbaru

Jelang Lebaran 2026, Tiga Operator Jalan Tol Proyeksi Lonjakan Arus Kendaraan
| Minggu, 15 Maret 2026 | 10:51 WIB

Jelang Lebaran 2026, Tiga Operator Jalan Tol Proyeksi Lonjakan Arus Kendaraan

Per Sabtu (14/3), Jasa Marga mencatat sekitar 285.000 unit kendaraan telah meninggalkan teritori Jakarta. 

Genjot Likuiditas Saham, Alamtri Resources (ADRO) Menggelar Buyback
| Minggu, 15 Maret 2026 | 10:33 WIB

Genjot Likuiditas Saham, Alamtri Resources (ADRO) Menggelar Buyback

Jumlah saham yang dibeli kembali  PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) tak akan melebihi 10% dari jumlah modal ditempatkan dalam perusahaan.

Tertekan Daya Beli, Laba HM Sampoerna (HSMP) Terkoreksi Pada 2025
| Minggu, 15 Maret 2026 | 10:24 WIB

Tertekan Daya Beli, Laba HM Sampoerna (HSMP) Terkoreksi Pada 2025

Laba bersih PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) hanya Rp 6,6 triliun pada 2025. Angka ini turun 0,54% secara tahunan.

Emiten Berburu Modal Baru Melalui Rights Issue
| Minggu, 15 Maret 2026 | 10:18 WIB

Emiten Berburu Modal Baru Melalui Rights Issue

Peluang keberhasilan rights issue di tengah pasar fluktuatif dinilai sangat bergantung pada kepastian pembeli siaga

Ekspansi ASEAN dan Efisiensi Biaya Bikin Prospek Saham KLBF Tetap Menarik
| Minggu, 15 Maret 2026 | 10:13 WIB

Ekspansi ASEAN dan Efisiensi Biaya Bikin Prospek Saham KLBF Tetap Menarik

Ekspansi ASEAN mempercepat pertumbuhan pendapatan regional, memperbesar pangsa pasar, serta mendiversifikasi risiko.

Menakar Ambisi Danantara Suntik Rp 16 Triliun ke Meikarta di Tengah Tingginya Backlog
| Minggu, 15 Maret 2026 | 10:05 WIB

Menakar Ambisi Danantara Suntik Rp 16 Triliun ke Meikarta di Tengah Tingginya Backlog

Sejumlah proyek yang digagas pemerintah terkadang ramai pada tahap pengumuman awal, namun realisasinya tidak selalu terlihat.

Kinerja Bank Digital Positif, Apakah Sahamnya Bakal Ikut Naik?
| Minggu, 15 Maret 2026 | 09:00 WIB

Kinerja Bank Digital Positif, Apakah Sahamnya Bakal Ikut Naik?

Perbaikan fundamental belum tercermin pada pergerakan saham emiten bank digital yang cenderung loyo.

Reli Semu Bitcoin: Sempat Melesat ke 73.510, Anjlok Lagi Dihantam Sentimen Perang
| Minggu, 15 Maret 2026 | 08:00 WIB

Reli Semu Bitcoin: Sempat Melesat ke 73.510, Anjlok Lagi Dihantam Sentimen Perang

Data inflasi AS bulan Februari sebesar 2,4% belum memotret dampak riil dari hantaman ekonomi akibat perang AS-Israel versus Iran. 

Jelang Dua Tahun Implementasi PPK dengan Skema FCA, Desakan Evaluasi Semakin Menguat
| Minggu, 15 Maret 2026 | 07:05 WIB

Jelang Dua Tahun Implementasi PPK dengan Skema FCA, Desakan Evaluasi Semakin Menguat

BEI saat ini tengah melakukan evaluasi terhadap Papan Pemantauan Khusus (PPK), yang ditargetkan tuntas pada kuartal II-2026. 

Rupiah Melemah Pekan Ini, Waspada Dampak Geopolitik Global!
| Minggu, 15 Maret 2026 | 06:00 WIB

Rupiah Melemah Pekan Ini, Waspada Dampak Geopolitik Global!

Nilai tukar rupiah tertekan 0,38% ke Rp16.958 di akhir pekan ini. Simak pemicu utama pelemahan dan risiko yang harus diwaspadai.

INDEKS BERITA

Terpopuler