Industri Alas Kaki Tertekan Produk Impor Ilegal

Kamis, 16 Juli 2026 | 06:40 WIB
Industri Alas Kaki Tertekan Produk Impor Ilegal
[ILUSTRASI. Aprisindo: Tantangan Ketenagakerjaan & Logistik Bayangi Pertumbuhan Industri Alas Kaki 2026 (KONTAN/Vina Elvira)]
Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Dadan M. Ramdan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri alas kaki nasional masih menghadapi tekanan akibat maraknya peredaran produk impor ilegal dan sepatu tiruan di pasar domestik. Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) menilai kondisi tersebut hingga kini masih berdampak pada persaingan usaha yang tidak sehat bagi produsen dalam negeri yang telah memenuhi berbagai ketentuan pemerintah.

Sekretaris Jenderal Aprisindo, Yoseph Billie Dosiwoda, mengatakan pelaku industri alas kaki domestik harus mengeluarkan biaya lebih besar karena wajib memenuhi sejumlah standar, mulai dari Standar Nasional Indonesia (SNI), standar keamanan, keselamatan, kesehatan dan lingkungan hidup (K3L), hingga persyaratan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Baca Juga: Harga Bahan Baku Alas Kaki Mendaki Terdampak Perang Timur Tengah

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

Saham HSC sebagai Jaminan Utang Bank
| Sabtu, 17 Oktober 2026 | 05:25 WIB

Saham HSC sebagai Jaminan Utang Bank

Risiko muncul ketika nilai efek yang menjadi dasar transaksi turun tajam, sedangkan kewajiban pembayaran tetap harus dipenuhi. 

OJK Perketat Beleid Rencana Bisnis Bank
| Sabtu, 17 Oktober 2026 | 05:00 WIB

OJK Perketat Beleid Rencana Bisnis Bank

Lewat aturan baru, bank dituntut lebih cermat mengatur ekspansi usaha, membagi dividen, hingga terkait penyaluran kredit.

Volatilitas Menekan Transaksi Sekuritas
| Sabtu, 17 Oktober 2026 | 04:45 WIB

Volatilitas Menekan Transaksi Sekuritas

Diversifikasi produk hingga penguatan edukasi menjadi jalan perusahaan sekuritas sebagai respons atas penurunan nilai transaksi saham.

Sariguna Primatirta (CLEO) Kejar Pertumbuhan Dua Digit
| Sabtu, 17 Oktober 2026 | 04:30 WIB

Sariguna Primatirta (CLEO) Kejar Pertumbuhan Dua Digit

CLEO optimistis dengan pencapaian kinerja tahun ini karena perusahaan akan mengoperasikan 35 pabrik.

Jaminan Kredit JARR dan PGUN di Mandiri Terjaga
| Sabtu, 17 Oktober 2026 | 04:30 WIB

Jaminan Kredit JARR dan PGUN di Mandiri Terjaga

Meski kedua saham tersebut menjadi agunan kredit, Bank Mandiri menegaskan jaminan pinjaman juga mencakup aset lain.

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Rupiah Kian Loyo, Kini Dihantam Langkah MSCI
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:50 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Rupiah Kian Loyo, Kini Dihantam Langkah MSCI

Langkah MSCI membuka ruang konsultasi untuk menurunkan status pasar modal Indonesia menjadi Standalone Market membuat posisi rupiah kian tertekan.

Prospek Penerbitan Obligasi Korporasi oleh Emiten Masih Terbuka Hingga Akhir Tahun
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Prospek Penerbitan Obligasi Korporasi oleh Emiten Masih Terbuka Hingga Akhir Tahun

Di tengah suku bunga tinggi dan persaingan imbal hasil dengan SBN, investor cenderung menuntut kompensasi risiko yang lebih besar.

Manuver Maxglory di Balik Saham SQMI: Bayang Utang, Valuasi, dan Proyek Ciemas
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 09:30 WIB

Manuver Maxglory di Balik Saham SQMI: Bayang Utang, Valuasi, dan Proyek Ciemas

Masalah paling mendasar yang dihadapi SQMI sejatinya terletak pada macetnya pengembangan pabrik pengolahan emas Ciemas.

Terbitkan 170 Juta Saham Baru, PTRO Siap Menggelar Rights Issue
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 09:04 WIB

Terbitkan 170 Juta Saham Baru, PTRO Siap Menggelar Rights Issue

Emiten kontraktor pertambangan batubara milik taipan Prajogo Pangestu itu akan menerbitkan maksimal 170 juta saham baru atau setara 1,69%.

Danantara, INA, dan TPIA Tuntaskan Investasi Strategis
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 08:58 WIB

Danantara, INA, dan TPIA Tuntaskan Investasi Strategis

Kesepakatan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kapasitas industri soda kaustik dan ethylene dichloride (EDC) di pasar domestik.

INDEKS BERITA