Inflasi Medis Tekan Kinerja Asuransi Kesehatan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Inflasi medis yang tinggi kian menggerus kinerja lini asuransi kesehatan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai tekanan biaya kesehatan masih akan menjadi risiko utama pada tahun ini.
Dalam risalah Rapat Dewan Komisioner (RDK), OJK menyebut inflasi medis, tingginya utilisasi layanan, serta lemahnya pengendalian klaim menjadi kombinasi yang menekan profitabilitas. "Inflasi medis masih menjadi tantangan utama," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono, belum lama ini.
