Ingin Bersaing, Hong Kong Memperluas Bandara dan Siapkan Pusat Hiburan

Senin, 11 Juli 2022 | 04:00 WIB
Ingin Bersaing, Hong Kong Memperluas Bandara dan Siapkan Pusat Hiburan
[ILUSTRASI. A Cathay Pacific aircraft takes off at the airport, during the coronavirus disease (COVID-19) pandemic in Hong Kong, China, March 31, 2022. REUTERS/Tyrone Siu]
Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Lamgiat Siringoringo

KONTAN.CO.ID - Bandara Internasional Chek Lap Kok, Hong Kong (HKG) telah mengalami perluasan. Bandara ini resmi mengoperasikan landasan pacu ketiganya pada 8 Juli 2022.

Penambahan landasan pacu itu telah menambah luas bandara 650 hektare (ha), menjadi 1.606 ha. Perluasan ini akan meningkatkan kapasitas pergerakan pesawat 50%. Landasan pacu ketiga ini bagian dari proyek senilai HK$ 141,5 miliar atau setara US$ 18 miliar.

Tak sampai di situ. Hong Kong juga sedang membangun kompleks hiburan, ritel dan komersial di bandara tersebut. Dengan nilai investasi HK$ 20 miliar, yang digarap oleh konglomerat lokal, New World Development Co. Proyek itu lebih besar dibandingkan Grand Central Terminal New York, Amerika Serikat (AS).

Proyek pengembangan Bandara Internasional Hong Kong ini untuk memperkuat peran Hong Kong sebagai pusat penerbangan global. Meski begitu, protokol kesehatan masih ketat. Saat ini pemerintah melarang maskapai membawa penumpang ke Hong Kong bila tak menunjukkan hasil negatif  tes PCR pra keberangkatan.

Penangguhan penerbangan ini telah menekan permintaan perjalanan udara dari dan ke Hong Kong.  

Baca Juga: Perluas ekspansi, Xiaomi Siap Bangun Pabrik di Vietnam

Sepanjang lima bulan pertama tahun ini, bandara tersebut hanya mencatatkan jumlah penumpang 545.000 orang. Sedangkan pada periode yang sama tahun 2019 mencapai 31,4 juta.

Menurut Willie Walsh, Ketua The International Air Transport Association (IATA), Hong Kong telah berada di luar peta sebagai pusat global setelah lebih dari dua tahun terisolasi akibat pandemi Covid-19. "Akan jadi pekerjaan sulit bagi Hong Kong mendapatkan kembali kejayaannya," ujarnya, dikutip dari Bloomberg, akhir pekan lalu.

Pekan lalu Hong Kong mengumumkan akan menangguhkan larangan rute penerbangan yang kedapatan membawa penumpang yang terinfeksi Covid-19. Larangan itu telah menyebabkan 100 rute penerbangan dihentikan tahun ini.

Pada Rabu (6/7) kemarin,  Otoritas Bandara Hong Kong melaporkan kerugian tahun fiskal kedua berturut-turut. Menjadikan total kerugiannya selama pandemi menjadi HK$ 7,4 miliar. Pendapatan turun untuk tahun keempat berturut-turut.

Sementara Singapura sudah bergerak lebih maju memimpim kebangkitan perjalanan udara di Asia. Bandara Changi telah mengumumkan akan membuka kembali dua terminal yang ditutup karena Covid-19.

Dubai dan Doha, yang bersaing dengan Hong Kong sebagai pusat transit udara, berhasil mempertahankan volume penerbangan yang besar selama pandemi.

Membangun kembali penerbangan dan rute  seperti Hong Kong membutuhkan banyak pekerjaan, kata Joanna Lu, Head of Consultancy Asia, Ascend by Cirium.                        

Bagikan

Berita Terbaru

Tidak Ada Temuan Besar Emas di 2023-2024, Dukung Harga Emas Jangka Panjang
| Rabu, 11 Februari 2026 | 15:13 WIB

Tidak Ada Temuan Besar Emas di 2023-2024, Dukung Harga Emas Jangka Panjang

Tidak adanya penemuan besar emas selama dua tahun berturut-turut, yakni 2023-2024 diyakini akan mendukung harga emas ke depannya.

Volatilitas Bitcoin Turun Terhadap Emas, Mampu Jadi Aset Lindung Nilai?
| Rabu, 11 Februari 2026 | 14:00 WIB

Volatilitas Bitcoin Turun Terhadap Emas, Mampu Jadi Aset Lindung Nilai?

JPMorgan menyatakan bahwa bitcoin kini terlihat lebih menarik dibanding emas, jika dilihat dari sisi volatilitas yang disesuaikan dengan risiko.

Diam-Diam Kinerja Saham NISP Lebih Moncer dari Emiten Bank Lainnya
| Rabu, 11 Februari 2026 | 13:25 WIB

Diam-Diam Kinerja Saham NISP Lebih Moncer dari Emiten Bank Lainnya

Kekuatan inti PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) adalah laba yang tumbuh di sepanjang 2025, loan deposit ratio (LDR) di level 70,4% dan CAR 24,5%.

Prospek Cemerlang Emiten Aguan (PANI) Pasca Capaian Marketing Sales yang Sukses
| Rabu, 11 Februari 2026 | 13:00 WIB

Prospek Cemerlang Emiten Aguan (PANI) Pasca Capaian Marketing Sales yang Sukses

BRI Danareksa Sekuritas menilai bahwa preferensi pasar terhadap PIK2 relatif berkelanjutan karena segmen yang disasar didominasi kelas atas.

Transformasi Bisnis Non Batubara Bikin Saham IndIka Energy (INDY) Semakin Membara
| Rabu, 11 Februari 2026 | 11:00 WIB

Transformasi Bisnis Non Batubara Bikin Saham IndIka Energy (INDY) Semakin Membara

Tak hanya kendaraan listrik, Indika Energy (INDY) juga tengah melakukan proyek konstruksi tambang emas Awak Mas di Sulawesi Selatan.

Potensi Penguatan Penjualan Jelang Lebaran
| Rabu, 11 Februari 2026 | 09:17 WIB

Potensi Penguatan Penjualan Jelang Lebaran

 Indeks Penjualan Riil (IPR) Januari 2026 diperkirakan sebesar 228,3, lebih rendah dari Desember 2025 

Bidik Pertumbuhan Ekonomi 5,6% di Kuartal I-2026
| Rabu, 11 Februari 2026 | 09:01 WIB

Bidik Pertumbuhan Ekonomi 5,6% di Kuartal I-2026

Pertumbuhan ekonomi tiga bulan pertama tahun ini akan didorong percepatan belanja dan stimulus pemerintah

Saham Kalbe Farma (KLBF) Terkoreksi di Tengah Aksi Beli Asing dan Program Buyback
| Rabu, 11 Februari 2026 | 09:00 WIB

Saham Kalbe Farma (KLBF) Terkoreksi di Tengah Aksi Beli Asing dan Program Buyback

Lima sekuritas kompak merekomendasikan beli saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) pada awal Februari 2026 di tengah penurunan harga yang masih terjadi.

Sederet Batu Sandungan Mengerek Tax Ratio 12%
| Rabu, 11 Februari 2026 | 08:50 WIB

Sederet Batu Sandungan Mengerek Tax Ratio 12%

Untuk mencapai rasio pajak 2026, pemerintah harus tambah Rp 139 triliun dari realisasi 2025         

Merdeka Gold Resources (EMAS) Sinergikan Dua Anak Usaha di Tambang Emas Pani
| Rabu, 11 Februari 2026 | 08:24 WIB

Merdeka Gold Resources (EMAS) Sinergikan Dua Anak Usaha di Tambang Emas Pani

Dua entitas usaha PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), menjalin kerjasama pengolahan dan pemurnian atas hasil tambang senilai Rp 9,84 triliun.  ​

INDEKS BERITA

Terpopuler