Prospek Cemerlang Emiten Aguan (PANI) Pasca Capaian Marketing Sales yang Sukses

Rabu, 11 Februari 2026 | 13:00 WIB
Prospek Cemerlang Emiten Aguan (PANI) Pasca Capaian Marketing Sales yang Sukses
[ILUSTRASI. Sugianto Kusuma (KONTAN/Yuwono Triatmodjo)]
Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga saham emiten properti PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) atau PIK2 masih menguat pasca perusahaan menyampaikan realisasi pra penjualan alias marketing sales sepanjang tahun 2025.

Sebagai informasi saja, di akhir perdagangan Selasa (10/2), PANI menguat 10,66% ke Rp 10.900. Berdasarkan data dari Stockbit Sekuritas, saham ini juga mencetak pembelian bersih (net buy) Rp 48,6 miliar. Pada awal minggu ini atau Senin (9/2), saham PANI juga ditutup melejit 10,36% dan investor asing membukukan net buy senilai Rp 48,95 miliar.

Di sisi lain, PANI juga baru saja merealisasikan marketing sales sebesar Rp 4,3 triliun sepanjang tahun 2025. Capaian ini setara dengan 100% dari target yang ditetapkan Perseroan untuk tahun berjalan.

Baca Juga: Rebound PANI & CBDK Pasca Rights Issue, Prospek 2026 Cukup Menjanjikan

CGS International Sekuritas dalam catatan terbarunya Senin (9/2), mengatakan bahwa di tengah dinamika industri properti yang masih mengalami penyesuaian, kinerja yang dicetak PANI cukup baik. Segmen residensial menjadi kontributor terbesar marketing sales PANI dengan realisasi sebesar Rp 2,0 triliun atau sebesar 47% dari total marketing sales.

Kontribusi tersebut diikuti oleh kaveling tanah komersial sebesar Rp 1,2 triliun atau sebesar 2% dari total perolehan marketing sales. Lalu segmen produk komersial menyumbang senilai Rp 1,07 triliun atau sebesar 25%.

"Kinerja tersebut mencerminkan permintaan yang masih solid terhadap hunian terintegrasi dan kawasan komersial strategis di PIK2, seiring preferensi pasar yang semakin berorientasi pada kualitas produk dan nilai kawasan," papar CGS International dalam catatannya, yang dikutip, Selasa (10/2).

Melihat kinerja PANI, Analis BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi menilai bahwa preferensi pasar terhadap kawasan premium seperti PIK2 relatif berkelanjutan karena segmen yang disasar didominasi kelas menengah atas dan high-net-worth individuals yang daya belinya lebih resilien terhadap siklus ekonomi.

"Selain itu, konsep hunian terintegrasi dengan kualitas kawasan, infrastruktur, dan fasilitas yang lengkap membuat permintaan tetap solid meskipun terjadi tekanan konsumsi di segmen menengah secara umum," ujarnya kepada Kontan, Selasa (10/2).

Dia melanjutkan, faktor paling krusial untuk dipantau dari PANI pada 2026 adalah keberlanjutan penjualan pra-penjualan, pengelolaan margin di tengah kenaikan biaya konstruksi, serta arus kas dari serah terima unit.

Proyek kota mandiri PIK2 yang dikembangkan oleh Perseroan disebut menjadi kawasan paling ikonik dan bertumbuh paling cepat di Indonesia. Tak hanya itu, pengembangan properti di PIK2 seperti NICE Convention Center seluas 400.000 meter persegi, menjadi venue MICE terbesar di Indonesia dengan 11 aula dan kapasitas lebih dari 40.000 orang.

Di dalam kawasan tersebut, PANI juga membangun hotel Hilton Jakarta PIK2 dengan kamar premium sebanyak 271 kamar. Keberadaan pembangunan ini, diproyeksi akan menyumbang tambahan pendapatan sebanyak Rp 235 miliar hingga 2027 mendatang.

Analis Sucor Sekuritas Cheryl Jennifer Wang dalam risetnya belum lama ini juga menyebutkan bahwa PIK2 menempati kawasan paling strategis di kawasan pantai Jakarta Utara dengan lahan seluas 1.823 hektar. Kawasan ini juga juga dilengkapi konektivitas langsung ke jalan tol utama. Konetivitas tahap pertama, yaitu Tol Kataraja akan melalui tahap kedua operasional pada Juni 2026.

"Selain itu, kawasan gaya hidup PIK2 ini juga terbuka peluangnya untuk menghadirkan sirkuit Formula 1. PIK2 juga akan tumbuh menjadi ekosistem bisnis dan hunian premium dengan proyeksi kenaikan harga tanah 5% per tahun," papar Jennifer Wang.

Adapun ekspetasi kenaikan harga jual rata-rata (ASP) lahan mencapai Rp 42 juta per meter persegi. PANI diperkirakan akan mencapai pertumbuhan marketing sales di akhir 2026 atau sekitar Rp 8,5 triliun. Sedangkan pada 2027, diperkirakan marketing sales yang diterima bisa mencapai Rp 11,3 triliun.



Senior Investment Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta juga memandang bahwa secara umum, kinerja marketing sales PANI hingga saat ini telah mencapai 100% dari target tahun berjalan. Pencapaian ini mencerminkan bahwa permintaan terhadap produk properti PANI di kawasan PIK2 masih sangat solid.

Senada, dia juga menyebutkan bahwa PIK2 merupakan kawasan hunian yang terintegrasi, sehingga preferensi pasar tidak hanya didorong oleh kebutuhan tempat tinggal, tetapi juga oleh kualitas produk dan nilai kawasan.

"Lokasi PIK2 dinilai strategis karena terhubung dengan berbagai kawasan satelit, didukung oleh kemudahan akses transportasi, serta memiliki nilai tanah (land value) yang tinggi," ujar dia.

Kondisi tersebut menjelaskan mengapa terjadi peningkatan tren preferensi pasar terhadap kawasan premium seperti PIK2. Selain mendorong penjualan unit, hal ini juga membuka peluang bagi PANI untuk memaksimalkan recurring income ke depan, meskipun kawasan ini sudah berada pada segmen premium.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Anggaran MBG Dipangkas, Bagaimana Nasib Saham-Saham Unggas?
| Selasa, 23 Juni 2026 | 17:44 WIB

Anggaran MBG Dipangkas, Bagaimana Nasib Saham-Saham Unggas?

Revisi anggaran makan bergizi gratis (MBG) berpotensi menimbulkan demand shock bagi industri unggas.

Saham WBSA Terbang: Potensi Cuan dari Akuisisi Raksasa Logistik Laut
| Selasa, 23 Juni 2026 | 14:12 WIB

Saham WBSA Terbang: Potensi Cuan dari Akuisisi Raksasa Logistik Laut

WBSA gelontorkan Rp 215 M dana IPO akuisisi 99,99% saham Bermuda Inovasi Logistik. WBSA melebarkan sayap ke sektor maritim dan pertambangan.

Meneropong Masa Depan Hilirisasi Nikel dari Bumi Celebes
| Selasa, 23 Juni 2026 | 12:13 WIB

Meneropong Masa Depan Hilirisasi Nikel dari Bumi Celebes

Saat ini Vale Indonesia mengembangkan tiga proyek utama dalam program Indonesia Growth Project (IGP), yakni Pomalaa, Sorowako dan Morowali.

Dari Tambang ke Baterai: Membidik Nilai Tambah Hilirisasi Nikel Indonesia
| Selasa, 23 Juni 2026 | 11:55 WIB

Dari Tambang ke Baterai: Membidik Nilai Tambah Hilirisasi Nikel Indonesia

Hampir seluruh teknologi terkait transisi energi bersih dan elektrifikasi butuh mineral kritis, sehingga hilirisasi menjadi instrumen penting.

Elon Musk, The Value of Ambition
| Selasa, 23 Juni 2026 | 11:00 WIB

Elon Musk, The Value of Ambition

SpaceX IPO pecahkan rekor, valuasi pasar capai US$2,1 triliun. Namun, Morningstar nilai jauh di bawahnya.

Kredit Kontruksi Menanjak, Tapi Risikonya Masih Tinggi
| Selasa, 23 Juni 2026 | 09:37 WIB

Kredit Kontruksi Menanjak, Tapi Risikonya Masih Tinggi

Tantangan untuk menjaga kualitas aset kredit konstruksi masih sangat besar, terutama di segmen konstruksi perumahan.

GOTO Diburu Asing Sebulan ke Belakang, Ada Blackrock Hingga Credit Agricole
| Selasa, 23 Juni 2026 | 09:30 WIB

GOTO Diburu Asing Sebulan ke Belakang, Ada Blackrock Hingga Credit Agricole

Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi salah satu incaran investor asing sepanjang Juni 2026.

Potensi Tambahan Transfer ke Daerah 2027
| Selasa, 23 Juni 2026 | 08:36 WIB

Potensi Tambahan Transfer ke Daerah 2027

Dalam KEM PPKF 2027, pemerintah mengusulkan anggaran transfer ke daerah sekitar Rp 710 triliun hingga Rp 810 triliun

Surat Utang Danantara Bak Tax Amnesty Baru
| Selasa, 23 Juni 2026 | 08:24 WIB

Surat Utang Danantara Bak Tax Amnesty Baru

Klausul imunitas hukum dan perlindungan data investor menyerupai pengampunan pajak                  

Stimulus Ekonomi Tak Menjawab Persoalan Daya Beli
| Selasa, 23 Juni 2026 | 08:13 WIB

Stimulus Ekonomi Tak Menjawab Persoalan Daya Beli

Dalam konferensi pers, Senin (22/6), pemerintah mengumumkan paket stimulus ekonomi senilai sekitar Rp 26,34 triliun

INDEKS BERITA

Terpopuler