Ingin Tingkatkan Transaksi, Bursa Berjangka Malaysia Gulirkan Sesi Malam

Kamis, 19 Agustus 2021 | 15:37 WIB
Ingin Tingkatkan Transaksi, Bursa Berjangka Malaysia Gulirkan Sesi Malam
[ILUSTRASI. Pekerja mengumpulkan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit ke atas truk di Mamuju Tengah , Sulawesi Barat, Rabu (11/08/2021). ANTARA FOTO/ Akbar Tado/wsj.]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - KUALA LUMPUR. Bursa berjangka Malaysia (BMD) merancang perdagangan sesi malam untuk meningkatkan transaksi kontrak berjangka minyak sawit mentah (CPO). Trader menyambut rencana itu, mengingat sebagian besar bursa komoditas di dunia kini beroperasi sepanjang waktu.

BMD akan meluncurkan perdagangan setelah jam kerja pada Desember untuk kontrak berjangka CPO, yang merupakan patokan harga di pasar global.

“Kami adalah salah satu dari sedikit bursa yang tidak menawarkan perdagangan malam sejauh ini. Sudah saatnya kami menyelaraskan praktik pasar kami dengan investor global kami dengan cara yang benar,” kata Chief Executive Officer BMD Samuel Ho dalam wawancara dengan Reuters.

 Baca Juga: Turut tekan kemiskinan, pemerintah diminta lindungi sawit dari kampanye hitam

Kontrak berjangka CPO diperdagangkan mulai pukul 9:30 WIB hingga 18:00 WIB, dengan waktu jeda selama dua jam, mulai pukul 11:30 WIB. Sesi perdagangan malam dijadwalkan berlangsung pukul 20:00 hingga 22:30 WIB. 

Jadwal tersebut, menurut Ho, bertepatan dengan jam buka bursa di Amerika Serikat (AS) serta waktu penutupan pasar keuangan di London.

Perdagangan sesi malam di Kuala Lumpur akan meningkatkan peluang pasar bagi hedger untuk secara aktif mengelola eksposur risiko di pasar yang bergejolak. Terutama karena eksposur risiko harga komoditas sangat dipengaruhi oleh perkembangan global di zona waktu yang berbeda, tutur dia.

Chicago Board of Trade, yang menjalankan kontrak patokan untuk komoditas minyak kedelai, memiliki sesi perdagangan Asia. Sementara bursa berjangka untuk komoditas pertanian di Dalian China memiliki sesi perdagangan malam untuk beberapa produk, termasuk kontrak minyak kedelai dan minyak sawit. 

Pedagang minyak nabati global sedang menunggu peluncuran sesi perdagangan malam. Dan, mereka berharap sesi malam akan memungkinkan mekanisme pembentukan harga yang lebih baik.

“Mempertahankan kontrak patokan minyak sawit Bursa Malaysia terbuka selama sesi perdagangan hari AS sangat membantu untuk penemuan harga dan manajemen risiko,” kata Sandeep Bajoria, kepala eksekutif di broker minyak nabati terkemuka India Sunvin Group di Mumbai.

Baca Juga: Simak rekomendasi saham LSIP usai catatkan kinerja apik pada semester I  

Namun, perdagangan di hari-hari awal sesi malam bisa terganggu, kata seorang pedagang minyak sawit yang berbasis di Singapura.

“Orang-orang pasti akan menunggu sesi malam karena perdagangan kontrak CPO di bursa Malaysia sangat likuid. Tapi kita mungkin melihat volume yang lebih rendah keesokan paginya karena beberapa pelaku pasar akan menutupnya di malam hari.”

Paramalingam Supramaniam, direktur broker Pelindung Bestari yang berbasis di Malaysia mengatakan, perdagangan malam memungkinkan trader di Asia berperan lebih dalam melindungi risiko.

Selanjutnya: Penerbitan Obligasi Baidu Bukti Minat Pasar atas Sektor Digital China Masih Tinggi

 

 

Bagikan

Berita Terbaru

S&P Masih Percaya Indonesia, Pasar Obligasi Butuh Bukti
| Senin, 20 Juli 2026 | 13:49 WIB

S&P Masih Percaya Indonesia, Pasar Obligasi Butuh Bukti

S&P mempertahankan peringkat utang Indonesia di level investment grade dengan outlook stabil. Tetapi, respons pasar stagnan. Mengapa?

Ketika Sepak Bola Menyihir Pasar Saham
| Senin, 20 Juli 2026 | 11:20 WIB

Ketika Sepak Bola Menyihir Pasar Saham

Kedua riset ini mengindikasikan hubungan yang amat jelas antara mood (suasana hati) investor dan harga saham.

Harga Komoditas Mendaki, Prospek Saham TINS Kian Seksi
| Senin, 20 Juli 2026 | 09:59 WIB

Harga Komoditas Mendaki, Prospek Saham TINS Kian Seksi

Kenaikan harga timah menjadi kabar baik bagi PT Timah Tbk (TINS). Harga jual rata-rata (ASP) bisa terdongkrak dan memperlebar margin laba TINS. ​

Pajak dan Potensi Fraud Koperasi
| Senin, 20 Juli 2026 | 09:44 WIB

Pajak dan Potensi Fraud Koperasi

Risiko terjadinya fraud atau kecurangan pajak Koperasi Merah Putih dipengaruhi faktor lemahnya tata kelola.​

Lebih Mini untuk Ritel
| Senin, 20 Juli 2026 | 09:35 WIB

Lebih Mini untuk Ritel

Pemerintah harus adil memberikan imbal hasil surat utang yang ditawarkan, baik itu untuk institusi maupun kepada masyarakat.

ESG United Tractors (UNTR): Menjaga Eksplorasi Bisnis Dalam Koridor ESG
| Senin, 20 Juli 2026 | 08:40 WIB

ESG United Tractors (UNTR): Menjaga Eksplorasi Bisnis Dalam Koridor ESG

Bagi PT United Tractors Tbk (UNTR), eksplorasi bukan hanya mencari cadangan batubara, tapi juga menggali peluang bisnis jangka panjang.

Industri Maritim Khawatirkan Dampak B50
| Senin, 20 Juli 2026 | 06:43 WIB

Industri Maritim Khawatirkan Dampak B50

Tingkat keberhasilan uji coba mencapai 80%–90% dan memenuhi standar teknis kendaraan. B50 aman untuk mobil, truk, hingga bus.

Jangan Jadi Penonton Realisasi Investasi
| Senin, 20 Juli 2026 | 06:38 WIB

Jangan Jadi Penonton Realisasi Investasi

Kehadiran proyek strategis nasional di wilayah Timur Indonesia ini harus memberikan dampak langsung bagi perputaran roda ekonomi daerah.

Mitigasi Komprehensif Gangguan Rantai Pasok
| Senin, 20 Juli 2026 | 06:31 WIB

Mitigasi Komprehensif Gangguan Rantai Pasok

Penutupan kembali Selat Hormuz mengerek biaya transportasi hingga produksi, sehingga pemerintah harus segera melakukan antisipasi

Bankir Mengklaim Belum Menaikkan Bunga Kredit
| Senin, 20 Juli 2026 | 06:30 WIB

Bankir Mengklaim Belum Menaikkan Bunga Kredit

Sejumlah bank mengklaim belum menaikkan bunga kredit meski BI rate naik 1% sejak Mei 2025, karena persaingan penyaluran kredit masih ketat.  ​

INDEKS BERITA