Ini Penyebab Terangkatnya Harga Uang Kripto dengan Kapitalisasi Pasar Terbesar Kedua

Rabu, 28 April 2021 | 21:20 WIB
Ini Penyebab Terangkatnya Harga Uang Kripto dengan Kapitalisasi Pasar Terbesar Kedua
[ILUSTRASI. Ilustrasi berbagai produk digital asset seperti bitcoin, litecoin, ripple dan ethereum. KONTAN/Baihaki/15/03/2018]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Harga ether memperbarui rekor tertingginya, Rabu (28/4), terangkat kabar tentang rencana penjualan obligasi digital di platform blockhain miliknya, ethereum. Ether menyentuh nilai US$ 2.713,95 setelah mengalami lonjakan hingga lebih dari 5% pada hari sebelumnya.

Kendati kerap disebut sebagai ethereum, uang kripto yang memiliki nilai kapitalisasi pasar terbesar di dunia itu sejatinya bernama ether. Sedang ethereum merujuk ke jaringan blockchain dari ether.

Mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, Bloomberg, Selasa (27/4), memberitakan rencana European Investment Bank (EIB) untuk menerbitkan obligasi digital bertenor dua tahun senilai 100 juta euro. Penjualan yang akan memanfaatkan platform blockchain ethereum itu, akan dipimpin oleh Goldman Sachs, Banco Santander, dan Societe Generale, menurut para analis.

Baca Juga: Tembus US$ 2.700, Ether cetak rekor baru harga tertinggi sepanjang masa

Danny Kim, Head of Revenue di SFOX, broker yang menawarkan layanan menyeluruh untuk uang kripto, menyebut berita tentang rencana penerbitan obligasi digital EIB itu telah memicu tren bullish investor institusi untuk blockchain ethereum.  Ia juga menyebut penurunan pasokan ether di pasar sebagai penyebab naiknya harga uang kripto tersebut.

"Jumlah ethereum yang ada di bursa terus menurun, dan mencapai kisaran terendahnya dalam setahun terakhir. Pasokan yang kian menipis, memperkecil kemungkinan terjadinya aksi jual besar-besaran,” tutur Kim.

Permintaan ether juga meningkat karena investor menggunakan token tersebut untuk membeli aset digital, semacam barang seni virtual atau kapling virtual yang berbentuk non-fungible token (NFT) di platform seperti SuperRare dan Decentraland.

Baca Juga: 3 Sebab mengapa Warren Buffett tak tergiur investasi mata uang kripto

Uang kripto, awal pekan ini, mendapat dorongan dari kabar bahwa JPMorgan Chase berniat  menawarkan reksadana bitcoin yang terkelola. Bagi para peminat uang kripto, berita itu merupakan tanda bahwa uang kripto yang kerap disebut instrumen investasi yang spekulatif mulai mendapat kepercayaan dari lembaga keuangan mainstream.

Pada 1 Maret, Goldman Sachs mengoperasikan kembali trading desk untuk cryptocurrency. Dan beberapa minggu sebelum itu, Tesla Inc. mengumumkan telah membeli bitcoin senilai US$ 1,5 miliar, hingga memicu reli uang kripto.

Namun di Amerika Serikat (AS), prospek uang kripto terkendala oleh rencana Presiden Joe Biden untuk menaikkan tarif pajak penghasilan atas keuntungan dari investasi. Kenaikan itu dinilai sebagai langkah yang bakal menghambat minat berinvestasi, terutama di uang digital.

Selanjutnya: Bursa Bitcoin dan Aset Crypto Lainnya Siap Hadir di Semester II

 

 

Bagikan

Berita Terbaru

Bayang-Bayang Lonjakan NPL, Rapuhnya UMKM, dan Peringatan Keras bagi Perbankan RI
| Jumat, 24 April 2026 | 10:10 WIB

Bayang-Bayang Lonjakan NPL, Rapuhnya UMKM, dan Peringatan Keras bagi Perbankan RI

Alarm kewaspadaan berdering keras di segmen UMKM, dengan rasio non-performing loan (NPL) yang sudah menyentuh 4,60%.

Rupiah Terpuruk, Fiskal Makin Tertekan
| Jumat, 24 April 2026 | 09:30 WIB

Rupiah Terpuruk, Fiskal Makin Tertekan

Nilai tukar rupah sempat melampaui level Rp 17.300 per dolar Amerika Serikat (AS) pada KAmis (23/4) 

Kinerja Investasi Melemah Meski Capai Target
| Jumat, 24 April 2026 | 09:21 WIB

Kinerja Investasi Melemah Meski Capai Target

Realisasi investasi pada kuartal I-2026 mencapai Rp 498,8 triliun, hanya tumbuh 7,2%                

Prospek Cerah Saham MORA Usai Merger dengan MyRepublic dan Rapor Hijau Kuartal I-2026
| Jumat, 24 April 2026 | 08:53 WIB

Prospek Cerah Saham MORA Usai Merger dengan MyRepublic dan Rapor Hijau Kuartal I-2026

Investor diminta jangan lengah lantaran masih ada tekanan yang membayangi prospek MORA dalam jangka pendek.

Prospek Saham EMAS Melesat, Simak Sentimen Tambang Pani dan Rekomendasi Beli Analis
| Jumat, 24 April 2026 | 08:18 WIB

Prospek Saham EMAS Melesat, Simak Sentimen Tambang Pani dan Rekomendasi Beli Analis

Saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) jadi yang paling banyak diborong investor asing sepekan terakhir.

Rugi Bersih Waskita Karya (WSKT) Menyusut 45,58% Pada Kuartal I-2026
| Jumat, 24 April 2026 | 08:17 WIB

Rugi Bersih Waskita Karya (WSKT) Menyusut 45,58% Pada Kuartal I-2026

Rugi bersih emiten BUMN Karya itu pada kuartal I-2026 sebesar Rp 678,03 miliar, turun 45,58% secara tahunan.

Proses Penawaran Selesai, Petrosea (PTRO) Siap Akuisisi Saham Tambang di Papua Nugini
| Jumat, 24 April 2026 | 08:12 WIB

Proses Penawaran Selesai, Petrosea (PTRO) Siap Akuisisi Saham Tambang di Papua Nugini

PT Petrosea Tbk (PTRO) telah menyelesaikan proses penawaran atau binding offer dengan Tolu Minerals Limited pada 20 April 2026. ​

Lini Bisnis Jasa Keuangan Bakal Menopang Kinerja Astra (ASII) Pada 2026
| Jumat, 24 April 2026 | 08:07 WIB

Lini Bisnis Jasa Keuangan Bakal Menopang Kinerja Astra (ASII) Pada 2026

Kontribusi dari lini jasa keuangan bakal jadi salah satu penopang utama kinerja Astra. Salah satunya, dari kinerja jasa pembiayaan.

Saham Valuasi Murah Mulai Bergairah
| Jumat, 24 April 2026 | 08:01 WIB

Saham Valuasi Murah Mulai Bergairah

Di tengah kondisi pasar saham domestik yang terus bergejolak, kinerja indeks IDX Value30 masih perkasa di sepanjang tahun berjalan​ ini.

Bitcoin Meroket ke Puncak 11 Pekan, Awas Ancaman Profit Taking Menghantui!
| Jumat, 24 April 2026 | 07:55 WIB

Bitcoin Meroket ke Puncak 11 Pekan, Awas Ancaman Profit Taking Menghantui!

Reli yang kokoh menuntut fondasi likuiditas yang tebal, permintaan pasar spot yang stabil, serta partisipasi ritel maupun altcoin.

INDEKS BERITA

Terpopuler