Investasi Masih Menggeliat, Penanaman Modal di Sektor Elektronik Meningkat

Rabu, 17 April 2024 | 05:14 WIB
Investasi Masih Menggeliat, Penanaman Modal di Sektor Elektronik Meningkat
[ILUSTRASI. Pekerja memperbaiki saluran kabel listrik di Jakarta, Selasa (2/4/2024). Menurut data BKPM dari total realisasi investasi sebesar Rp1.418,9 triliun pada 2023 memicu peningkatan penyerapan 1,82 juta tenaga kerja. Namun, serapan tenaga kerja masih terbilang rendah lantaran investasi yang masuk ke Indonesia didominasi oleh padat teknologi dan padat modal. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/02/04/2024]
Reporter: Aurelia Lucretie | Editor: Sandy Baskoro

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek investasi di Indonesia kembali menggeliat. Sektor industri mesin dan elektronik dalam negeri mengalami peningkatan investasi, baik yang berasal dari penanaman modal asing (PMA) maupun penanaman modal dalam negeri (PMDN). 

Nurul Ichwan, Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyebutkan, pihaknya tidak memasang target investasi per sektor. "Kami tidak set target berdasarkan sektor. Jadi tidak ada target realisasi spesifik di sektor industri elektronik," kata dia kepada KONTAN, Selasa (16/4).

Baca Juga: Medco (MEDC) Siapkan Biaya Eksplorasi Untuk Temukan Cadangan Minyak Baru di Oman

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Pendapatan Jalan Tol Tumbuh, Prospek JSMR Masih Cerah
| Rabu, 02 September 2026 | 08:38 WIB

Pendapatan Jalan Tol Tumbuh, Prospek JSMR Masih Cerah

Penopang kinerja PT Jasa Marga Tbk (JSMR) adalah pertumbuhan bisnis jalan tol dan peluang perbaikan margin.

Pergerakan IHSG Disetir Rilis Data Ekonomi Domestik
| Rabu, 02 September 2026 | 08:36 WIB

Pergerakan IHSG Disetir Rilis Data Ekonomi Domestik

Pelaku pasar cenderung merespons positif sejumlah indikator ekonomi domestik terbaru yang dirilis, kemarin.

Menakar Prospek Saham ASII di Tengah Pelemahan Penjualan Mobil dan Tender Offer AUTO
| Rabu, 02 September 2026 | 08:34 WIB

Menakar Prospek Saham ASII di Tengah Pelemahan Penjualan Mobil dan Tender Offer AUTO

Peningkatan kepemilikan ASII di AUTO dapat memperbesar kontribusi bisnis komponen terhadap kinerja konsolidasi Astra.

Membedah Dampak Arbitrase Gunvor Terhadap Kinerja Keuangan dan Prospek Saham PGAS
| Rabu, 02 September 2026 | 08:02 WIB

Membedah Dampak Arbitrase Gunvor Terhadap Kinerja Keuangan dan Prospek Saham PGAS

Efek putusan arbitrase yang diajukan Gunvor ke kinerja keuangan PGAS bergantung pada nilai ganti rugi dan waktu penyelesaian.

ITSEC Asia Mencetak Laba Usaha Rp 23,01 Miliar, Meroket 1.171% yoy
| Rabu, 02 September 2026 | 07:49 WIB

ITSEC Asia Mencetak Laba Usaha Rp 23,01 Miliar, Meroket 1.171% yoy

Kinerja kuartal kedua mencerminkan pertumbuhan pendapatan yang terus berlanjut serta realisasi sejumlah proyek utama pada periode tersebut.

Harga Saham KOTA Sudah Melambung Tinggi, Investor Disarankan Tak Kejar Momentum
| Rabu, 02 September 2026 | 07:49 WIB

Harga Saham KOTA Sudah Melambung Tinggi, Investor Disarankan Tak Kejar Momentum

Kenaikan harga saham PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) kemungkinan telah jauh melampaui fundamental perseroan. 

Valuasi Jauh di Bawah Rata-Rata Lima Tahun, TPIA Jadi Saham Big Caps Paling Terdiskon
| Rabu, 02 September 2026 | 07:31 WIB

Valuasi Jauh di Bawah Rata-Rata Lima Tahun, TPIA Jadi Saham Big Caps Paling Terdiskon

Rata-rata target harga konsensus saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) berada di Rp 2.990 per saham.

Nilai Pasar Industri Kosmetik Bisa Tembus US$ 10 Miliar
| Rabu, 02 September 2026 | 07:27 WIB

Nilai Pasar Industri Kosmetik Bisa Tembus US$ 10 Miliar

Selama ini produk kosmetik dan perawatan diri digunakan oleh hampir seluruh kelompok usia dan gender.

Sinyal Hawkish Datang Dari AS, Rupiah Terancam Kembali Merosot ke Rp 18.000?
| Rabu, 02 September 2026 | 07:12 WIB

Sinyal Hawkish Datang Dari AS, Rupiah Terancam Kembali Merosot ke Rp 18.000?

Analis memperkirakan jika The Fed semakin hawkish, risiko rupiah kembali menembus level Rp 18.000 per dolar AS tetap terbuka.

Industri Manufaktur Belum Lepas dari Persoalan Struktural
| Rabu, 02 September 2026 | 07:08 WIB

Industri Manufaktur Belum Lepas dari Persoalan Struktural

Untuk melihat kondisi industri secara struktural, pelaku usaha tetap mencermati IKBM dari BPS dan berbagai indikator lainnya.

INDEKS BERITA

Terpopuler