Kawasan Industri Tumbuh Pesat, Permintaan hunian semakin Terpusat
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah dinamika sosial ekonomi dan politik dalam negeri yang berlangsung di penghujung tahun 2025 lalu atau semester II-2025, Pinhome mencermati bahwa permintaan hunian primer menurun di kota besar, namun meningkat di wilayah kawasan industri.
Dayu Dara Permata CEO & Founder Pinhome menjabarkan pada periode tersebut, turut menjadi ujian bagi pengembang properti di pasar primer. Data internal Pinhome menunjukkan penurunan inventori rumah baru mencapai 14% year on year (YoY).
"Sepanjang periode Juli hingga Desember 2025, rata-rata perubahan penambahan inventori rumah baru bulanan mengalami penurunan sebesar 14%. Penurunan tersebut, selain disebabkan oleh volatilitas gejolak sosial politik dan ekonomi, juga diakibatkan oleh kenaikan biaya konstruksi sebagai dampak lanjutan atas perang dagang AS," papar Dayu saat ditemui dalam Media Talk Show Membaca Masa Depan Properti Indonesia: Transisi Pasar dan Peluang 2026 di Jl. Satrio, Jakarta Selatan, Kamis (12/1).
Lebih lanjut dia mengemukakan kenaikan biaya kontruksi tersebut telah mengerek harga material impor, khususnya baja, alumunium, dan komponen mekanikal lainnya. Hal tersebut menekan margin keuntungan pengembang secara drastis. Dia berpendapat, meluncurkan produk baru di periode ini menempatkan pengembang pada dilema sulit, yakni menaikkan harga jual di saat daya beli lesu, atau memangkas spesifikasi bangunan yang berisiko pada reputasi.
Baca Juga: Kawasan Industri Bidik Investor Baru
Di sisi lain, gejolak sosial yang terjadi pada Agustus-September 2025 juga telah membuat pengembang besar cenderung menahan peluncuran cluster baru, memilih untuk menunggu situasi politik mereda pasca satu tahun pemerintahan baru.
Asal tahu saja, polemik sosial dan politik yang terjadi pada periode tersebut juga tercermin pada pengambilan keputusan investasi serta pencarian hunian yang tercatat dalam Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Bank Indonesia. IKK mencatat tren penurunan kepercayaan masarakat dari level 118,1 pada Juli 2025 menjadi 115,0 pada September. 2025.
Hasil ini sempat menjadi titik terendah sepanjang 2025, yang mencerminkan kekhawatiran masyarakat terhadap stabilitas keamanan dan ekonomi di tengah periode tersebut.
Namun yang menarik, di saat pencarian dan penambahan inventori rumah primer di kawasan residensial menurun, Pinhome melihat data pencarian pembelian rumah di periode yang sama, semester II-2025, meningkat di kawasan industri.
