Kawasan Industri Tumbuh Pesat, Permintaan hunian semakin Terpusat

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:31 WIB
Kawasan Industri Tumbuh Pesat, Permintaan hunian semakin Terpusat
[ILUSTRASI. Subang Smartpolitan - PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) (Dok/SSIA)]
Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah dinamika sosial ekonomi dan politik dalam negeri yang berlangsung di penghujung tahun 2025 lalu atau semester II-2025, Pinhome mencermati bahwa permintaan hunian primer menurun di kota besar, namun meningkat di wilayah kawasan industri.

Dayu Dara Permata CEO & Founder Pinhome menjabarkan pada periode tersebut, turut menjadi ujian bagi pengembang properti di pasar primer. Data internal Pinhome menunjukkan penurunan inventori rumah baru mencapai 14% year on year (YoY).

"Sepanjang periode Juli hingga Desember 2025, rata-rata perubahan penambahan inventori rumah baru bulanan mengalami penurunan sebesar 14%. Penurunan tersebut, selain disebabkan oleh volatilitas gejolak sosial politik dan ekonomi, juga diakibatkan oleh kenaikan biaya konstruksi sebagai dampak lanjutan atas perang dagang AS," papar Dayu saat ditemui dalam Media Talk Show Membaca Masa Depan Properti Indonesia: Transisi Pasar dan Peluang 2026 di Jl. Satrio, Jakarta Selatan, Kamis (12/1).

Lebih lanjut dia mengemukakan kenaikan biaya kontruksi tersebut telah mengerek harga material impor, khususnya baja, alumunium, dan komponen mekanikal lainnya. Hal tersebut menekan margin keuntungan pengembang secara drastis. Dia berpendapat, meluncurkan produk baru di periode ini menempatkan pengembang pada dilema sulit, yakni menaikkan harga jual di saat daya beli lesu, atau memangkas spesifikasi bangunan yang berisiko pada reputasi.

Baca Juga: Kawasan Industri Bidik Investor Baru

Di sisi lain, gejolak sosial yang terjadi pada Agustus-September 2025 juga telah membuat pengembang besar cenderung menahan peluncuran cluster baru, memilih untuk menunggu situasi politik mereda pasca satu tahun pemerintahan baru.

Asal tahu saja, polemik sosial dan politik yang terjadi pada periode tersebut juga tercermin pada pengambilan keputusan investasi serta pencarian hunian yang tercatat dalam Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Bank Indonesia. IKK mencatat tren penurunan kepercayaan masarakat dari level 118,1 pada Juli 2025 menjadi 115,0 pada September. 2025.

Hasil ini sempat menjadi  titik terendah sepanjang 2025, yang mencerminkan kekhawatiran masyarakat terhadap stabilitas keamanan dan ekonomi di tengah periode tersebut.

Namun yang menarik, di saat pencarian dan penambahan inventori rumah primer di kawasan residensial menurun, Pinhome melihat data pencarian pembelian rumah di periode yang sama, semester II-2025, meningkat di kawasan industri.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Rogoh Kocek Dalam, Emiten Menggelar Buyback Saham
| Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23 WIB

Rogoh Kocek Dalam, Emiten Menggelar Buyback Saham

Sejumlah perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) ramai-ramai menggelar pembelian kembali atau buyback saham dengan nilai jumbo.​

Xolare RCR Energy (SOLA) Bidik Pertumbuhan Pendapatan dan Laba Pada 2026
| Rabu, 17 Juni 2026 | 09:17 WIB

Xolare RCR Energy (SOLA) Bidik Pertumbuhan Pendapatan dan Laba Pada 2026

PT Xolare RCR Energy Tbk (SOLA) mematok target pendapatan di tahun 2026 bisa mencapai Rp 412,57 miliar. ​

Incar Dana Rp 498 Miliar, PANI Siap Private Placement
| Rabu, 17 Juni 2026 | 09:12 WIB

Incar Dana Rp 498 Miliar, PANI Siap Private Placement

Dalam aksi korporasi ini, PANI akan menerbitkan saham baru sebanyak 72.476.600 saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham.

Genjot Pertumbuhan, Citra Nusantara Gemilang (CGAS) Memperkuat Lini LNG dan CNG
| Rabu, 17 Juni 2026 | 09:08 WIB

Genjot Pertumbuhan, Citra Nusantara Gemilang (CGAS) Memperkuat Lini LNG dan CNG

PT Citra Nusantara Gemilang Tbk (CGAS) membidik pertumbuhan kinerja pada 2026, baik dari sisi pendapatan maupun laba bersih.

Cuan Saham Belum Subur, Investor Mulai Melirik Waran Terstruktur
| Rabu, 17 Juni 2026 | 08:59 WIB

Cuan Saham Belum Subur, Investor Mulai Melirik Waran Terstruktur

Dari awal 2025 hingga akhir Mei 2026, perdagangan derivatif mencapai 3.614 kontrak, meningkat 99% dibanding pada Mei 2025 sebanyak 1.815 kontrak.

Menjala Cuan dari Dividen Emiten
| Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52 WIB

Menjala Cuan dari Dividen Emiten

Di pekan pendek ini, ada sekitar 30 emiten di Bursa Efek Indonesia yang akan membagikan dividen tunai tahun buku 2025.

Tensi Geopolitik Mereda dan Suku Bunga Tinggi, Emas Kehilangan Momentum?
| Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB

Tensi Geopolitik Mereda dan Suku Bunga Tinggi, Emas Kehilangan Momentum?

Prospek perdamaian di Timur Tengah secara langsung berpotensi memangkas daya tarik emas sebagai aset safe haven.

Koreksi Rupiah Menekan Bisnis Jasa Konstruksi
| Rabu, 17 Juni 2026 | 07:59 WIB

Koreksi Rupiah Menekan Bisnis Jasa Konstruksi

Menurut Gapensi, harga material impor tersebut telah meningkat sekitar 8%–15% sejak awal tahun (year to date)

BSSR Alokasikan 64% Laba untuk Dividen, Pemegang Saham Kantongi Rp 486 per Saham
| Rabu, 17 Juni 2026 | 06:58 WIB

BSSR Alokasikan 64% Laba untuk Dividen, Pemegang Saham Kantongi Rp 486 per Saham

PT Baramulti Suksessarana (BSSR) setujui dividen US$ 70 juta atau Rp 486,13 per saham. Tanggal penting pencatatan pemegang saham sudah ditetapkan.

Masih Rentan Net Sell dan Menanti Arah Bunga BI, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Rabu, 17 Juni 2026 | 06:46 WIB

Masih Rentan Net Sell dan Menanti Arah Bunga BI, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Pada perdagangan hari ini, Rabu (17/6), pasar akan mencermati hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) 

INDEKS BERITA

Terpopuler