Peluang Terbuka dari Bisnis Keamanan Siber
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri teknologi informasi yang terus berkembang menimbulkan konsekuensi dan risiko besar terhadap keamanan siber atau digital. Direktur Pengawasan Sertifikasi dan Transaksi Elektronik Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Teguh Arifiyadi menuturkan, penipuan digital saat ini tak selalu dalam wujud yang mencurigakan.
Teguh mengungkap, hingga saat ini, Komdigi mencatat penipuan dokumen digital terbanyak adalah jenis lowongan pekerjaan, diikuti dengan maraknya penipuan transaksi invoice. "Mayoritas komunikasinya dari media sosial. Entah mereka seolah mewakili perusahaan atau menawarkan investasi, tapi startnya pasti dari media sosial," kata dia, Kamis (12/2).
Baca Juga: Bos Privy, Sukses Berkat Kejelian Membaca Pasar
