Investor Bursa Cemas Menanti Laporan Keuangan

Rabu, 13 Oktober 2021 | 05:20 WIB
Investor Bursa Cemas Menanti Laporan Keuangan
[ILUSTRASI. A specialist trader works inside a booth on the floor of the New York Stock Exchange (NYSE) in New York City, U.S., October 6, 2021. REUTERS/Brendan McDermid]
Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Lamgiat Siringoringo

KONTAN.CO.ID - HONG KONG. Krisis energi global yang memicu kekhawatiran peningkatan inflasi dan kekhawatiran terkait masalah Evergrade telah menyebabkan saham-saham di bursa Asia berguguran pada perdagangan Selasa (12/10).

Krisis listrik dan Evergrande memang mempersuram sentimen bagi para investor pasar modal yang sebenarnya masih menantikan laporan keuangan kuartal III 2021 dari perusahaan-perusahaan AS.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,9%. Bursa China juga ikut melorot. Indeks CSI300 blue-chip China turun 1,52%, sedangkan sub-indeks batubara turun 3,8% di tengah upaya pemerintah untuk mendesak perusahaan-perusahaan untuk meningkatkan output.

Di Hong Kong.  indeks Hang Seng  turun 1,3%, terseret oleh penurunan saham dari raksasa teknologi.
Indeks saham Nikkei Jepang turun 0,79%. Sedangkan saham Australia  turun 0,26%. "Banyak pelaku pasar posisi wait and see saat ini. Investor fokus mencermati apakah ada tindakan dari pemerintah China membantu menyelesaikan masalah utang Evergrande," kata Zhang Zihua, Kepala Investasi  Beijing Yunyi Asset Management dikutip Reuters, Selasa (12/10).
Sementara indeks utama Wall Street masih dipengaruhi  investor yang menanti laporan keuangan kuartal III, yang akan dimulai dengan hasil JPMorgan Chase & Co.
Beberapa analis memperkirakan perusahaan akan melaporkan pertumbuhan yang melambat karena hambatan rantai pasokan dan kenaikan harga. Mereka memperingatkan ini dapat menyebabkan penurunan saham Amerika Serikat (AS).

"Ekonomi tampaknya memasuki fase siklus menantang. Kami pikir investor dan perusahaan akan memantau data ekonomi dan hasil pendapatan sebelum membuat penilaian jangka pendek," kata analis ANZ dalam risetnya.

Bagikan

Berita Terbaru

Prospek MIKA 2026 Tetap Solid dan Margin Terjaga Meski Pasien BPJS Menyusut
| Selasa, 10 Februari 2026 | 09:30 WIB

Prospek MIKA 2026 Tetap Solid dan Margin Terjaga Meski Pasien BPJS Menyusut

Persaingan bisnis rumah sakit semakin sengit sehingga akan memengaruhi ekspansi, khususnya ke kota-kota tier dua.

Perluas Kapasitas Panas Bumi, Prospek Saham PGEO Masih Menarik?
| Selasa, 10 Februari 2026 | 09:26 WIB

Perluas Kapasitas Panas Bumi, Prospek Saham PGEO Masih Menarik?

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) terus menggeber ekspansi pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) miliknya.

Wira Global Solusi (WGSH) Akan Menebar Saham Bonus Dengan Rasio 1:1
| Selasa, 10 Februari 2026 | 09:06 WIB

Wira Global Solusi (WGSH) Akan Menebar Saham Bonus Dengan Rasio 1:1

Saham bonus yang akan dibagikan PT Wira Global Solusi Tbk (WGSH) berasal dari kapitalisasi tambahan modal disetor atau agio saham tahun buku 2024.

Momentum Ramadan Berpotensi Dorong Pertumbuhan Darya-Varia (DVLA)
| Selasa, 10 Februari 2026 | 09:02 WIB

Momentum Ramadan Berpotensi Dorong Pertumbuhan Darya-Varia (DVLA)

Momentum Ramadan dinilai bakal menjadi salah satu katalis positif bagi emiten farmasi. Salah satunya PT Darya-Varia Laboratoria Tbk.​

Proyek Hilirisasi BPI Danantara Menyengat Prospek Emiten BEI
| Selasa, 10 Februari 2026 | 08:56 WIB

Proyek Hilirisasi BPI Danantara Menyengat Prospek Emiten BEI

Proyek hilirisasi Danantara juga membuka peluang keterlibatan emiten pendukung, baik di sektor energi, logistik, maupun konstruksi.

Tembus Rp 5,50 Triliun, Laba Indosat (ISAT) Tumbuh Dua Digit Pada 2025
| Selasa, 10 Februari 2026 | 08:48 WIB

Tembus Rp 5,50 Triliun, Laba Indosat (ISAT) Tumbuh Dua Digit Pada 2025

Segmen selular jadi kontributor utama pertumbuhan kinerja PT Indosat Tbk (ISAT) di sepanjang tahun 2025.

Saatnya Peningkatan Integritas Pasar Modal Menghadapi Turbulensi
| Selasa, 10 Februari 2026 | 08:33 WIB

Saatnya Peningkatan Integritas Pasar Modal Menghadapi Turbulensi

Pelaksanaan aturan ini tidak langsung, tapi ada waktu transisi. Ini penting agar pemilik dan pengendali punya waktu menyusun strategi 

Kinerja Bank Mandiri (BMRI) Tetap Kokoh di 2025, Diprediksi Berlanjut di 2026
| Selasa, 10 Februari 2026 | 08:11 WIB

Kinerja Bank Mandiri (BMRI) Tetap Kokoh di 2025, Diprediksi Berlanjut di 2026

Sentimen positif bagi BMRI di tahun 2026 berasal dari fundamental yang solid dan efisiensi berkelanjutan.

Melawan Arus Badai MSCI, Saham RALS Melesat Jelang Ramadan dan Idul Fitri 2026
| Selasa, 10 Februari 2026 | 07:57 WIB

Melawan Arus Badai MSCI, Saham RALS Melesat Jelang Ramadan dan Idul Fitri 2026

Penjualan periode Lebaran menyumbang hampir 30% dari total target penjualan tahunan PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS).

Efek Berantai, Prospek Negatif Moody’s Bikin Saham Big Caps Pelat Merah Kompak Turun
| Selasa, 10 Februari 2026 | 07:43 WIB

Efek Berantai, Prospek Negatif Moody’s Bikin Saham Big Caps Pelat Merah Kompak Turun

Indonesia perlu belajar dari India yang mengalami masalah serupa pada 2012 namun bisa bangkit dan berhasil merebut kembali kepercayaan investor.

INDEKS BERITA

Terpopuler