Jadi Jawara Top Gainers, Valuasi Saham Bukopin (BBKP) Masih Sangat Menarik

Selasa, 19 Mei 2020 | 05:00 WIB
Jadi Jawara Top Gainers, Valuasi Saham Bukopin (BBKP) Masih Sangat Menarik
[]
Reporter: Tedy Gumilar | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) berhasil menjadi pemuncak daftar top gainers pada perdagangan awal pekan ini, Senin (18/5).

Harga saham BBKP melonjak 33,06%, atau 41 poin menjadi Rp 165 per saham. Di posisi kedua ada saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) yang naik 10,27% ke Rp 1.020 per saham.

Kenaikan harga saham BBKP yang signifikan hingga hampir menembus batas atas auto rejection, itu tidak lepas dari sentimen rencana rights issue yang bakal digelar bank tersebut.

Bank Bukopin lewat siaran pers pada 17 Mei 2020 menyebut, saat ini pihaknya tengah mendiskusikan detail terkait implementasi Penawaran Umum Terbatas (PUT) V dengan pemegang saham utamanya, termasuk Bosowa Corporindo dan KB Kookmin Bank.

Baca Juga: KB Kookmin Bank akan jadi pemegang saham pengendali Bank Bukopin

Pada hari yang sama, Anto Prabowo, Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK menyampaikan, OJK menerima informasi dari Bank Bukopin yang telah mencapai kesepakatan dengan calon investor, yaitu Kookmin Korea Bank untuk menjadi pemegang saham pengendali PT Bank Bukopin. 

OJK, sambung Anto, akan segera memproses penyesuaian kepemilikan Bank Bukopin sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan. 

"Penguatan aspek permodalan dan likuiditas oleh pemegang saham dan/atau investor diperlukan agar Bank Bukopin dapat meningkatkan kesehatan bank dan menjaga kestabilan sistem keuangan," kata Anto dalam keterangan resmi yang diperoleh KONTAN, 17 Mei 2020.

Per 30 April 2020, merujuk data RTI, Kookmin Bank menguasai 21,996% saham BBKP. Institusi keuangan ini merupakan perusahaan yang terafiliasi dengan kelompok usaha keuangan asal Korea Selatan, KB Financial Group.

Sementara PT Bosowa Corporindo menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 23,395%. Lalu, pemerintah RI menjadi pemegang 8,917% saham dan investor publik sebesar 45,692%.

Baca Juga: OJK Sudah Merampungkan Rekomendasi BPK

Oh ya, persetujuan para pemegang saham BBKP untuk menggelar PUT V sejatinya sudah dikantongi sejak Oktober 2019.

Pada 30 Desember 2019, BBKP juga telah merilis prospektus PUT V dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

Merujuk jadwal semula, tanggal efektif dari OJK diharapkan bisa diperoleh pada 28 Februari 2020.

Namun, dalam informasi resmi yang dirilis Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 14 Mei 2020, Meliawati, Sekretaris Perusahaan Bank Bukopin menyebut, saat ini pihaknya masih menjalani tahap proses registrasi PUT V untuk mendapatkan pernyataan efektif dari OJK.

Sahamnya menarik

Nah, dalam hari-hari mendatang sentimen rights issue kemungkinan masih akan mewarnai perjalanan saham BBKP.

Maklum, suntikan modal yang diperoleh dari hasil penerbitan saham baru bakal menopang perkembangan bisnis utama BBKP di segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Meski belakangan harga sahamnya sudah naik cukup banyak, potensi kenaikan harga saham BBKP sendiri masih terbuka cukup lebar.

BBKP menyentuh rekor harga terendah di Rp 84 per saham pada 24 Maret 2020.

Sejak saat itu, harganya terus merangkak naik hingga mencapai Rp 165 per saham pada Senin, 18 Mei 2020. Dus, kenaikan harganya sudah mencapai 96,43%.

Baca Juga: Saham perbankan blue chips berguguran, saatnya untuk beli?

Nah, di harga Rp 165, valuasi harga saham BBKP masih terbilang menarik. Bahkan jauh lebih murah ketimbang rata-rata emiten perbankan.

Price to book value (PBV) BBKP di Rp 165 ada di level 0,22 kali. Sebagai perbandingan, rata-rata PBV emiten sektor perbankan ada di 1,59 kali.

Jika diperinci, BBKP ada di posisi ketiga PBV terendah, setelah PT Bank Victoria International Tbk (BVIC) di 0,21 kali dan PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC) yang ada di 0,17 kali.

Secara historis, PBV BBKP saat ini juga jauh lebih rendah ketimbang valuasinya dalam beberapa tahun terakhir.

 

PBV BBKP Dalam Beberapa Tahun Terakhir
  2019 2018 2017 2016 2015 2014
Harga Saham 165 272 590 640 700 750
PBV 0,22 0,37 0,77 0,83 0,84 0,99
sumber: Riset KONTAN

Bagikan

Berita Terbaru

Cek Jadwal Penerbitan SBN Ritel 2026, Pekan Depan ORI029 Jadi Pembuka
| Jumat, 23 Januari 2026 | 15:56 WIB

Cek Jadwal Penerbitan SBN Ritel 2026, Pekan Depan ORI029 Jadi Pembuka

Pemerintah siapkan 7 seri SBN Ritel 2026, ORI029 jadi pembuka. Lihat jadwal sementara penerbitan SBN Ritel.

Izin Tambang Emas Martabe Melayang, Investor Asing Justru Rajin Borong Saham ASII
| Jumat, 23 Januari 2026 | 08:50 WIB

Izin Tambang Emas Martabe Melayang, Investor Asing Justru Rajin Borong Saham ASII

PT Astra International Tbk (ASII) saat ini dipersepsikan sebagai deep value stock oleh investor global.

Profit Taking Bayangi Emiten Prajogo Pangestu, Intip Proyeksi Ambisius BRPT ke Depan
| Jumat, 23 Januari 2026 | 08:29 WIB

Profit Taking Bayangi Emiten Prajogo Pangestu, Intip Proyeksi Ambisius BRPT ke Depan

Pendapatan BRPT diperkirakan tumbuh sebesar 41,4% dan EBITDA sebesar 40,2% selama periode 2024-2029.

Bursa Kripto Kedua Hadir, Apa Dampak Bagi Investor Aset Digital?
| Jumat, 23 Januari 2026 | 08:05 WIB

Bursa Kripto Kedua Hadir, Apa Dampak Bagi Investor Aset Digital?

Secara struktur pasar, kehadiran bursa kedua dapat memperkuat kompetisi.  Kedua bursa dapat mendorong transparansi harga.

Indeks Saham Indonesia Terjun Bebas ke Bawah 9.000, Simak Pergerakan IHSG Hari Ini
| Jumat, 23 Januari 2026 | 07:58 WIB

Indeks Saham Indonesia Terjun Bebas ke Bawah 9.000, Simak Pergerakan IHSG Hari Ini

Pelemahan IHSG di tengah bursa global dan nilai tukar rupiah menguat. Pemicunya, aksi jual di sejumlah sektor dan emiten berkapitalisasi besar.

Investor Panik, Duit Asing Kabur Hingga Rp 4 Triliun, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini
| Jumat, 23 Januari 2026 | 07:35 WIB

Investor Panik, Duit Asing Kabur Hingga Rp 4 Triliun, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

Net sell asing berawal dari rencana Presiden Prabowo Subianto yang menunjuk keponakannya, Thomas pmenjadi Deputi Gubernur BI.

Marak Aksi Korporasi, Kenapa Saham RAJA dan RATU Masih Kompak Terkoreksi?
| Jumat, 23 Januari 2026 | 07:30 WIB

Marak Aksi Korporasi, Kenapa Saham RAJA dan RATU Masih Kompak Terkoreksi?

Dalam jangka panjang RATU dapat menjadi operator penuh atau memimpin kerja sama dengan mitra berskala besar, baik di dalam maupun luar negeri.

Sinarmas Land Masih Mengandalkan KPR
| Jumat, 23 Januari 2026 | 07:06 WIB

Sinarmas Land Masih Mengandalkan KPR

Transaksi penjualan properti Sinarmas Land masih didominasi kredit pemilikan rumah (KPR), khususnya untuk produk rumah tapak dan ruko.

Perbankan Digital Akan Ekspansif  Kejar Pertumbuhan Kredit
| Jumat, 23 Januari 2026 | 06:55 WIB

Perbankan Digital Akan Ekspansif Kejar Pertumbuhan Kredit

​Bank digital tetap optimistis menatap prospek kredit 2026, meski ketidakpastian global dan persaingan industri masih menjadi tantangan utama.

BINO Amankan Kontrak Bantex Rp 35 Miliar, Berdampak Positif ke Keuangan 2026
| Jumat, 23 Januari 2026 | 06:43 WIB

BINO Amankan Kontrak Bantex Rp 35 Miliar, Berdampak Positif ke Keuangan 2026

Pembayaran sebesar 100% dari nilai invoice, paling lambat 120 hari setelah produk diterima dan disetujui oleh PT Deli Group Indonesia Jakarta,

INDEKS BERITA

Terpopuler