Jamu Pahit Pasar Saham Indonesia
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sepanjang 2025 merupakan masa keemasan bagi pasar saham Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak sekitar 22,1%, dari 7.080 pada akhir 2024 menjadi 8.647 pada penutupan 2025. Kenaikan ini didorong oleh optimisme investor, kondisi likuiditas yang longgar, serta keyakinan bahwa perekonomian Indonesia berada di jalur yang tepat. Sepanjang tahun itu, IHSG berulang kali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa, bahkan sempat menyentuh level 8.710. Kepercayaan pasar terhadap saham Indonesia berada di titik tertinggi.
Namun euforia tersebut berakhir tiba-tiba di awal 2026. Pada 28 Januari 2026, Morgan Stanley Capital International (MSCI), penyusun indeks saham global, mengumumkan penerapan interim treatment terhadap saham-saham Indonesia. Secara sederhana, interim treatment berarti MSCI memberi tanda hati-hati kepada pasar saham Indonesia, sehingga dana-dana besar dunia menahan penempatan investasinya sambil menunggu perbaikan. Bagi investor global, ini merupakan peringatan awal bahwa risiko berinvestasi di Indonesia meningkat. Pengumuman inilah yang memicu gejolak di pasar saham nasional.
Baca Juga: Palu Godam dari MSCI
