Jebakan Greenwashing dan Urgensi Masyarakat Sipil
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tahun 2026 menandai akselerasi luar biasa dalam tren investasi berkelanjutan di Indonesia. Mengalirnya triliunan rupiah ke dalam instrumen environmental, social and governance (ESG) dan maraknya perdagangan di bursa karbon menunjukkan pasar modal kita mulai menyadari satu hal penting, bahwa masa depan ekonomi adalah ekonomi hijau (green economy).
Saat ini, label "ramah lingkungan" bukan lagi sekadar pemanis program corporate social responsibility (CSR), tetapi telah menjadi metrik utama yang menentukan valuasi saham dan kepercayaan investor global. Namun, di balik euforia investasi hijau tersebut, ada sebuah risiko yang mengintai, yakni greenwashing.
