Jepang akan Beri Kompensasi ke Perusahaan yang SImpan Paten untuk Aplikasi Militer

Minggu, 26 Desember 2021 | 09:23 WIB
Jepang akan Beri Kompensasi ke Perusahaan yang SImpan Paten untuk Aplikasi Militer
[ILUSTRASI. Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida di kediaman resminya di Tokyo, Jepang, 4 Oktober 2021. Toru Hanai/Pool via REUTERS]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Jepang akan memberi kompensasi ke perusahaan yang menyimpan dan merahasiakan hak paten yang bisa diaplikasikan ke berbagai peralatan militer, demikian pemberitaan Nikkei. Skema kompensasi itu akan termuat dalam rancangan undang-undang yang tengah dibahas.

Rancangan legislasi yang bernama undang-undang keamanan ekonomi itu mencakup paten atas penemuan yang membantu mengembangkan senjata nuklir, seperti pengayaan uranium dan inovasi mutakhir seperti teknologi kuantum, kata laporan Nikkei.

Baca Juga: AS hingga India Meminta PBB Tidak Membatasi Pengembangan Senjata Otonom

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida bulan lalu berjanji akan menempatkan keamanan ekonomi negara dalam daftar prioritas kebijakannya.

Pemerintah Jepang akan memberikan kompensasi sekitar 20 tahun pendapatan lisensi kepada perusahaan-perusahaan yang termasuk dalam undang-undang tersebut, tambah laporan itu.

Kerangka undang-undang tersebut akan dirilis segera bulan depan, kata laporan itu. Rancangan undang-undang diperkirakan mendapat persetujuan kabinet pada Februari 2022 dan penerapan langkah-langkah yang diharapkan pada tahun fiskal 2023.

Bagikan

Berita Terbaru

Bitcoin Menguat 47,60% per Kuartal III-2026, Begini Strategi Manfaatkan Momentumnya
| Rabu, 23 September 2026 | 15:00 WIB

Bitcoin Menguat 47,60% per Kuartal III-2026, Begini Strategi Manfaatkan Momentumnya

Faktor lain yang mendorong penguatan setelah keputusan Fed adalah nada dari konferensi pers dan proyeksi ekonomi (dot plot) yang disampaikan.

Masa Pembuktian Bisnis AI ISAT Diramal Baru Mulai 2027, Ini Indikator Kuncinya
| Rabu, 23 September 2026 | 13:00 WIB

Masa Pembuktian Bisnis AI ISAT Diramal Baru Mulai 2027, Ini Indikator Kuncinya

Analis memperkirakan bisnis AI baru paling cepat mulai memberikan kontribusi yang material terhadap laba konsolidasi ISAT pada 2027–2028.

Dilema BI Rate
| Rabu, 23 September 2026 | 12:01 WIB

Dilema BI Rate

Tantangan BI adalah menemukan titik keseimbangan antara stabilitas rupiah dan kebutuhan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah Evaluasi Hambatan Garmen dan TPT
| Rabu, 23 September 2026 | 09:01 WIB

Pemerintah Evaluasi Hambatan Garmen dan TPT

Khusus di hilir terkait dengan garmen,gangguan impor ballpress segera ditertibkan                   

Pemerintah Lanjutkan Penagihan Piutang BLBI
| Rabu, 23 September 2026 | 08:52 WIB

Pemerintah Lanjutkan Penagihan Piutang BLBI

Pemerintah telah melunasi kewajiban utang kepada BI terkait penanganan krisis keuangan 1997-1998 dengan total Rp 640 triliun

300.000 Lebih Surat Cinta untuk Wajib Pajak
| Rabu, 23 September 2026 | 08:39 WIB

300.000 Lebih Surat Cinta untuk Wajib Pajak

Sebanyak 304.994 surat cinta yang diterbitkan Ditjen Pajak merupakan SP2DK dalam rangka pengawasan  

Daya Ungkit APBD Tertahan Belanja Modal
| Rabu, 23 September 2026 | 08:19 WIB

Daya Ungkit APBD Tertahan Belanja Modal

Realisasi belanja modal pemerintah daerah hingga 21 September 2026 baru mencapai 27%                

El Nino Ancam Produksi Kopi hingga Gula, Margin MYOR dan FORE Berpotensi Tertekan
| Rabu, 23 September 2026 | 08:12 WIB

El Nino Ancam Produksi Kopi hingga Gula, Margin MYOR dan FORE Berpotensi Tertekan

Produksi kopi, kakao, dan gula membutuhkan waktu sekitar enam bulan hingga satu tahun untuk kembali pulih setelah diterjang El Nino.

Produksi Meningkat, Laba Bersih Medco Melesat
| Rabu, 23 September 2026 | 08:06 WIB

Produksi Meningkat, Laba Bersih Medco Melesat

Kinerja MEDC ditopang pertumbuhan produksi minyak dan gas (migas), beroperasinya proyek baru, serta kontribusi investasi di sektor tambang.

Selektif Memilih Saham Danantara
| Rabu, 23 September 2026 | 08:04 WIB

Selektif Memilih Saham Danantara

Tekanan jual investor asing yang masih besar dan sentimen tata kelola membayangi emiten-emiten di bawah Danantara

INDEKS BERITA

Terpopuler