Smelter Nikel Terdampak Pemangkasan Produksi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Keputusan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan angka Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) nikel periode 2026 pada rentang 260 juta sampai maksimal 270 juta ton berpotensi menghambat produksi hilirisasi nikel.
Ketua Umum Forum Industri Nikel Indonesia (FINI) Arif Perdana Kusumah mengatakan pemangkasan ini akan berdampak pada produksi nikel yang lebih rendah dibandingkan target pada tahun ini. "Upaya peningkatan operasi smelter khususnya jenis refinery high pressure acid leaching (HPAL) akan tertunda atau melambat, karena kekurangan pasokan bahan baku bijih nikel," ungkap dia kepada KONTAN, Rabu (11/2).
