Jutaan Saham Treasury BTPN Dialihkan Kepada Para Direkturnya Sebagai Remunerasi

Selasa, 07 September 2021 | 17:20 WIB
Jutaan Saham Treasury BTPN Dialihkan Kepada Para Direkturnya Sebagai Remunerasi
[ILUSTRASI. Pekerja beraktivitas diketinggian dekat logo Bank BTPN Tbk di Jakarta, Kamis (2/11/2017). KONTAN/Cheppy A. Muchlis]
Reporter: Tedy Gumilar | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank BTPN Tbk (BTPN) mengalihkan sebagian saham treasury kepada para direkturnya. Jumlah saham yang dialihkan maksimal sebanyak 9.135.436 saham, atau 9,60% dari total saham treasury BTPN.

Ini merujuk pada keputusan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang berlangsung pada 22 April 2021 lalu.

Pengalihan saham BTPN tersebut merupakan bagian dari program remunerasi yang bersifat material untuk para material risk taker, sebagaimana diatur dalam POJK NO.2/POJK.04/2013 dan POJK No.45/POJK.03/2015.

Pelaksanaan deferred shares program untuk material risk taker sudah dilaksanakan sejak 18 Agustus 2021 hingga 31 Agustus 2021.

 

 

Nah, hingga akhir Agustus, jumlah saham treasury BTPN yang dialihkan sebanyak 2.633.202 saham. Dus, jumlah saham treasury BTPN kini masih bersisa 92.565.698,lembar, setara 1,14%.

Baca Juga: Fitch: Pelonggaran PPKM Akan Membantu Pemulihan Korporasi Indonesia di Kuartal IV

Perinciannya, Direktur Utama BTPN Ongki Wanadjati Dana mendapatkan 859.304 saham. Wakil Direktur Utama Darmadi Sutanto sebanyak 458.520 saham.

Dini Herdini sebanyak 115.572 saham, Adrianus Dani Prabawa sebanyak 304.402 saham dan Henoch Munandar 170.756 saham.

Lalu Merisa Darwis sebanyak 219.358 saham, Hanna Tantani 145.154 saham dan Hiromichi Kubo 108.264 saham.

Transaksi pengalihan saham BTPN kepada para direktur ini berlangsung pada 26-31 Agustus 2021.

Sementara harga pembeliannya, untuk saham kinerja 2019 di harga Rp 1.880 per saham. Sedangkan untuk saham kinerja 2020 di harga Rp 2.780 per saham.

Dengan demikian, secara sederhana harga perolehan rata-ratanya adalah Rp 2.330 per saham.

Pada penutupan perdagangan hari ini (7/9) saham BTPN ada di Rp 2.820 per saham.

Selanjutnya: BUMN Barata Indonesia Kembali Gagal Membayar Bunga MTN Tepat Waktu

 

Bagikan

Berita Terbaru

Bursa Karbon Jadi Katalis Baru Emiten Energi Hijau, PGEO dan BREN Paling Berpeluang
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 14:30 WIB

Bursa Karbon Jadi Katalis Baru Emiten Energi Hijau, PGEO dan BREN Paling Berpeluang

Analis mengingatkan perlu berhati-hati agar tidak menganggap seluruh nilai ekonomi dari bursa karbon akan otomatis masuk ke kantong emiten EBT.

JGLE Dilirik Pasar, Volume dan Harga Melejit di Tengah Rencana Rights Issue Rp 414 M
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 14:00 WIB

JGLE Dilirik Pasar, Volume dan Harga Melejit di Tengah Rencana Rights Issue Rp 414 M

Pasar sedang berspekulasi tinggi terhadap JGLE seiring dengan adanya rencana rights issue sambil mengejar tren harga saham yang terbaca uptrend.

Emiten Emas Topang IHSG, BRMS Jadi Pilihan Agresif di Kuartal III-2026?
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 13:30 WIB

Emiten Emas Topang IHSG, BRMS Jadi Pilihan Agresif di Kuartal III-2026?

Menurut analis, BRMS menarik karena ada kombinasi antara harga emas yang tinggi dan potensi peningkatan produksi emas di Poboya secara bertahap.

Harga Timah Diprediksi Normalisasi 2027, Waspadai Peak Earnings TINS di 2026
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 13:00 WIB

Harga Timah Diprediksi Normalisasi 2027, Waspadai Peak Earnings TINS di 2026

Dalam laporannya, Stockbit menyebutkan konsensus Bloomberg memproyeksikan harga timah pada 2027 berada di US$ 44.750 per ton.

BEI Hapus Batas Harga Minimum Rp 50, Apa yang Bakal Terjadi dengan GOTO?
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:00 WIB

BEI Hapus Batas Harga Minimum Rp 50, Apa yang Bakal Terjadi dengan GOTO?

Mengingat jumlah pemegang saham GOTO mencapai lebih dari 456 ribu, risiko panic selling begitu nyata ketika batas psikologis Rp 50 hilang.

Harga Saham Tertekan Jadi Alasan BBCA Lebih Sering Bagikan Dividen?
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:17 WIB

Harga Saham Tertekan Jadi Alasan BBCA Lebih Sering Bagikan Dividen?

Peningkatan frekuensi dividen BBCA cukup efektif dalam menjaga minat investor, khususnya investor yang mengutamakan pendapatan tunai dari saham.

Fenomena Girl Math, Siasat Agar Dompet Selamat
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 09:20 WIB

Fenomena Girl Math, Siasat Agar Dompet Selamat

Di balik humor girl math di media sosial, pembenaran atas belanja impulsif ternyata bisa berdampak panjang. Simak ulasannya!

SR025 Tawarkan Kupon Pasti 6,8%-6,9%, Instrumen Halal Bebas Risiko?
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 08:00 WIB

SR025 Tawarkan Kupon Pasti 6,8%-6,9%, Instrumen Halal Bebas Risiko?

Sukuk Ritel seri SR025 menawarkan jaminan negara dan imbalan rutin di tengah ketidakpastian pasar. Simak pertimbangan sebelum berinvestasi!

Lautan Luas Mengisi Pundi-Pundi dari Bisnis Solusi Air
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 06:34 WIB

Lautan Luas Mengisi Pundi-Pundi dari Bisnis Solusi Air

Di tengah meningkatnya kebutuhan pengelolaan air yang berkelanjutan, PT Lautan Luas Tbk (LTLS) menawarkan solusi pengola

Berebut Pelanggan di Taksi Segmen Menengah
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 06:31 WIB

Berebut Pelanggan di Taksi Segmen Menengah

Persaingan bisnis taksi di layanan segmen menengah kini semakin masif. Siuapa yang dibidik dan seperti apa pasarnya? 

 
INDEKS BERITA

Terpopuler