KBLI Berupaya Kembangkan Pasar Eskpor

Kamis, 20 Juni 2019 | 11:00 WIB
KBLI Berupaya Kembangkan Pasar Eskpor
[]
Reporter: Kenia Intan | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produsen kabel PT KMI Wire and Cable Tbk (KBLI) berencana meningkatkan ekspor dengan mencari pasar baru yang potensial. Maklumlah, kontribusi dari penjualan ekspor masih terbilang mini, yakni sebesar 2% dari total penjualan.

"Kami mencari pasar baru dengan mengikuti pameran-pameran, melalui kementerian luar negeri karena biasanya mereka punya program pengembangan pasar di negara tertentu," ungkap Direktur Keuangan PT KMI Wire and Cable Tbk, Dede Suhendra, Rabu (19/6).

Memang, masuk ke pasar ekspor cukup berat. Hal tersebut karena tingkat kompetisi di pasar global sangat tinggi. Dede bilang, di dalam negeri persaingan tidak lebih dari 60 produsen kabel. Bandingkan jika merambah ke pasar China yang pesaingnya bisa mencapai 4.000 produsen.

Menurut Dede, dari total penjualan KBLI, pasar ekspor baru berkontribusi kurang lebih 2%. Dengan porsi yang kecil tersebut, sebesar 80% penjualan diserap oleh negara-negara di Asia Tenggara. Sebab, beban transportasi ke negara Asia Tenggara lumayan murah karena lebih dekat sehingga harga produk bisa kompetitif.

Salah satu negara yang menyerap produk kabel KBLI adalah Vietnam. Tahun lalu, KMI Wire and Cable memasok produk kabel aluminum conductor with composite core (ACCC) ke Vietnam.

Pengembangan kabel dengan nama ACCC-ULS Mahakam itu berhasil dipasang menyeberangi sungai dengan bentang 1.248 meter di jalur 220 kV Cao Lanh.

Sisanya, sebesar 20% penjualan lain diserap pasar di negara-negara Timur Tengah. Dede menyebutkan, dalam membuka pasar baru di luar negeri, KBLI membidik negara berkembang dan negara yang tengah membangun jaringan seperti negara pasca perang di Timur Tengah.

Kendati segmen ekspor mulai digenjot, KBLI masih tetap fokus melakukan penetrasi di pasar domestik. "Pasar ekspor merupakan strategi karena memang akan mengarah ke sana nantinya. Cuma, saat ini kami masih memprioritaskan permintaan pasar domestik yang masih tinggi," imbuh Direktur KBLI, Gabriela Lili.

Mengenai kinerja keuangan hingga kuartal I-2019, KMI Wire and Cable mencatat penjualan dari sektor swasta berkontribusi sebesar 53%, non-swasta 46%, dan sisanya pasar ekspor. Sementara dilihat dari sisi produk, penjualan masih disokong oleh kabel low votage yang menyumbang hingga 62% sepanjang kuartal pertama tahun ini.

Sepanjang tiga bulan pertama pada tahun ini, KBLI berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 1,02 triliun. Jumlah tersebut lebih tinggi 15% daripada perolehan di kuartal I-2018.

Adapun untuk pengembangan usaha di sepanjang tahun 2019, manajemen KBLI mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 147 miliar, yang berasal dari kas internal perusahaan dan pinjaman.

Nantinya, KBLI akan menggunakan dana belanja modal tersebut untuk pergantian dan penambahan mesin produksi. "Hingga saat ini baru terserap 10%," sebut Lili.

Menurut dia, penyerapan belanja modal masih terhitung kecil karena pergantian mesin memerlukan waktu untuk pemesanan.

Bagikan

Berita Terbaru

Siap-Siap Ada Kebijakan Tarif Pajak di 2027
| Sabtu, 15 Agustus 2026 | 11:40 WIB

Siap-Siap Ada Kebijakan Tarif Pajak di 2027

Target penerimaan pajak dalam RAPBN 2027 meningkat 12,1% dari outlook tahun 2026                    

Ambisi Ekonomi Terbentur Fiskal
| Sabtu, 15 Agustus 2026 | 10:31 WIB

Ambisi Ekonomi Terbentur Fiskal

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada tahun depan sebesar 6%, rekor tertinggi dalam 13 tahun   

Menjadikan Sang Ibunda Sebagai Panutan
| Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:26 WIB

Menjadikan Sang Ibunda Sebagai Panutan

Perjalanan Agus Martowardojo menarik karena pernah dipercaya memimpin Bank Mandiri di usia yang masih muda.

Opex Naik, Investasi Jadi Pemicu
| Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:05 WIB

Opex Naik, Investasi Jadi Pemicu

Beban bank meningkat seiring ekspansi dan investasi.                                                    

Anggaran Perlinsos 2027 Makin Gemuk
| Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:02 WIB

Anggaran Perlinsos 2027 Makin Gemuk

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, perlinsos tetap menjadi salah satu instrumen penting dalam kebijakan fiskal pemerintah pada 2027

MDKA Tambah Kepemilikan Saham EMAS
| Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:16 WIB

MDKA Tambah Kepemilikan Saham EMAS

Setelah transaksi, kepemilikan MDKA di EMAS bertambah jadi 9,43 miliar saham dari sebelumnya 9,33 miliar saham.

Langkah Strategis CLEO: Kejar Efisiensi Operasional Melalui Otomasi Pabrik
| Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Langkah Strategis CLEO: Kejar Efisiensi Operasional Melalui Otomasi Pabrik

Produsen air minum dalam kemasan (AMDK) ini menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp700 miliar

Kemerdekaan Tanpa Kesejahteraan
| Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:15 WIB

Kemerdekaan Tanpa Kesejahteraan

Makna hakiki dari sebuah kemerdekaan adalah bukan sekedar kemerdekaan untuk negara saja tetapi bagi setiap warga negaranya.

Lautan Luas (LTLS) Pacu Kinerja di Paruh Kedua
| Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:10 WIB

Lautan Luas (LTLS) Pacu Kinerja di Paruh Kedua

LTLS terus berupaya meningkatkan kontribusi pendapatan dari lini bisnis food ingredients dan air bersiih

Investor Menanti Bukti Agar Pasar Kembali Seksi
| Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:08 WIB

Investor Menanti Bukti Agar Pasar Kembali Seksi

Kendati rebound seusai pidato Presiden Prabowo, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum mengalami perubahan tren bullish.

INDEKS BERITA