Keberuntungan Sesaat Suplus Neraca Dagang

Selasa, 16 November 2021 | 09:00 WIB
Keberuntungan Sesaat Suplus Neraca Dagang
[]
Reporter: Harian Kontan | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Neraca dagang Indonesia periode Oktober tahun ini kembali mencetak surplus. Surplus neraca dagang mencapai
US$ 5,74 miliar. Dengan demikian, Indonesia sudah mencatatkan surplus neraca dagang selama 18 bulan terus menerus.

Nilai ekspor naik hingga 53,35% menjadi US$ 22,03 miliar di periode tersebut. Ini merupakan rekor nilai ekspor tertinggi sepanjang masa. Sementara impor naik 51,06% menjadi US$ 16,29 miliar.

Indonesia mendapat berkah dari kenaikan harga komoditas yang terjadi beberapa waktu terakhir. Sebagai salah satu negara yang kaya dengan sumber daya alam, Indonesia jadi sangat diuntungkan bila terjadi kenaikan tinggi pada harga-harga komoditas.

Apalagi, Indonesia merupakan produsen terbesar beberapa komoditas yang sangat dibutuhkan di dunia. Tak heran, kenaikan harga komoditas membuat nilai ekspor Indonesia melejit.

Tapi Indonesia juga tidak bisa terlalu bergantung pada komoditas untuk mengerek ekspor. Jangan lupa, ekonomi Indonesia pernah tersandung bubble harga komoditas beberapa tahun silam.

Selain itu, sejumlah komoditas andalan Indonesia, terutama komoditas tambang, merupakan komoditas yang tak terbarukan. Artinya, Indonesia cuma bisa menikmati berkah peristiwa semacam kenaikan harga komoditas sepanjang komoditas tersebut bisa diproduksi.

Jadi, rekor ekspor yang terjadi saat ini bisa dibilang merupakan keberuntungan sesaat. Apalagi, saat ini harga komoditas sudah mulai bergerak turun.

Idealnya, Indonesia juga perlu memperkuat industri manufaktur. Bila produk hasil industri manufaktur Indonesia punya daya saing kuat, pendapatan ekspor dari sektor ini bisa diandalkan menopang neraca perdagangan di masa depan.

Indonesia juga masih punya keunggulan dari sisi angkatan kerja yang tinggi. Tambah lagi, Indonesia juga punya UU Cipta Kerja.

Kesuksesan mencetak rekor nilai ekspor sepanjang masa ini juga jangan sampai membuat kita terlena dan lupa mengembangkan pasar domestik. Pasar domestik juga penting bagi pertumbuhan ekonomi.

Berkaca pada Jepang, saat ekonomi negara lain mulai pulih, ekonomi Jepang malah merosot 3% di kuartal tiga. Penyebabnya, Negeri Samurai ini mengandalkan ekspor, terutama otomotif, untuk menopang ekonomi. Alhasil, pembatasan aktivitas masyarakat di berbagai negara mengganggu ekonomi Jepang.      

Bagikan

Berita Terbaru

Butuh Duit, Penghimpunan Dana Korporat Terus Melesat
| Minggu, 11 Januari 2026 | 08:18 WIB

Butuh Duit, Penghimpunan Dana Korporat Terus Melesat

Penghimpunan dana korporasi di pasar modal menunjukkan tren positif dan di atas target yang dipatok Rp 220 triliun.

Meminjam Istilah Trump, Industri Reksadana Jalani Tremendous Year di Tahun 2025
| Minggu, 11 Januari 2026 | 08:02 WIB

Meminjam Istilah Trump, Industri Reksadana Jalani Tremendous Year di Tahun 2025

Memiliki reksadana, selain mendapat imbal hasil, dapat digunakan sebagai aset jaminan ketika investor membutuhkan pendanaan. 

Sah, OJK Berikan Izin Bursa Kripto Kedua, ICEX Siap Beroperasi
| Minggu, 11 Januari 2026 | 07:51 WIB

Sah, OJK Berikan Izin Bursa Kripto Kedua, ICEX Siap Beroperasi

OJK membuka ruang bagi terbentuknya struktur pasar aset kripto yang lebih kompetitif dan tidak bertumpu pada satu pelaku usaha.

Upaya Mendongkrak Kinerja, Bukit Asam (PTBA) Garap Proyek Hilirisasi
| Minggu, 11 Januari 2026 | 07:40 WIB

Upaya Mendongkrak Kinerja, Bukit Asam (PTBA) Garap Proyek Hilirisasi

Jika proyek DME mulai direalisasikan pada awal 2026, ini bisa membebani arus kas jangka pendek PTBA. 

Pemprov Jakarta Akan Bongkar Tiang Monorel, Margin ADHI Berpotensi Tergerus
| Minggu, 11 Januari 2026 | 07:31 WIB

Pemprov Jakarta Akan Bongkar Tiang Monorel, Margin ADHI Berpotensi Tergerus

Namun, nilai aset tiang monorel ini menyusut dari awal sebesar Rp 132,05 miliar menjadi Rp 79,3 miliar dan Rp 73,01 miliar per 30 September 2025. 

Menimbang Investasi Valas dalam Portofolio Pribadi
| Minggu, 11 Januari 2026 | 07:00 WIB

Menimbang Investasi Valas dalam Portofolio Pribadi

Ada banyak jenis investasi valas yang bisa jadi pilihan. Simak untuk apa tujuan investasi valas serta menentukan mata uang yang tepat.​

Strategi SMBC Indonesia Mendorong Transisi Ekonomi Hijau Melalui Pembiayaan
| Minggu, 11 Januari 2026 | 06:35 WIB

Strategi SMBC Indonesia Mendorong Transisi Ekonomi Hijau Melalui Pembiayaan

Perbankan tak hanya penopang modal usaha, juga penentu praktik bisnis yang berkelanjutan. Apa saja yang dilakukan perbankan untuk keberlanjutan?

Ekspresi Diri di Dapur lewat Bantuan Aplikasi Memasak
| Minggu, 11 Januari 2026 | 06:30 WIB

Ekspresi Diri di Dapur lewat Bantuan Aplikasi Memasak

Konten cara masak ramai di media sosial. Intip strategi dan inovasi aplikasi resep masakan biar tetap eksis. 

Digitalisasi Pergadaian Menguat, Cabang Fisik Tetap Jadi Andalan
| Minggu, 11 Januari 2026 | 06:15 WIB

Digitalisasi Pergadaian Menguat, Cabang Fisik Tetap Jadi Andalan

Digitalisasi layanan gadai mulai berkembang, meski transaksi berbasis cabang masih menjadi tulang punggung industri pergadaian.

Biro Travel Jumpalitan Mencari Dana Talangan Haji Khusus
| Minggu, 11 Januari 2026 | 06:10 WIB

Biro Travel Jumpalitan Mencari Dana Talangan Haji Khusus

Jemaah haji khusus menghadapi ketidakpastian keberangkatan pada musim haji 2026 akibat tersendatnya pencairan pengembalian simpanan haji.

INDEKS BERITA

Terpopuler