Kenaikan Harga Komoditas Menjadi Penopang Kinerja Reksadana Saham

Jumat, 02 September 2022 | 04:05 WIB
Kenaikan Harga Komoditas Menjadi Penopang Kinerja Reksadana Saham
[]
Reporter: Aris Nurjani | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bulan Agustus menjadi periode baik bagi kinerja reksadana. Ini tercermin dari kinerja rata-rata reksadana yang positif. Kondisi ini juga membuat rata-rata kinerja reksadana menjadi positif sepanjang tahun ini (lihat tabel: Kinerja Reksadana). 

Berdasarkan data Infovesta Utama, kinerja reksadana saham pada Agustus tumbuh paling tinggi diantara reksadana jenis lain. Vice President Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan, kinerja reksadana saham naik karena harga komoditas. "Naiknya kinerja reksadana saham karena fokus ke komoditas energi, terutama ke batubara," ucap Wawan, Kamis (1/9). 

Baca Juga: Obligasi Pemerintah Sensitif Terhadap Risiko Perubahan Harga

Wawan bilang, reksadana yang bisa mengoptimalkan portofolio pada sektor komoditas khususnya energi akan mendapatkan kinerja paling baik.  IHSG pun berhasil menguat ditopang sektor energi

Kinerja reksadana pendapatan tetap juga tumbuh positif. Di Agustus saja, rata-rata kinerja reksadana pendapatan tetap positif 0,57% dan tumbuh 0,5% secara year to date. Sementara itu, reksadana campuran membukukan rerata kinerja 1,22% di bulan lalu dan 2,88% sepanjang tahun ini. Untuk reksadana pasar uang positif 0,2% pada Agustus dan 1,7% secara ytd.  

Head of Investment Specialist and Product Development Sucorinvest Asset Management Lolita Liliana mengakui rata-rata kinerja reksadana positif di Agustus. Rilis laporan keuangan emiten komoditas, perbankan, dan ritel yang menghasilkan kinerja positif menopang sentimen positif. 

Lolita bilang stabilitas yield obligasi karena intervensi BI ikut menopang kinerja aset pendapatan tetap. Apalagi fundamental domestik solid. 

Baca Juga: Kenaikan Suku Bunga Menekan Pasar Modal, Simak Saran Berinvestasi Reksadana

Bagikan

Berita Terbaru

Calon Investor Masih Belum Terlihat, BPKH Belum Lepas Muamalat
| Rabu, 11 Februari 2026 | 20:53 WIB

Calon Investor Masih Belum Terlihat, BPKH Belum Lepas Muamalat

BPKH belum juga lepas Muamalat, kepemilikan saham masih di atas batas OJK. Aturan ketat menanti, bagaimana nasib Bank Muamalat ke depan?

Tidak Ada Temuan Besar Emas di 2023-2024, Dukung Harga Emas Jangka Panjang
| Rabu, 11 Februari 2026 | 15:13 WIB

Tidak Ada Temuan Besar Emas di 2023-2024, Dukung Harga Emas Jangka Panjang

Tidak adanya penemuan besar emas selama dua tahun berturut-turut, yakni 2023-2024 diyakini akan mendukung harga emas ke depannya.

Volatilitas Bitcoin Turun Terhadap Emas, Mampu Jadi Aset Lindung Nilai?
| Rabu, 11 Februari 2026 | 14:00 WIB

Volatilitas Bitcoin Turun Terhadap Emas, Mampu Jadi Aset Lindung Nilai?

JPMorgan menyatakan bahwa bitcoin kini terlihat lebih menarik dibanding emas, jika dilihat dari sisi volatilitas yang disesuaikan dengan risiko.

Diam-Diam Kinerja Saham NISP Lebih Moncer dari Emiten Bank Lainnya
| Rabu, 11 Februari 2026 | 13:25 WIB

Diam-Diam Kinerja Saham NISP Lebih Moncer dari Emiten Bank Lainnya

Kekuatan inti PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) adalah laba yang tumbuh di sepanjang 2025, loan deposit ratio (LDR) di level 70,4% dan CAR 24,5%.

Prospek Cemerlang Emiten Aguan (PANI) Pasca Capaian Marketing Sales yang Sukses
| Rabu, 11 Februari 2026 | 13:00 WIB

Prospek Cemerlang Emiten Aguan (PANI) Pasca Capaian Marketing Sales yang Sukses

BRI Danareksa Sekuritas menilai bahwa preferensi pasar terhadap PIK2 relatif berkelanjutan karena segmen yang disasar didominasi kelas atas.

Transformasi Bisnis Non Batubara Bikin Saham IndIka Energy (INDY) Semakin Membara
| Rabu, 11 Februari 2026 | 11:00 WIB

Transformasi Bisnis Non Batubara Bikin Saham IndIka Energy (INDY) Semakin Membara

Tak hanya kendaraan listrik, Indika Energy (INDY) juga tengah melakukan proyek konstruksi tambang emas Awak Mas di Sulawesi Selatan.

Potensi Penguatan Penjualan Jelang Lebaran
| Rabu, 11 Februari 2026 | 09:17 WIB

Potensi Penguatan Penjualan Jelang Lebaran

 Indeks Penjualan Riil (IPR) Januari 2026 diperkirakan sebesar 228,3, lebih rendah dari Desember 2025 

Bidik Pertumbuhan Ekonomi 5,6% di Kuartal I-2026
| Rabu, 11 Februari 2026 | 09:01 WIB

Bidik Pertumbuhan Ekonomi 5,6% di Kuartal I-2026

Pertumbuhan ekonomi tiga bulan pertama tahun ini akan didorong percepatan belanja dan stimulus pemerintah

Saham Kalbe Farma (KLBF) Terkoreksi di Tengah Aksi Beli Asing dan Program Buyback
| Rabu, 11 Februari 2026 | 09:00 WIB

Saham Kalbe Farma (KLBF) Terkoreksi di Tengah Aksi Beli Asing dan Program Buyback

Lima sekuritas kompak merekomendasikan beli saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) pada awal Februari 2026 di tengah penurunan harga yang masih terjadi.

Sederet Batu Sandungan Mengerek Tax Ratio 12%
| Rabu, 11 Februari 2026 | 08:50 WIB

Sederet Batu Sandungan Mengerek Tax Ratio 12%

Untuk mencapai rasio pajak 2026, pemerintah harus tambah Rp 139 triliun dari realisasi 2025         

INDEKS BERITA

Terpopuler