Kepercayaan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kepercayaan itu penting. Di pasar saham, kepercayaan menjadi salah satu fondasi yang membuat pasar berjalan. Investor membeli sebuah saham karena ia percaya terhadap prospek saham tersebut. Investor percaya saham yang dibeli memiliki fundamental yang baik dan kemampuan menghasilkan laba serta pertumbuhan yang berkelanjutan.
Di pasar keuangan, kepercayaan juga merupakan salah satu hal yang sakral. Bank, misalnya, tidak akan sembarangan memberikan pinjaman jika dari hasil pemeriksaan mereka menilai calon debitur tidak dapat dipercaya. Sebaliknya, nasabah juga tidak akan menempatkan uangnya di sebuah bank jika mereka tidak percaya bahwa bank tersebut mampu menjaga dan mengelola uang mereka.
Dalam kehidupan bernegara, kepercayaan juga punya arti yang tidak kalah penting. Pemerintah dipilih oleh rakyat karena ada kepercayaan yang diberikan. Rakyat percaya pemerintah yang mereka pilih mampu membawa negara ke arah yang lebih baik, meningkatkan kesejahteraan, menciptakan lapangan pekerjaan, menjaga stabilitas ekonomi, dan pada akhirnya meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Para pebisnis melakukan ekspansi juga berdasarkan kepercayaan. Mereka percaya ada peluang yang berpotensi memberikan keuntungan dan pengembangan usaha bagi mereka. Kalau mereka tidak yakin, tidak percaya, ya jadinya mereka bisa memilih menahan ekspansi.
Ini juga terlihat dari survei Indonesia CEO Confidence Index yang dilakukan KONTAN baru-baru ini. Hasil survei tersebut menunjukkan, para pebisnis siap melakukan ekspansi. Tapi, ekspansi masih dilakukan secara selektif alih-alih agresif. Soalnya, para pebisnis belum percaya kondisi sudah benar-benar mendukung.
Salah satu yang masih dikhawatirkan oleh para pengusaha adalah kondisi politik dalam negeri yang masih sangat dinamis. Seperti diketahui, belakangan terjadi reshuffle atas beberapa posisi menteri, termasuk posisi menteri keuangan dan menteri perindustrian. Pergantian menteri dikhawatirkan memunculkan perubahan peraturan.
Selain itu, ada juga perkembangan dari hasil sidang terkait ijazah SMA Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Perkembangan ini juga bisa jadi sentimen negatif dan menimbulkan ketidakpercayaan.
Kepercayaan sangat sulit dibangun, tapi sangat mudah hilang. Semoga pemerintah bisa mengelola kepercayaan dengan baik.
