Kereta Harus Cepat

Senin, 18 Oktober 2021 | 09:00 WIB
Kereta Harus Cepat
[]
Reporter: Harian Kontan | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Proyek kereta cepat masih terus memantik kritik. Banyak persoalan yang memang layak mendapatkan penjelasan. Antara lain berubahnya skema dari business to business, menjadi terlibatnya anggaran negara.   

Lalu soal biaya.  Awalnya, biaya proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sepanjang 142,3 kilometer  ini hanya US$ 5,9 miliar, lalu berubah menjadi US$  6,07 miliar . Kini membengkak menjadi US$ 7,97 miliar.

Ini artinya ada pembengkakan biaya yang diprediksi bertambah US$ 1,3 miliar-US$ 1,6 miliar, ada tambahan sekitar Rp 18,4 triliun - Rp 22,7 triliun, dengan kurs per dollar AS Rp 14.200.

Sejak kelahiran proyek kereta cepat hanya 36 menit sepanjang 142,3 miliar di tahun 2017-2019, proyek ini diwarnai persaingan sengit Jepang dan China. Mereka saling 'bersikeras' mendapatkan proyek pemerintahan  Presiden Joko Widodo itu.

Saat itu, China mengajukan proposal dengan pinjaman b to b tanpa jaminan negara senilai US$ 5,5 miliar, lebih mini dari tawaran pinjaman Jepang senilai US$ 6,2 miliar.

China lalu menawarkan pinjaman sebesar US$ 5,5 miliar itu selama 50 tahun dengan bunga 2% per tahun. Adapun  skema kepemilikan 40% di tangan Tiongkok, dan 60% Indonesia.

Sementara Jepang menawarkan skema pinjaman US$ 6,2 miliar selama 40 tahun dengan tenggang waktu 10 tahun serta bunga 0,1% per tahun. Namun, negara Matahari Terbit itu meminta jaminan negara.

Dus, pilihan pemerintah jatuh ke China, meski dalam perjalanannya hitungan biaya proyek menjadi US$ 6,07 miliar dan kini US$ 7,97 miliar.

Pemerintah memang sulit mundur dari proyek yang diklaim akan menjadi proyek kereta cepat pertama di Asia Tenggara. Harus berjalan terus meski pendanaan terseok. Belum menghitung tambahan biaya , pemerintah harus setor Rp 4,3 triliun.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo menyebut, setoran ini harus dilakukan agar Indonesia bisa menarik pinjaman. "Selama ini, kita memang belum setor modal," ujar Tiko, panggilan karibnya.

Dana ini akan diambil dari sisa anggaran lebih alias Silpa 2021. Setoran modal harus dilakukan tahun ini agar proyek bisa jalan dan tak default.

China bersikeras Indonesia setor modal lantaran negara itu tengah memperketat kredit, serta selektif dalam kucurkan dana. Kasus kredit macet Evergrande membuat China harus menyigi aneka pembiayaan, termasuk kereta cepat di Indonesia.

Tanpa setoran modal, proyek yang  kini sudah berjalan 79% ini bisa berakhir menjadi besi tua.                  

Bagikan

Berita Terbaru

IHSG Anjlok: Net Sell Asing Terjadi 3 Pekan Beruntun, SOHO & UNVR Malah Naik
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 16:47 WIB

IHSG Anjlok: Net Sell Asing Terjadi 3 Pekan Beruntun, SOHO & UNVR Malah Naik

Pada periode 2-6 Februari 2026, IHSG tumbang 4,73% dan ditutup pada level 7.935,26. Pekan sebelumnya, IHSG telah turun 6,94%.

Anomali Pergerakan Saham BRIS, Diprediksi Nafasnya Kuat Hingga Tembus 3.000
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 13:00 WIB

Anomali Pergerakan Saham BRIS, Diprediksi Nafasnya Kuat Hingga Tembus 3.000

Saham Bank Syariah Indonesia (BRIS) naik 5,78% dalam sepekan melebihi kinerja IHSG yang turun -4,47%, efek euforia pasca spin off dari BMRI.

PTPP dan Anak Usaha WIKA Digugat PKPU, Begini Kata Manajemen
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 11:00 WIB

PTPP dan Anak Usaha WIKA Digugat PKPU, Begini Kata Manajemen

WIKON diajukan PKPU oleh PT Pratama Widya Tbk (PTPW), sedangkan PTPP diajukan PKPU oleh PT Sinergi Karya Sejahtera.

 Penonaktifan PBI JK Merugikan Rakyat Miskin
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:00 WIB

Penonaktifan PBI JK Merugikan Rakyat Miskin

BPJS Kesehatan tidak memiliki kewenangan menonaktifkan kepesertaan PBI JK karena menjadi kewenangan Kemensos

Danantara Hilirisasi US$ 7 Miliar, Duet Emiten Mind Id, ANTM dan PTBA Ketiban Berkah
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:58 WIB

Danantara Hilirisasi US$ 7 Miliar, Duet Emiten Mind Id, ANTM dan PTBA Ketiban Berkah

Danantara melaksanakan groundbreaking enam proyek hilirisasi di 13 lokasi di Indonesia. Total nilai mencapai US$ 7 miliar. 

 Revolusi Melalui Teladan
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:56 WIB

Revolusi Melalui Teladan

Perjalanan karier Joao Angelo De Sousa Mota dari dunia konstruksi ke pertanian, hingga menjadi Dirut Agrinas

Waspada Potensi Lonjakan Biaya Utang Jangka Pendek
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:37 WIB

Waspada Potensi Lonjakan Biaya Utang Jangka Pendek

Jika pemangkasan outlook membuat tekanan terhadap pasar SBN berlanjut dan mempengaruhi nilai tukar rupiah, maka imbal hasil berisiko naik

Cadangan Devisa Amblas Terseret Depresiasi Rupiah
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:28 WIB

Cadangan Devisa Amblas Terseret Depresiasi Rupiah

Penerbitan global bond oleh pemerintah belum mampu menyokong cadangan devisa Indonesia              

Prospek Industri Multifinance Diprediksi Lebih Cerah
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 07:25 WIB

Prospek Industri Multifinance Diprediksi Lebih Cerah

Prospek industri multifinance diperkirakan akan lebih cerah tahun ini setelah tertekan pada 2025.​ Piutang pembiayaan diprediksi tumbuh 6%-8%

Mewaspadai Risiko Gugatan Iklim
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 07:05 WIB

Mewaspadai Risiko Gugatan Iklim

Ilmu pengetahuan kini sudah bisa menjadi penghubung antara adanya emisi gas rumah kaca dan bencana alam.

INDEKS BERITA

Terpopuler