Ketika Rudal Meledakkan Bunga
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rudal yang meledak di kawasan Timur Tengah tidak hanya menghancurkan bangunan dan merenggut nyawa. Dampaknya menjalar ke perekonomian dunia melalui terganggunya pasokan energi dan melonjaknya harga minyak. Kenaikan harga energi kemudian mendorong biaya produksi dan inflasi, hingga akhirnya ikut meledakkan atau mengerek suku bunga.
Gelombang tekanan tersebut akhirnya mengubah arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed). Setelah perang berlangsung hampir tujuh bulan sejak 28 Februari 2026, The Fed pada September menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, dari 3,75% menjadi 4,00%.
Baca Juga: The Fed Naikkan Suku Bunga Acuan, Bagaimana Dampaknya ke Pasar SBN?
