Ketika Struk QRIS Menjadi Agunan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Selama puluhan tahun, percakapan kredit usaha kecil dimulai dari pertanyaan yang sama: "punya jaminan apa?" Jawabannya biasanya sertifikat tanah, kendaraan (BPKB), atau aset lain yang mudah dinilai bank. Bagi banyak warung, penjual bakso, bengkel kecil, dan pedagang pasar, pertanyaan itu seperti pintu yang tertutup sebelum mereka sempat menjelaskan bahwa usahanya sehat.
Mereka punya pelanggan tetap, arus kas harian dan disiplin membayar pemasok, tetapi tidak selalu punya aset formal untuk diagunkan. Kini, pintu itu mulai bergeser. Di atas meja kasir, di samping toples kerupuk atau etalase pulsa, ada kotak kecil berisi kode QRIS. Setiap bunyi notifikasi pembayaran bukan sekadar tanda uang masuk. Ia adalah jejak usaha: jam ramai, nilai rata-rata belanja, pola musiman, stabilitas omzet, bahkan kemampuan warung bertahan ketika harga bahan baku naik. Jika dulu bank menilai kekayaan yang sudah dimiliki, ke depan bank dapat membaca kemampuan usaha menghasilkan uang hari demi hari.
Baca Juga: Tarik-Ulur Kebijakan Kendaraan Listrik Jadi Bom Waktu, Industri Terancam Megap-Megap!
