Ketika Struk QRIS Menjadi Agunan

Senin, 04 Mei 2026 | 05:18 WIB
Ketika Struk QRIS Menjadi Agunan
[ILUSTRASI. Jumlah Merchant, Pengguna dan Volume Transaksi QRIS Terus Bertumbuh (KONTAN/Baihaki)]
Eduardus Tandelilin | Guru Besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Selama puluhan tahun, percakapan kredit usaha kecil dimulai dari pertanyaan yang sama: "punya jaminan apa?" Jawabannya biasanya sertifikat tanah, kendaraan (BPKB), atau aset lain yang mudah dinilai bank. Bagi banyak warung, penjual bakso, bengkel kecil, dan pedagang pasar, pertanyaan itu seperti pintu yang tertutup sebelum mereka sempat menjelaskan bahwa usahanya sehat.

Mereka punya pelanggan tetap, arus kas harian dan disiplin membayar pemasok, tetapi tidak selalu punya aset formal untuk diagunkan. Kini, pintu itu mulai bergeser. Di atas meja kasir, di samping toples kerupuk atau etalase pulsa, ada kotak kecil berisi kode QRIS. Setiap bunyi notifikasi pembayaran bukan sekadar tanda uang masuk. Ia adalah jejak usaha: jam ramai, nilai rata-rata belanja, pola musiman, stabilitas omzet, bahkan kemampuan warung bertahan ketika harga bahan baku naik. Jika dulu bank menilai kekayaan yang sudah dimiliki, ke depan bank dapat membaca kemampuan usaha menghasilkan uang hari demi hari.

Baca Juga: Tarik-Ulur Kebijakan Kendaraan Listrik Jadi Bom Waktu, Industri Terancam Megap-Megap!

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Kenaikan Minyak Persempit Ruang Fiskal
| Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:33 WIB

Kenaikan Minyak Persempit Ruang Fiskal

Kenaikan harga minyak lebih berdampak pada fleksibilitas pemerintah dalam menambah alokasi belanja baru bagi kementerian/lembaga (K/L).

Pemerintah Ultimatum Peserta Tax Amnesty
| Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:31 WIB

Pemerintah Ultimatum Peserta Tax Amnesty

Akhir 2026 menjadi tenggat terakhir pemenuhan komitmen peserta pengampunan pajak.                          

Jangan Mangkrak
| Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:10 WIB

Jangan Mangkrak

Program pemerintah bisa menjadi jangkar awal KDKMP dan secara perlahan dievaluasi, yang layak diperkuat dan yang tidak dilebur.

AS Tambah Bea Masuk Produk dari Indonesia
| Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:08 WIB

AS Tambah Bea Masuk Produk dari Indonesia

Amerika Serikat menetapkan tarif tambahan 10% untuk produk dari Indonesia, pengush memit pemerinth melaaakukan lobi

Anggaran Bayangan Korupsi Kepala Daerah
| Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:00 WIB

Anggaran Bayangan Korupsi Kepala Daerah

Anggaran daerah saat ini oleh sebagian kepala daerah kerap diperlakukan sebagai portofolio bisnis pribadi.​

Rupiah Cermati Geopolitik & Pelemahan Ekonomi
| Sabtu, 25 Juli 2026 | 06:30 WIB

Rupiah Cermati Geopolitik & Pelemahan Ekonomi

Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot terkoreksi 0,15% secara harian ke Rp 17.963 per dolar AS pada Jumat (24/7).

Valas Asia Tertekan Lonjakan Harga Minyak
| Sabtu, 25 Juli 2026 | 06:15 WIB

Valas Asia Tertekan Lonjakan Harga Minyak

Eskalasi konflik AS-Iran yang mengerek harga minyak menjadi penekan utama kebutuhan impor energi negara-negara Asia.

Adu Otot Bunga Deposito Diprediksi Mengendur
| Sabtu, 25 Juli 2026 | 05:45 WIB

Adu Otot Bunga Deposito Diprediksi Mengendur

Persaingan bunga deposito di antara bank digital diprediksi masih akan tetap tinggi hingga akhir  tahun 2026.

Mustika Ratu (MRAT) Andalkan Inovasi Jaga Pertumbuhan
| Sabtu, 25 Juli 2026 | 05:20 WIB

Mustika Ratu (MRAT) Andalkan Inovasi Jaga Pertumbuhan

Saat ini, produk-produk Mustika Ratu telah dipasarkan  di lebih dari 40 negara, dan juga pasar internasional lainnya.

Hasil Investasi Masih Tergerus Volatilitas
| Sabtu, 25 Juli 2026 | 04:50 WIB

Hasil Investasi Masih Tergerus Volatilitas

Industri reasuransi hanya mengumpulkan hasil investasi Rp 317,8 miliar hingga Mei 2026, alias turun 35,9% secara tahunan.

INDEKS BERITA

Terpopuler