Khawatir AS Pungut Tarif Impor Eropa, Kurs Rupiah Hari Ini Menguat Jadi Rp 14.172

Kamis, 03 Oktober 2019 | 19:57 WIB
Khawatir AS Pungut Tarif Impor Eropa, Kurs Rupiah Hari Ini Menguat Jadi Rp 14.172
[ILUSTRASI. Kurs uang rupiah]
Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rupiah melanjutkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mengutip Bloomberg, kurs rupiah hari ini (3/10) menguat 0,17% ke level Rp 14.172 per dolar AS.

Penguatan juga terjadi pada kurs tengah rupiah di Bank Indonesia sebesar 0,09% ke posisi Rp 14.193 per dolar AS.

Analis Asia Tradepoint Futures Deddy Yusuf Siregar mengatakan, penguatan rupiah terbantu data non-farm payroll AS pada September versi ADP Research Institute yang ada di level 135.000. Padahal, bulan sebelumnya data ini tumbuh sampai 157.000.

Baca Juga: Rupiah hari ini ditutup menguat 0,18% ke Rp 14.172 per dolar AS

Selain itu, para pelaku pasar juga khawatir dengan langkah AS yang berencana mengenakan tarif impor terhadap produk-produk asal Uni Eropa sebesar US$ 7,5 miliar. Tarif ini akan berlaku pada 18 Oktober nanti.

Dari dalam negeri, aksi demonstrasi yang mereda cukup memengaruhi penguatan rupiah. “Sembari tetap memegang aset safe haven, para pelaku pasar mulai berani mengincar aset-aset dari Indonesia yang merupakan emerging market,” kata Deddy.

Ekonom Samuel Aset Management Lana Soelistianingsih menambahkan, penguatan rupiah pada perdagangan hari ini karena tren mata uang regional yang menguat. Plus, pergerakan teknikal dan kondisi dolar AS yang tengah melemah.

Bagikan

Berita Terbaru

SR025 Tawarkan Kupon Pasti 6,8%-6,9%, Instrumen Halal Bebas Risiko?
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 08:00 WIB

SR025 Tawarkan Kupon Pasti 6,8%-6,9%, Instrumen Halal Bebas Risiko?

Sukuk Ritel seri SR025 menawarkan jaminan negara dan imbalan rutin di tengah ketidakpastian pasar. Simak pertimbangan sebelum berinvestasi!

Lautan Luas Mengisi Pundi-Pundi dari Bisnis Solusi Air
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 06:34 WIB

Lautan Luas Mengisi Pundi-Pundi dari Bisnis Solusi Air

Di tengah meningkatnya kebutuhan pengelolaan air yang berkelanjutan, PT Lautan Luas Tbk (LTLS) menawarkan solusi pengola

Berebut Pelanggan di Taksi Segmen Menengah
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 06:31 WIB

Berebut Pelanggan di Taksi Segmen Menengah

Persaingan bisnis taksi di layanan segmen menengah kini semakin masif. Siuapa yang dibidik dan seperti apa pasarnya? 

 
Mengubah Status dari Pasar Jadi Basis Produksi
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 06:28 WIB

Mengubah Status dari Pasar Jadi Basis Produksi

Pemerintah meluncurkan motor listrik nasional dan ekosistem pendukungnya. Lalu, menyiapkan ragam insentif untuk mendorong penjualannya.

Cuan dari Angkutan Hewan Peliharaan
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 06:25 WIB

Cuan dari Angkutan Hewan Peliharaan

Sulitnya mencari kendaraan yang mau mengangkut hewan peliharaan membuka peluang bisnis pet taxi di sejumlah kota.

Peluang Bikin Perisai Konsumen Digital dari Serangan Siber
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 06:23 WIB

Peluang Bikin Perisai Konsumen Digital dari Serangan Siber

Ancaman siber kini tak hanya membayangi perusahaan, juga mengincar keuangan konsumen. Asuransi kini menawarkan perlindungan dari kejahatan siber.

Tak Lagi Keluar Duit Banyak untuk Infrastruktur IT
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 06:16 WIB

Tak Lagi Keluar Duit Banyak untuk Infrastruktur IT

Perusahaan penyedia layanan internet menjawab kebutuhan digitalisasi pelaku usaha, dengan memberi layanan yang beragam.

Membedah Logika di Balik Pembenaran Belanja
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 06:15 WIB

Membedah Logika di Balik Pembenaran Belanja

Di balik humor girl math di media sosial, pembenaran atas belanja impulsif ternyata bisa berdampak panjang. Simak ulasannya berikut ini.

 
Warna Soga Sang Saka Gula Kelapa
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 06:11 WIB

Warna Soga Sang Saka Gula Kelapa

​Bendera Kerajaan Majapahit (Wilwatikta) berupa lima garis horizontal merah dan empat garis horizontal putih.

Pembatasan BBM & Risikonya
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 06:10 WIB

Pembatasan BBM & Risikonya

Pemerintah akan memperketat penyaluran subsidi BBM menggunakan desil yang merujuk Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Apa risikonya?

INDEKS BERITA

Terpopuler