Kinerja HK Metals Utama (HKMU) Ciamik Berkat Ekspansi

Sabtu, 30 Maret 2019 | 07:42 WIB
Kinerja HK Metals Utama (HKMU) Ciamik Berkat Ekspansi
[]
Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Narita Indrastiti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT HK Metals Utama Tbk (HKMU) berharap kinerja tahun ini bakal meningkat berkat ekspansi yang dilakukan. Perusahaan yang menjual dan memproduksi besi, baja serta aluminium ekstrusi ini mengaku akan menambah empat mesin untuk menggenjot kapasitas produksi aluminium.

Emiten ini melihat kebutuhan bahan material bangunan masih cukup tinggi. Direktur Utama HKMU William Ngasidjo Achmad mengatakan, tahun ini HKMU akan mengembangkan pasar industri. Meski begitu, kontribusi dari penjualan ritel dinilai masih akan mendominasi.

Sekretaris Perusahaan HK Metals Utama Imelda Feryani mengatakan, produk baja ringan dan lainnya telah digunakan oleh banyak proyek perumahan. "Tahun ini kami targetkan langsung masuk ke proyek landed house maupun apartemen," terang Imelda.

Tak hanya pasar dalam negeri, HK Metals juga akan melebarkan sayap ke pasar luar negeri. HKMU mengincar pasar ekspor baru di Kanada dan Australia. Sebelumnya, perusahaan ini juga memiliki pelanggan di Amerika Serikat (AS) dan Belanda. Penjualan ekspor ini, menurut Imelda, akan menjadi pemicu kenaikan kinerja.

Meski permintaan cukup besar, lanjut Imelda, volume produksi HKMU masih sangat mini. Dia bilang, permintaan ekspor aluminium ekstrusi saat ini sekitar 500 ton per bulan. "Potensi ini belum bisa dipenuhi semua karena kapasitas saat ini dijalankan oleh tiga mesin saja," ujar dia.

Untuk itu, HK Metals akan menambah empat mesin di tahun ini. Imelda bilang, satu mesin sudah beroperasi akhir Februari 2019. Kemudian dua mesin selanjutnya beroperasi di Maret dan Mei 2019. "Seluruhnya adalah mesin ekstrusi aluminium," papar dia.

Untuk menambah kapasitas produksi, perusahaan ini menggunakan dana dari hasil penawaran umum perdana alias initial public offering (IPO). Sebelumnya, HKMU telah memperoleh dana IPO senilai Rp 235 miliar pada Oktober 2018.

Dalam keterbukaan informasi di BEI, HK Metals memaparkan, hingga 15 Januari 2019 perusahaan telah menggunakan dana IPO Rp 37 miliar untuk penyertaan saham di PT Handal Aluminium Sukses (HAS) yang bergerak di industri aluminium ekstrusi. Selain itu, HKMU juga telah memakai Rp 132,64 miliar untuk modal kerja.

Dus, total dana IPO setelah dipangkas biaya penawaran umum Rp 10,36 miliar sebesar Rp 180 miliar. Sisa dana ditempatkan di deposito dan tabungan.

Ekspansi HKMU sepanjang tahun lalu membuahkan hasil. Sepanjang tahun 2018, HK Metals membukukan kenaikan penjualan sebesar 73,86% secara tahunan menjadi Rp 864,98 miliar dengan laba bersih melesat 117,74% jadi Rp 66,92 miliar.

Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Menanti Kodok Berbulu, Penerapan Pajak Ekspor Batubara di Tengah Badai Minyak 2026
| Jumat, 20 Maret 2026 | 00:05 WIB

Menanti Kodok Berbulu, Penerapan Pajak Ekspor Batubara di Tengah Badai Minyak 2026

Harga minyak melambung, subsidi BBM menganga. Pemerintah kini lirik pajak ekspor batubara, solusi penyelamat kas negara? 

Negara-Negara Pengimpor Minyak Mentah Terbesar dari AS, Impor Indonesia Naik 414%
| Kamis, 19 Maret 2026 | 17:00 WIB

Negara-Negara Pengimpor Minyak Mentah Terbesar dari AS, Impor Indonesia Naik 414%

Amerika Serikat (AS) mengekspor total 1,45 miliar barel minyak mentah sepanjang tahun 2025 lalu. Total ekspor minyak AS ini turun 3,33%.

Yield Curve Obligasi Negara Indonesia Mulai Mendatar, Apakah Ini Sinyal Krisis?
| Kamis, 19 Maret 2026 | 15:00 WIB

Yield Curve Obligasi Negara Indonesia Mulai Mendatar, Apakah Ini Sinyal Krisis?

Kurva yield obligasi Indonesia mendatar, menandakan tekanan jangka pendek dan ekspektasi perlambatan ekonomi. 

Sisa THR Nganggur? Putar Saja di Sukuk Ritel SR024, bisa Dipesan Sampai 15 April 2026
| Kamis, 19 Maret 2026 | 14:20 WIB

Sisa THR Nganggur? Putar Saja di Sukuk Ritel SR024, bisa Dipesan Sampai 15 April 2026

Simak simulasi dan cara membeli SR024 yang menawarkan imbalan tetap (fixed rate) hingga 5,55% per tahun.

BEI Libur Sepekan Saat Situasi Penuh Ketidakpastian, Sentimen Ini Perlu Diperhatikan
| Kamis, 19 Maret 2026 | 13:05 WIB

BEI Libur Sepekan Saat Situasi Penuh Ketidakpastian, Sentimen Ini Perlu Diperhatikan

Kondisi geopolitik yang panas dan penuh ketidakpastian sepanjang masa liburan membuat pasar saham Indonesia dalam kondisi rawan. 

Genjot Diversifikasi Bisnis Energi Bersih, Prospek Astrindo (BIPI) Semakin Seksi
| Kamis, 19 Maret 2026 | 12:40 WIB

Genjot Diversifikasi Bisnis Energi Bersih, Prospek Astrindo (BIPI) Semakin Seksi

PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) terus mempercepat transformasi bisnis dari batu bara menuju energi bersih. 

BBCA Bakal Bagi Dividen Interim Tiga Kali di 2026, Simak Pandangan Analis
| Kamis, 19 Maret 2026 | 12:10 WIB

BBCA Bakal Bagi Dividen Interim Tiga Kali di 2026, Simak Pandangan Analis

Skema dividen kuartalan jadi daya tarik tambahan bagi investor, khususnya yang mengincar cashflow rutin. 

Adi Sarana (ASSA) Catat Pertumbuhan Laba Bersih 81% di Sepanjang 2025
| Kamis, 19 Maret 2026 | 12:07 WIB

Adi Sarana (ASSA) Catat Pertumbuhan Laba Bersih 81% di Sepanjang 2025

Kontribusi terbesar pendapatan PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) selama tahun 2025 masih ditopang oleh bisnis logistik. 

Ditopang Penjualan BBM dan Lahan JIIPE, Laba Bersih AKRA Naik Dua Digit Pada 2025
| Kamis, 19 Maret 2026 | 12:02 WIB

Ditopang Penjualan BBM dan Lahan JIIPE, Laba Bersih AKRA Naik Dua Digit Pada 2025

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) mencatat pertumbuhan kinerja keuangan sepanjang tahun buku 2025, baik dari sisi pendapatan maupun laba bersih.​

Sewa Dahulu, Mobil Listrik Bisa Membawa Cuan Kemudian
| Kamis, 19 Maret 2026 | 11:36 WIB

Sewa Dahulu, Mobil Listrik Bisa Membawa Cuan Kemudian

Mobil listrik menjadi incaran banyak orang saat mudik untuk Lebaran. Cuan pun menanti pengusaha jasa penyewaannya.

 
INDEKS BERITA

Terpopuler