Kinerja Oke, Tapi Harga Saham BUMN Farmasi Masih Turun

Senin, 13 Desember 2021 | 07:15 WIB
Kinerja Oke, Tapi Harga Saham BUMN Farmasi Masih Turun
[]
Reporter: Kenia Intan | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.JAKARTA. Emiten farmasi pelat merah mencetak pertumbuhan kinerja memuaskan di sembilan bulan pertama tahun ini. PT Indofarma Tbk (INAF) dan PT Kimia Farma Tbk (KAEF) kompak mencetak kenaikan signifikan, baik dari top line maupun bottom line.

Penjualan INAF tumbuh hingga 99,91% secara tahunan jadi Rp 1,49 triliun. Kenaikan ini mendorong INAF mencetak laba yang dapat diatribusikan ke entitas induk Rp 2,82 miliar. Di periode yang sama tahun lalu, INAF menanggung rugi hingga Rp 18,88 miliar.

Sementara penjualan bersih KAEF terkerek sebesar 34,74% year on year menjadi Rp 9,49 triliun. Sementara laba bersih menguat menjadi Rp 301,93 miliar dari Rp 37,19 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Emiten Penjualan Bersih  Laba/ (Rugi) Bersih
Q3-2021 Q3-2020 Perubahan Q3-2021 Q3-2020 Perubahan
INAF Rp 1,49 triliun Rp 748,59 miliar 99,91% Rp 2,82 miliar (18,88 miliar) N/A
KAEF Rp 9,49 triliun Rp 7,04 triliun 34,70% Rp 301,9 miliar Rp 37,19 miliar 711%

Sumber: laporan keuangan

Akan tetapi, pertumbuhan kinerja keuangan yang positif ini tidak beriringan dengan pergerakan sahamnya. Harga saham INAF melorot 41,44% sejak awal tahun menjadi Rp 2.360 per saham pada penutupan perdagangan Jumat (10/12). Saham KAEF tertekan 40,47% year to date menjadi Rp 2.530 per saham.

Analis Phillip Sekuritas Indonesia Dustin Dana Pramitha berpendapat, di tahun 2021, dengan adanya distribusi vaksin yang berjalan dan penanganan Covid-19 yang lebih baik, ekspektasi pelaku pasar terhadap emiten farmasi menurun. Di sisi lain, proyeksi pemulihan ekonomi mendorong pelaku pasar beralih ke sektor-sektor potensial dengan harga yang masih terdiskon. 

Secara teknikal, harga saham kedua emiten itu turun tahun ini karena sudah naik tinggi tahun lalu. Dua saham tersebut berpeluang terus bergerak sideways. "Ada indikasi tekanan dapat berlanjut hingga berpeluang tembus area support,"  jelasnya.

Dustin merekomendasikan investor bisa spekulasi beli KAEF di Rp 2.380 dan INAF di Rp 2.210. Target KAEF di Rp 2.730 dan INAF di Rp 2.530.

Sementara itu, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat, pergerakan KAEF diperkirakan masih cenderung sideways dari bulan Agustus 2021. Ini juga tampak dari pergerakan MACD-nya, walaupun dilihat dari pergerakan stochastic-nya menunjukkan tanda-tanda awal penguatan. 

Hal serupa juga terjadi pada INAF, indikator MACD masih menunjukkan tanda-tanda sideways dengan stochastic yang menunjukkan awal penguatan.

" Investor dapat melakukan buy on weakness pada KAEF dan INAF dengan target menguji resistance 2.810 untuk KAEF dan 2.650 untuk INAF,"  jelas Herditya.

 

Bagikan

Berita Terbaru

Dari 12 Konsultasi Penurunan Klasifikasi Market oleh MSCI, Hanya Dua yang Selamat
| Minggu, 25 Oktober 2026 | 12:30 WIB

Dari 12 Konsultasi Penurunan Klasifikasi Market oleh MSCI, Hanya Dua yang Selamat

Penyesuaian investasi oleh investor asing sudah berlangsung bahkan sebelum keputusan akhir diambil MSCI.

Reformasi Pasar Modal Diuji, Transparansi dan Penegakan Hukum Jadi Sorotan MSCI
| Minggu, 25 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Reformasi Pasar Modal Diuji, Transparansi dan Penegakan Hukum Jadi Sorotan MSCI

Arus modal asing tidak bisa menjadi satu-satunya tolok ukur keberhasilan karena juga dipengaruhi suku bunga global, nilai tukar, dan geopolitik. 

Potensi Cuan Bank Menebal Usai GWM Turun, Saham Apa yang Paling Layak Dicermati?
| Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:00 WIB

Potensi Cuan Bank Menebal Usai GWM Turun, Saham Apa yang Paling Layak Dicermati?

Penurunan giro wajib minimum (GWM) membuat Bank berpeluang mengurangi kebutuhan mencari pendanaan mahal.

Danantara Garap 8 Proyek Waste to Energy, Simak Peluang CDIA, BIPI, BNBR, dan OASA
| Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Danantara Garap 8 Proyek Waste to Energy, Simak Peluang CDIA, BIPI, BNBR, dan OASA

Fasilitas PSEL membutuhkan pasokan sampah yang memadai dan konsisten, baik dari sisi volume maupun karakteristiknya.

Terancam Turun Kasta ke Standalone Market, Investor Perlu Siaga
| Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Terancam Turun Kasta ke Standalone Market, Investor Perlu Siaga

Merespons ancaman dari penyedia indeks global MSCI, otoritas pasar modal mulai menindak pelanggaran. Efektif melunakkan sikap MSCI?

Prospek Kinerja FORE Dipengaruhi Produktivitas dan Kemampuan Menjaga Margin
| Minggu, 25 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Prospek Kinerja FORE Dipengaruhi Produktivitas dan Kemampuan Menjaga Margin

Investor perlui mencermati SSSG, produktivitas gerai anyar, fluktuasi daya beli masyarakat, serta kemampuan menjaga margin.

Efisiensi Berbasis ESG, Dari Pengelolaan Air Hingga Memangkas Emisi
| Minggu, 25 Oktober 2026 | 06:15 WIB

Efisiensi Berbasis ESG, Dari Pengelolaan Air Hingga Memangkas Emisi

Inisiatif keberlanjutan Japfa Comfeed Indonesia perkuat efisiensi operasional dan mendukung pertumbuhan kinerja keuangan

Mengurai Masalah Daur Ulang Kemasan UHT
| Minggu, 25 Oktober 2026 | 06:10 WIB

Mengurai Masalah Daur Ulang Kemasan UHT

Kemasan susu UHT praktis untuk dikonsumsi, tetapi lapisan kertas, plastik, dan aluminium membuatnya rumit didaur ulang. 

Sssst! Buku Bisa Menjadi Ruang untuk Bertemu
| Minggu, 25 Oktober 2026 | 06:05 WIB

Sssst! Buku Bisa Menjadi Ruang untuk Bertemu

Berawal dari kegemaran membaca, komunitas membaca buku lahir dan mempertemukan orang-orang dengan minat serupa. Buku men

 
Homeostasis Artificial Intelligence
| Minggu, 25 Oktober 2026 | 05:55 WIB

Homeostasis Artificial Intelligence

AI kian canggih dan otonom. Mampukah peradaban menjaga keseimbangan di tengah peluang dan risiko yang mengiringinya?

INDEKS BERITA

Terpopuler