Free Float dan Fetisisme Angka
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasca ontran-ontran di Bursa Efek Indonesia imbas keputusan MSCI, pembahasan mengenai free float seakan-akan menjadi jalan keluar. Seolah, dengan meningkatkan free float, otomatis pasar pasti menjadi lebih likuid, lebih terbuka dan lebih sulit dimanipulasi. Namun, apakah kita sedang membenahi fundamental perdagangan saham kita atau sedang tergoda mereduksi seluruh kompleksitas kelembagaan itu ke dalam seperangkat angka yang rapi dan tampak objektif?
Free float, secara sederhana, adalah proporsi saham yang benar-benar beredar di publik dan dapat diperdagangkan setiap hari. Masalahnya, ia sering diperlakukan sebagai proksi bagi likuiditas, kedalaman pasar dan kualitas pembentukan harga. Rasio ini kemudian diberi beban simbolik yang besar. Ia diminta menjawab kekhawatiran investor global, volatilitas domestik hingga reputasi kelembagaan pasar Indonesia.
Baca Juga: Prospek Ultrajaya (ULTJ) Diadang Rencana Pemberlakuan Tarif Cukai
